
Setelah mencari beberapa menit akhirnya Violeta dan ChaCha menemukan restoran yg paling dekat dari tempat rekreasi.
Mereka berdua menatap Aira yg sedang diam memperhatikan restoran tersebut dari luar, dia nggak berani masuk.
" Kita cari restoran yg lain aja yuk..lu berdua tau kan gw nggak suka makanan Jepang, yg hampir semua nya nggak dimasak dulu."
ucap Aira yg tiba tiba saja merasa geli.
Rizal menatap Aira beberapa detik, dia teringat dengan adiknya juga yg tidak suka dengan masakan Jepang pikirnya.
"Mita bisa mesen ramen buat lu Ra, biar kita pesan yg lain.. gimana, soalnya di daerah sini nggak ada restoran yg paling dekat."
ucap ChaCha.
" Iyah udah..ok..tapi kalau nanti nggak ada ramen..gw minta nanti kalian beliin makanan gw diluar ya."
ucap Aira.
" Siap laksanakan tenang aja!.""
ucap ChaCha. yg kemudian mulai masuk duluan bersama Violeta, sedangkan Aira masih terlihat jelas dari tampang nya kalau dia masih ragu, Rizal pun menepuk pundaknya.
" Tenang setau gw restoran ini juga menyediakan ramen kok, jadi lu pasti bisa makan."
ucap Rizal menenangkan Aira.
" Emangnya lu pernah kesini bro?."
ucap Aira
" Sering.. biasanya sama temen temen gw, tapi sekarang mah mulai jarang, karena kesibukan masing-masing gitu lah."
ucap Rizal jujur.
" Berarti teman teman lu rata rata orang sibuk ya... nggak ada waktu dong untuk berleha-leha."
ucap Aira.
" Nggak juga kok, buktinya gw masih bisa membagi waktu untuk bersantai."
ucap Rizal tenang
"Lu mah, kalau dari ucapan lu bro, kerjaan yang lu pegang gampang bro!.""
ucap Aira penuh selidik.
" Aih sudah lah.. nggak perlu di bahas lagi bukannya tadi lu bilang lapar, terus kenapa belum masuk?."
ucap Rizal mengalihkan pembicaraan.
" Iyah ya..gw kesini kan karena lapar, untung aja lu ngingetin bro, kalau nggak gw bisa mati kelaparan kan nggak lucu jadinya."
ucap Aira sambil bercanda yg kemudian berjalan duluan. Rizal hanya tersenyum kecil melihat sosok Aira yg mulai berjalan jauh, Rizal melihat sekelilingnya, biasanya dia makan dengan kedua sahabatnya tapi itu juga udah lama pikirnya.
Rizal pun mulai berjalan menyusul Aira yg berjalan duluan, setelah mereka berempat duduk dan memesan makanan masing masing, dan sekarang sedang menunggu pesanannya.
" Eh iya ka rizal ketemu ini anak dimana?."
ucap Violeta memecahkan keheningan.
" Lh waktu itu nggak sengaja kakak ketemu Aira waktu mendatangi panti."
ucap Rizal ramah.
" Memangnya kakak donatur juga seperti Aira?."
ucap Violeta yg semakin penasaran. Aira pun menatap kearah Violeta dan menyenggol lengan nya.
" Lu ngapain nanya begitu sama Rizal, kan nggak enak."
ucap Aira berbisik di telinga Violeta.
" Biarin kan gw penasaran Ra,"
ucap Violeta berbisik kembali.
" Tapi kan nggak langsung ke intinya juga kali, Basa basi dulu kali."
ucap Aira kesal.
" Biarin lah.. orang kak Rizal aja sepertinya biasa aja, bener nggak kak?."
ucap Violeta, sedangkan Aira hanya menepuk jidatnya pasrah dengan sahabatnya yang satu ini. Rizal hanya tersenyum menanggapi ucapan Violeta.
" Mungkin kalau disebut donatur terlalu berlebihan, lagian waktu itu kakak kepanti juga untuk main sama anak anka panti."
ucap Rizal tenang, walaupun dia sebenarnya berbohong, sedangkan Aira yg mendengarnya hanya tersenyum, karena dia tau kalau Rizal termasuk donatur utama di panti asuhan yang biasanya Aira kunjungi, tetapi sepertinya Rizal termasuk orang yang rendah hati pikirnya.
" Oh gitu.. kalau kaya gitu gimana kalau kakak lain kali, kalau nggak sibuk main kerumah aku, dengan senang hati pintu rumah aku akan selalu aku buka."
ucap Violeta yg tiba tiba saja genit.
" Aih..lu sejak kapan jadi genit kayak gini sih..bikin geli tau."
ucap Aira merinding.
ucap Violeta mengedip ngedipkan matanya.
" Mata lu lagi kelilipan ya, makannya dari tadi nggak mau diem itu mata lu."
ucap Aira jahil.
Sedangkan ChaCha dan Rizal yg melihat drama yg dilakukan oleh Violeta dan Aira hanya bisa tersenyum melihat pemandangan tersebut.
" amaaf ya Violeta, sepertinya kakak nggak bisa main kerumah kamu, kalau kakak kesana hanya sendirian, jadi kakak akan usahakan akan main kerumah kamu asalkan Aira dan ChaCha juga ikut gimana."
ucap Rizal lembut.
" Lah namanya itu niatnya bukan main buat ketemu aku dong kak."
ucap Violeta merengek.
" Hmmm benar ucapan kamu ternyata."
ucap Rizal sambil tersenyum manis tanpa dosa, padahal perkataan nya barusan terkesan menohok pikir Aira.
" Ahh sudah lah Violeta, lagian lu juga baru kenal sama kak Rizal, masa dengan gampangnya lu mau nyuruh kak Rizal untuk main kerumah lu?."
ucap ChaCha yg mulai angkat bicara karena menurutnya percakapan antara Violeta dari tadi membuat dirinya tidak nyaman.
" Bener banget tuh ucapan ChaCha barusan Vio."
ucap Aira yg ikut setuju dengan pendapat ChaCha.
" Ok ok deh..tapi nanti kalau kita udah lama kenalnya.. kakak jangan ragu ragu untuk mampir ke rumah aku ya."
ucap Violeta yg masih keras kepala.
" Iyah iya."
ucap Rizal pasrah.
" Hahahha..gw tau... pasti lu ngejawab iya juga supaya nih anak nggak banyak ngomong kan."
ucap Aira Sambil tertawa.
" Bener banget."
ucap Rizal yg tidak lama kemudian pesanan mereka sudah datang dan mereka mulai makan, tanpa ada suara yang terdengar hanya suara benturan sendok dan piring.
Alan dan Aldi sudah sampai ketempat restoran yg dimaksud oleh Alan, Alan memarkirkan mobilnya, saat itu Alan seperti melihat mobil nya Rizal.
Mereka berdua keluar dari mobilnya, Alan berhenti didepan mobilnya Rizal dan memperhatikan plat nomor kendaraan, dan benar saja tebakannya.
" Lu lagi ngapain sih?, apa jangan jangan lu naksir sama mobil itu?."
ucap Aldi asal.
" Naksir pala lu, ini mobil coba lu perhatikan."
ucap Alan.
" Buat apa emangnya?, emangnya mobil ini yg di pakai cewek bar waktu itu?."
ucap Aldi bingung.
"Bukan...lu coba liat dan perhatikan dulu.. nanti lu ngerti deh maksud gw."
ucap Alan, yg kemudian dengan jalan malas Aldi mulai mendekati mobil yg sedang ditunjuk oleh Alan, Aldi pun mulai memperhatikan mobil tersebut, tidak ada yg spesial pikirnya, kemudian dia melihat no plat kendaraan nya. kemudian dia mengerutkan keningnya.
" Bukannya ini mobil Rizal bro?."
ucap Aldi yg masih tidak yakin.
" Bener banget ini mobilnya Rizal, tetapi yg gw aneh kah.. kenapa mobil ini ada disini?, bukannya seharusnya sekarang ini si Rizal lagi nyari tentang adiknya itu?."
ucap Alan.
" Bener banget.. tetapi kenapa mobil ini ada disini, ditambah lagi ini kan mobil kesayangan itu anak."
ucap Aldi.
" Bener banget, coba kita lihat aja didalam, mungkin nanti kita bakalan ketemu sama itu anak."
ucap Alan yg mulai berjalan duluan masuk kedalam.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa like dan share ☺️