
" Aku ingin pulang."
ucap Aira tiba tiba kepada Alan yg terlihat sedang berbincang bincang santai dengan rekan bisnisnya. Alan langsung mengalihkan perhatiannya dan kembali menatap Aira.
" Kamu ingin pulang sekarang?."
ucap Alan memastikan jika pendengaran nya tidak salah.
" Iya aku ingin pulang sekarang, jika kamu masih ingin berada disini aku bisa minta kak Rizal untuk mengantar aku pulang."
ucap Aira yg tiba tiba saja moodnya berubah menjadi jelek.
" Kalau kamu mau pulang, mari kita pulang."
ucap Alan sambil tersenyum lembut dan menggenggam tangan Aira.
" ayo pulang."
ucap Aira sambil berdiri, Alan pun tersenyum lembut, Alan sebenarnya merasa aneh, kenapa mood Aira tiba tiba menjadi jelek.
" Sebentar ya sayang."
ucap Alan lembut, tangannya masih menggenggam erat tangan Aira.
" Bro gw pulang duluan ya."
ucap Alan.
" Ok."
ucap mereka semua.
" Tapi lain kali jangan lupa perkenalkan istri lu."
ucap salah satu teman Alan sambil tersenyum jahil, wajah Alan langsung berubah masam.
" Hahahaha.. bercanda bro.. tenang aja kita nggak bakalan nikung teman sendiri."
ucap temannya.
" Ayo pulang!."
ucap Aira menarik lengan Alan, gadis itu tampak tidak sabaran, sedangkan Rizal hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya. mungkin ini anak satu lagi dapat pikirnya.
Alan menggenggam tangan Aira Sampai masuk kedalam mobil.
" Kamu mau pulang kemana?."
ucap Alan lembut, Aira tampak berpikir sejenak.
" Kita pulang ke rumah mansion kamu saja."
ucap Aira dingin, Alan pun tersenyum, dia tidak mau banyak bertanya.
" Ok kita pulang ya sayang.."
ucap Alan lembut sambil melajukan mobilnya, keheningan menyelimuti suasana didalam mobil. tidak ada yg ingin memulai pembicaraan, Aira tampak malas untuk memulai pembicaraan.
Aira melihat kearah Alan sekilas, dari sisi manapun Alam terlihat begitu sempurna, tetapi hal itu malah membuat Aira jengkel tiba tiba, apalagi mengingat saat mereka baru masuk ke ball room, semua mata tertuju kepada kepada mereka, apalagi kaum wanita khususnya, seperti mereka sedang siap siap menerkam mangsanya kapan saja.
" Sepertinya lebih baik kalau kamu jadi jelek!."
" Apakah ada yg salah dengan penampilanku?, hmmm."
ucap Alan pelan.
" Tentu saja ada."
ucap Aira tiba tiba ketus seperti makan petisan. Alan terkekeh-kekeh mendengar nya.
"Tidak bisakah kamu kasih tau apa yg salah denganku sayang?."
ucap Alan. sambil menghentikan mobilnya, karena mereka berdua ternyata sudah sampai. Aira menyilangkan kedua tangan nya diatas dada sambil menatap Alan, sedangkan Alan hanya menatap Aira dengan gemas.
" Dasar laki laki nggak peka!."
ucap Aira tiba tiba, Alan mengernyitkan keningnya bingung.
" Aku nggak peka di bagian mananya sayang."
ucap Alan sabar. sesekali dia tersenyum kecil.
" Ngapain kamu senyum senyum sendiri, memangnya ada yg lucu!."
ucap Aira kesal sambil cemberut, Alan menggelengkan kepalanya sambil menahan senyumnya.
" Aish....malam ini kamu tidur disofa... jangan berani-berani masuk kedalam kamar.. apalagi tidur di ranjang!."
ucap Aira mengancam Alan, kemudian Aira keluar begitu saja meninggalkan Alan didalam mobil sendirian.
" Wanita PMS itu memang menyeramkan."
ucap Alan pelan.tapi masih terdengar oleh Aira.
" Sepertinya kamu harus tidur disofa selama 1 Minggu ya..!"
ucap Aira sambil berkacak pinggang, Alan mengangkat kedua jari nya membentuk huruf 'v'.
" Nggak sayang."
ucap Alan sambil tersenyum polos, Aira menghentakkan kakinya dan kemudian langsung masuk kedalam mansion.
" Wanita PMS itu menyeramkan..kaya macan."
ucap Alan sambil geleng-geleng.
" Alan!!...Kamu tidur di sofa selama satu Minggu!."
ucap Aira berteriak tidak terlalu jauh, Alan pun dibuat melongo.
.
.
.
.
terimakasih kak