Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 79



Biarkan semuanya mengalir seperti air, jika memang berjodoh, maka berjodohlah, tidak perlu terlalu berharap, Tapi tidak juga sangat negatif menanggapinya.


* Christina Aira Agustin *


🌸🌸🌸🌸


Samudera lautan yang membentang luas, dan yg Terdengar hanyalah suara hempasan ombak, yg menyapu hamparan pasir putih ditepi pantai yang indah nan sepi itu, tidak ada suara apapun kecuali deburan ombak dan suara angin pantai.


Aira berdiri dengan bertelanjang kaki diatas pasir putih dengan elegan dengan Lilac dress yg dia pakai, rambutnya dia biarkan berterbangan begitu saja, Tatapan matanya menatap lurus kelautan lepas yg ada dihadapannya saat ini, Angin laut yang lembut itu menyapu kulitnya yg tiba tiba sa memberikan sensasi merinding keseluruh tubuhnya.


Sangat sunyi, sendirian, kesedihan, hanya deburan ombak yang terdengar untuk kesekian kalinya, Alan Tidak terlihat dimana pun, dan sepertinya masih ada di kamarnya, Aira menghela nafas panjang sambil menutup matanya, untuk pertama kalinya dia merasa tidak mempunyai beban sedikitpun.


" Andai saja jika kehidupan gw selalu seperti ini!, Alangkah beruntungnya gw!."


ucap Aira pelan kemudian dia membuka matanya dan saat Aira membalikkan tubuhnya, dia terkejut bukan main melihat Alan sedang berdiri dibelakangnya sambil melihat kedua tangannya di atas dadanya, tapi Aira melihat sorot matanya Alan yg sedang khawatir.


" Mungkin hanya perasaan gw aja!." pikirnya, saat Aira ingin berjalan melewati Alan, tiba tiba saja Alan menahan tangan Aira membuat gadis itu berhenti berjalan dan menatap laki laki itu datar.


" Kalau lu mau ngomong ngomong aja, nggak perlu pake acara pegang tangan gw segala!."


ucap Aira sinis sambil melepaskan tangan Alan, laki laki itu hanya memasang ekspresi datarnya.


Melihat Reaksi tersebut membuat Aira kesal.


" Kalau lu nggak punya hal penting yang perlu lu bicarakan, lebih baik sekarang jangan ganggu gw, karena lu udah bikin mood gw jelek pagi pagi."


ucap Aira sambil mendengus kesal, dan saat Aira membalikkan tubuhnya, Alan mengatakan sesuatu yang membuat dia terdiam.


" Lain kali, kalau keluar dari Villa kasih tau, Jangan bikin khawatir orang lain."


ucap Alan datar kemudian dia berjalan duluan meninggalkan Aira, Gadis itu terdiam sejenak.


" Itu anak kesambet apaan?, Walaupun gw bukan cewek yg peka, tetapi gw masih paham maksud ucapan itu orang, tapi masa iya cowok mesum yg terkenal dingin ini khawatir sama cewek macam gw sih... hahaha pemikiran yg lucu sekali, nggak mungkin dia khawatir sama gw, ingat Ra semua cowok itu hampir semuanya saja, jadi jangan pernah terbawa perasaan.. cinta itu hanyalah omong kosong belaka."


ucap Aira bergumam sambil mengingatkan dirinya, saat Aira sedang berbicara sendirian seperti itu, ternyata Alan sedang berdiri menunggu Aira dari kejauhan, karena dia laki laki yg tidak sabaran akhirnya dia pun berteriak.


" Ngelamun nya lanjutin di villa aja bocahh!."


" kenapa ini orang makin lama, makin nyebelin sih, pengen banget gw nyumpel itu mulut pake kaos kaki."


ucap Aira menggerutu kesal, sambil menghentakkan kakinya di pasir dia pun mulai berjalan mengikuti Alan, Alan pun tersenyum melihat sosok Aira yg mulai berjalan mendekatinya, kemudian Aira berhenti disampingnya Alan.


" Kenapa lu malah nungguin gw kampret!."


ucap Aira kesal, Alan tersenyum misterius.


" Jalan duluan aja!."


ucap Alan, Aira pun bersikap masa Bodo, kemudian dia mulai berjalan duluan ke villa meninggalkan Alan yg sedang berjalan dibelakangnya sambil tersenyum misterius.


" Ternyata Om Genta sudah menyiapkan kejutan yg lumayan bisa membantu perkembangan hubungan gw dengan ini bocil!."


ucap Alan pelan, kemudian dia mulai melanjutkan langkahnya kembali.



Semangat ya kakak.. terimakasih atas dukungan dan vote nya..


.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️