
" Ngapain Diem aja, ayo ketempat garasinya, kan nggak mungkin kita kesana jalan kaki."
ucap Aira sambil berjalan duluan, tetapi kemudian dia teringat sesuatu.
" Gw baru pertama kali ke villa ini, dan gw rasa lu pasti hapal tata letak rumah ini."
ucap Aira sambil menatap Alan.
" Sorry, tapi gw juga baru pertama kali kesini."
ucap Alan Aira menatap laki laki itu tidak percaya, dirinya masih ingin mengintrogasi Alan, tetapi perutnya tidak bisa di ajak kompromi.
kruyukk..
" Perut lu udah bunyi tuh.. minta di kasih asupan makanan!."
ucap Alan sambil tersenyum jahil
" Awas aja lu ya..!."
ucap Aira kesal, kemudian Aira mulai berjalan asal, selama 15 mereka berdua mencari letas garasi, tetapi mereka berdua sama sekali tidak menemukan garasi di villa tersebut.
" Kita udah bolak balik, tapi tetap saja tidak menemukannya, nggak mungkin kan kita cari makanan dengan jalan kaki!."
ucap Aira merutuki nasibnya, Alan tersenyum.
" Memangnya kenapa, Bukankah akan lebih baik jika kita berjalan dari pada berdiam diri disini, mencari tempat garasi mobil tapi tidak kunjung menemukannya!."
ucap Alan, Aira menghela nafas berat, dia tidak mempunyai pilihan lain, walaupun sebenarnya dia malas untuk berjalan bersama Alan, tetapi bukankah itu lebih baik dari pada berjalan sendirian. pikirnya
" Ya sudah... ayo!."
ucap Aira sambil berjalan keluar dari villa, dan Alan mulai berjalan mengikutinya dari belakang tidak lupa dia juga mengunci pintu villa tersebut, dan Aira terlihat sedang menunggunya dengan kesal.
" Ayo!."
ucap Alan sambil berjalan duluan.
" Tungguin gw kunyit!."
ucap Aira sambil berlari kecil mengejar Alan, dan mulai berjalan biasa saat sejajar dengannya.
" Lu yakin kita nggak bakalan kesasar jalan sini?."
ucap Aira ragu.
" Ya elah... segitu nya banget lu nggak percaya sama gw, walaupun lu kesasar, lu nggak sendiri doang bocil."
ucap Alan ngegas.
" Ya elah... woles kali Bro!, gw kan cuma hati hati aja, ini kan pertama kalinya gw datang kesini!."
ucap Aira membela dirinya sendiri.
" Iya iya..lu menang!."
ucap Alan
" Gitu dong... jadi cowok jangan jutek jutek, jangan banyak diemnya macam es balok!."
ucap Aira
" Masa gw di samain sama es balok sih Cil."
ucap Alan kesal.
" Ya... nggak ada bedanya lu sama es balok..sama sama berpenampilan datar!."
ucap Aira, Alan mendengus kesal, kemudian dia mulai berjalan dengan langkah yang lebih lebar.
" Ya elah...gw potong juga dah..itu kaki lama lama!." pikirnya.
" Tungguin gw kunyitttttt!!."
ucap Aira sambil berlari, dan tiba-tiba saja Alan berhenti didepan Aira, membuat gadis itu menabrakkan kepalanya sendiri ke punggung Alan yg kekar.
" Kalau mau berhenti kasih tau napa!!, kepala gw kan sakit nih jadinya!."
ucap Aira menggerutu kesal sambil mengelus jidatnya, Alan membalikkan badannya.
ucap Alan singkat.
" Terus kenapa lu berhenti kunyit!!."
ucap Aira sambil berkacak pinggang, dan menatap lurus manik mata Alan.
" Kita sudah sampai!."
ucap Alan santai.
" Udah sampai?."
ucap Aira bingung, karena dia sama sekali tidak melihat keramaian didepannya.
" Ya kita udah sampai!."
ucap Alan sambil menunjukkan sebuah warung kecil yg terlihat menjual bahan bahan sayuran, Aira menatap Alan seakan akan tidak percaya.
" Lu beneran nggak apa apa kita beli bahan makanan disitu?."
ucap Aira memperjelas kembali, Alan menganggukkan kepalanya.
" Gw hanya mau ngingetin lu aja ya, mungkin gw udah biasa beli bahan makanan di tempat warung beginian, tetapi Gw nggak ya-."
ucap Aira terpotong.
" Hushhh..jangan ngomong mulu, gw nggak seperti yg lu bayangin kok, gw bukan tipikal orang yang pilih pilih makanan, asalkan makanan tersebut enak, gw mah ok ok aja orangnya!."
ucap Alan santai, Aira memperhatikan wajahnya Alan untuk kesekian kalinya, kemudian dia menghela nafasnya.
" Gw nggak bisa bedain antara lu lagi jujur dan bohong!."
ucap Aira jujur, Alan terkekeh mendengar ucapan Aira.
" Makanya jadi cewek harus peka!, jangan banyak ngomong, ingat kita jalan kesini jauh jauh, buat beli bahan makanan!."
ucap Alan mengingatkan, Aira terdiam kemudian melihat Alan sekali lagi.
" Jangan salahin gw ya, kalau nanti tiba tiba lu sakit perut gara gara bahan makanan yang kita beli disini!."
ucap Aira mengingatkan.
" Ya elah...kalau gw sakit perut, pasti lu juga bakalan sakit perut juga!."
ucap Alan.
" Gw sama lu itu beda kunyit, gw hidup susah dari kecil, sedangkan lu..hmmm sepertinya lu nggak pernah ngerasain bagaimana susahnya mencari sesuap nasi untuk makan sehari-hari!."
ucap Aira sambil berjalan begitu saja melewati Alan, Alan terdiam mendengar ucapan Aira, dan ucapan tersebut membuat Alan berpikir sesuatu.
" Kehidupan seperti apa yg kamu jalani sebelum menikah dengan aku.. princess?."
ucap Alan bergumam pelan sambil menatap wajah Aira yg sedang memilih milih bahan makanan sendirian tanpa beban sedikitpun.
" Dia memang gadis yg tegar, sepertinya ini akan lebih sulit dari yg gw bayangkan dari yg sebelumnya!, Christina Aira Agustin Gadis kecil yang tidak kenal rasa takut.. sungguh menarik!."
ucap Alan pelan.
coming soon.. selamat membaca kakak.. sehat selalu ya.. terimakasihmasih untuk vote nya
.
.
.
.
.
.
. Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️