
Aira melihat Jam tangannya, kemudian dia menghela nafas sambil tersenyum kecil dan melirik kepada kedua sahabatnya, karena tanpa mereka sadari waktu berjalan begitu cepat.
" Gw perlu pulang."
ucap Aira sambil berdiri, membuat ChaCha ikut berdiri diikuti oleh Violeta.
" Kenapa harus buru buru?."
ucap Violeta yg masih belum menyadarinya.
" Udah Jam 21:00 malam, gw perlu pulang."
ucap Aira yg tiba tiba saja merasa khawatir, Violeta yg mendengar ucapan Aira langsung membuka matanya lebar-lebar, kemudian melihat jam tangannya, sedangkan ChaCha Terlihat sedang merapikan dirinya dan mulai berdiri.
" Ya udah kita anterin lu ya."
ucap ChaCha menawarkan.
" Nggak perlu, lu bisa turunin gw pas di halte busway tadi pagi aja."
ucap Aira.
" Tapi Ra ini udah malam loh, lebih baik kita anterin lu sampai rumah baru lu."
ucap Violeta, Aira menggelengkan kepalanya, masih tetap dengan pendirian nya sendiri.
" Jika lu berdua masih mau gw ikut masuk mobil lu, lebih baik lu dengerin ucapan gw."
ucap Aira yg tiba tiba saja moodnya mulai berubah, ChaCha menghela nafas karena dia menyadari jika mood temannya yang satu ini sering berubah tiba tiba, tanpa ada aba aba terlebih dahulu.
" Iya iya."
ucap ChaCha sambil berjalan menuju tempat parkir mobil, diikuti oleh Aira dan Violeta, tak butuh waktu lama, mereka bertiga sudah masuk kedalam mobil dan ChaCha mulai menjalankan mobilnya tersebut. dan suasana dalam mobil tersebut tiba tiba saja sunyi.
" Suami lu Nggak nyiksa lu kan?."
ucap Violeta memecahkan keheningan, dia duduk dibelakang.
" Nggak..dan sebaiknya gw perlu ingetin..akan lebih baik jika kalian berdua Nggak membahas tentang pernikahan gw ini, karena gw nggak suka."
ucap Aira datar, Violeta menelan ludahnya, karena ternyata dirinya tidak sadar jika sahabatnya yg satu ini sedang badmood.
Keheningan menghinggapi mobil tersebut lagi, sampai tidak terasa mereka berhenti didepan halte busway tadi pagi.
Aira melepaskan sabuk pengaman nya, dan mulai menghela nafas berat dan melirik kedua sahabatnya.
" Sorry...jika ada ucapan gw yg kasar... karena perasaan gw tiba tiba saja nggak enak."
ucap Aira dengan wajah sendunya.
" Gw ngerti kok Ra, Kondisi saat lu sekarang ini bukanlah kondisi yg membuat lu bisa tertawa lepas seperti dulu... mungkin saja jika gw yg ada diposisi lu saat ini, bisa bisa gw nangis Nggak karuan atau mungkin lebih parah lagi."
ucap Chacha sambil tersenyum kecil, mendengar ucapan ChaCha membuat Aira bisa tersenyum kecil, kemudian dia mulai keluar dari mobil tersebut dan menutup pintu mobilnya.
" Thanks untuk hari ini."
ucap Aira sambil tersenyum lembut.
" Hehehhe...biasa aja kali Ra, kita kan sahabatan."
ucap ChaCha.
" Betul banget itu Cha."
" Ya udah kalian pulang gih Sono!."
ucap Aira sambil mengibaskan tangannya. Chacha menghela nafas berat, dirinya sama sekali tidak bisa merubah pikiran sahabatnya yg satu ini barang sedikitpun.
" Hmmm ok baiklah, tapi ingat kalau lu ada apa apa...Hp gw selalu standby begitu pula dengan hp Violeta."
ucap ChaCha nada bicaranya terdengar khawatir. Aira menganggukkan kepalanya.
" Ya udah Sono pulang...hati hati dijalan."
ucap Aira
" Ok."
ucap ChaCha yg kemudian mulai melajukan mobilnya, Aira menatap mobil tersebut sampai tidak terlihat lagi, Aira membuang nafas kasar dan mulai duduk. kemudian tersenyum sendiri meratapi nasibnya sendiri.
" Bukankah hidup ini tidak adil?."
ucap Aira.
" Sepertinya lu Perlu seseorang untuk mendengarkan curhatan lu itu?."
ucap Seorang laki laki sambil tersenyum dan duduk di samping Aira begitu saja, Aira langsung menoleh kearah sumber suara, dan senyuman kecil mengembang diwajahnya.
" Lu kalau jalan bisa nggak ada suaranya dikit gitu?, Biar gw nggak jantungan."
ucap Aira sambil mengelus dadanya dengan raut wajah yang susah diartikan, Laki laki tersebut langsung tertawa melihat ekspresi wajah Aira.
" Hahahaha...Kalau lu Nggak bisa berakting, lebih baik lu pasang wajah datar lu itu... sumpah lu lucu banget kalau kayak gini."
ucap Laki laki tersebut sambil memukul Pahanya sesekali, Aira mengernyitkan keningnya, dia merasa bingung kenapa Laki laki yg ada dihadapannya satu ini malah tertawa keras hanya karena melihat ekspresi wajahnya saat ini.
" Lu masih waraskan?."
ucap Aira
" Otak gw masih bisa gw pake!."
ucap Laki laki tersebut sambil menahan tawanya.
" Kalau lu mau ketawa?, Ya udah ketawa aja... Nggak perlu ditahan tahan segala."
ucap Aira datar, padahal dalam hatinya dia merasa ada sebuah kehangatan yg menyelimuti hatinya Secara tiba tiba tanpa dia sadari.
Aira Hanya tersenyum melihat Tawa laki laki tersebut yg tidak lain adalah Aldi.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca