
Rizal menatap ChaCha sambil tersenyum manis, dua sama sekali tidak sadar dengan apa yang dia lakukan sekarang, hanya saja dia merasa ingin selalu dekat dengan gadis yg ada dihadapannya saat ini.
ChaCha mengangkat kepalanya, saat itu untuk yg kedua kalinya mereka berdua bertatap mata untuk beberapa detik.
" Hmm kak lebih baik kita jalan sekarang sebelum Aira dan Violeta pergi jauh."
ucap ChaCha sedikit canggung.
" Boleh..tapi kamu harus jalan sejajar dengan kakak, gimana?."
ucap Rizal yg merasa kalau ChaCha seperti nya sudah merasa tidak nyaman dengan dirinya, tapi mau dibuat gimana lagi, dia udah terlanjur mengambil langkah, pikirnya.
" Boleh kak, toh kak juga nggak akan melakukan hal yang aneh ini."
ucap ChaCha yg masih mencoba untuk tetap ramah.
" Ya udah kalau seperti itu, ayo."
ucap Rizal menarik tangan ChaCha, ChaCha hanya diam saja tidak banyak bicara yg ada pikiran nya saat ini hanya lah ingin cepat berkumpul dengan sahabatnya.
Aira melepaskan tangan Violeta dan melihat kebelakang sambil tersenyum, Violeta menatap aneh dengan tingkah Aira.
" Kenapa lu senyum sendiri?, emangnya ada yg lucu Ra?."
ucap Violeta bingung.
" Lu tau nggak sepertinya nanti ChaCha nggak bakal jomblo lagi deh."
ucap Aira sambil tersenyum.
" Maksud lu gimana?, gw nggak ngerti sumpah."
ucap Violeta yg bingung.
" ChaCha kayaknya bakal dapat pacar nggak lama lagi."
ucap Aira langsung ke intinya.
" Kenapa lu bisa yakin, setau gw ChaCha nggak pernah tertarik sama anak anak cowok yang disekolah, walaupun mereka beberapa kali nembak ChaCha, pasti akhirnya bakal ditolak."
ucap Violeta.
" Siapa bilang cowok yg kali ini dari sekolah kita."
ucap Aira
" Terus dari sekolah mana lagi dong, lagian setahu gw ChaCha itu orangnya sudah bergaul Ra."
ucap Violeta yg masih penasaran.
" Lu juga kenal kok sama laki laki ini, tapi gw nggak mau kasih tau lu, takut nanti nya lu keceplosan bilang bilang sama ChaCha, nanti nya bisa berabe urusannya."
ucap Aira.
" Yah..lu mah main rahasiaan segala sih, nggak seru nih."
ucap Violeta sambil manyun.
" Jangan sering sering manyun nanti gigi lu juga ikut maju ke depan."
ucap Aira bercanda.
" Sejak kapan manyun bisa menyebabkan gigi ikut maju?."
ucap Violeta.
" Semenjak lu manyun mulu...hahahha."
ucap Aira sambil tertawa, sedangkan Violeta dia pun manyun kembali, tidak lama kemudian ChaCha dan Rizal mendekati Aira dan Violeta.
" Ra, kenapa lu tinggalin gw sama kak Rizal tadi?."
ucap ChaCha mendekati Aira.
" Gw tadi barusan perlu kekamar mandi dulu, makannya gw jalan duluan bareng ini anak."
ucap Aira sambil tersenyum.
" Eh tapi tadi kan kita nggak..ke."
ucap Violeta belum selesai dia berbicara mulutnya sudah ditutup oleh tangannya Aira.
" Kenapa lu tutup mulut itu anak Ra?."
ucap ChaCha.
" Nanti kalau dia dibiarin ngomong, nanti dia bakal ngomong ngaco, kan berabe."
ucap Aira sambil tersenyum canggung.
" Oh gitu."
ucap ChaCha menganggukkan kepalanya, walaupun sebenarnya dia merasa ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh Aira, tapi dia nggak mau ambil pusing.
" Bukannya tadi lu mau makan?, Udah nyari tempat untuk makannya blm?."
ucap ChaCha.
" belum Cha."
ucap Aira.
" Ah ya udah gimana biar gw dan Violeta yg jalan duluan sambil cari tempat makan Gimana?."
ucap ChaCha.
" Boleh.."
ucap Aira sambil mendorong tubuh Violeta.
" Woy..lu kira gw barang yang bisa di pindah ke mana mana aja..."
ucap Violeta kesal.
" Aduh.. jangan marah dong.. nanti cantik nya luntur loh."
ucap Aira lembut.
" Awas lu ya Ra..."
ucap Violeta.
" Udah ayo..kita cari tempat makan dulu."
ucap ChaCha menarik tangan Violeta tiba tiba dan mulai berjalan duluan, Aira menatap Rizal Sambil nyengir dan menyenggol lengan nya.
" Gimana ada kemajuan nggak?."
ucap Aira.
" Kemajuan?, sepertinya belum ada, tetapi gw bakal pastikan kalau perasaan gw, nggak akan bertepuk sebelah tangan."
ucap Rizal percaya diri.
" Iya iya gw percaya, tetapi gw ingetin sekali lagi, jangan pernah lu sakiti hatinya ChaCha ok."
ucap Aira tegas.
ucap Rizal sedikit serius.
" Ok gw percaya."
ucap Aira, yg kemudian mulai berjalan duluan dan Rizal berjalan dibelakang.
🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Aldi sedang memperhatikan komputer nya dengan serius, terkadang dia menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
"Kenapa gadis yg ada di bar ini selalu yg terlihat hanya belakang nya saja, sama sekali tidak terlihat wajah depannya, bukannya ini hal yg merepotkan, apa itu anak nggak bisa ngelepasin ini cewek Tah, dua Minggu lagi kan ini anak mau nikah sama gadis yg namanya Aira itu, padahal gadis itu juga cantik kok difotonya, walaupun nggak tau gimana aslinya."
ucap Aldi berbicara dengan sendirinya.
" Tapi kenapa tubuh belakang gadis bar ini terlihat sedikit familiar, seperti gw pernah lihat sebelumnya, tapi dimana?."
ucap Aldi sambil memijat keningnya yg mulai terasa pusing.
" Aih benar benar kerjaan yang bikin frustrasi, emangnya nggak ada perkerjaan lain Tah selain ini, yg nggak jelas tujuan nya."
ucap Aldi menggerutu sendiri. tanpa dia sadari Alan sudah keluar dari ruangan nya, dan mulai berjalan ke tempat Aldi.
" Lu lagi ngapain?."
ucap Alan. penasaran.
" Lagi ngerjain tugas penting, kalau mau makan lu bisa turun duluan, gw lagi males makan."
ucap aldi tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang sedang dirinya bicara
" Gw nggak bisa turun untuk makan, kalau lu sendiri sepertinya masih sibuk dengan tugas lu, yg sepertinya bikin lu jadi serius seperti ini."
ucap Alan.
" Terserah lu gw mah yg penting udah ingetin, tapi kalau lu mau turun gw nitip makanan, untuk bos, takut dia juga belum makan karena lagi mikirin sesuatu."
ucap Aldi keceplosan.
" Emangnya bos lagi mikirin apa?."
ucap Alan sengaja.
" Gw tadi hanya asal bicara, lu nggak perlu tau."
ucap Aldi tegas.
" Oh gitu, gw mau tanya bukannya seharusnya kalau ada yg ngajak ngomong sama seseorang, seharusnya lu harus tau dulu bukan siapa yg lu ajak ngomong itu?."
ucap Alan datar.
" Iyah gw tau.."
ucap Aldi yg ucapan nya menganggantung karena dia melihat sosok yang sedang dia ajak bicara, Aldi menelan ludahnya.
" Eh bro..sejak kapan lu disini?."
ucap Aldi baru sadar.
" Dari tadi gw disini, cuma gw lagi ngajak ngobrol seseorang, tetapi sepertinya orang itu lagi serius banget ngerjain tugas kantor nya."
ucap Alan.
" Wajar kalau gw serius ngerjain tugas ini, soalnya lu minta gw sendiri harus fokus ngerjainnya."
ucap Aldi sedikit kesal ketika tau ternyata lawan bicaranya adalah Alan.
" Emangnya tugasnya apaan?."
ucap Alan.
" Lu..sok lupa atau gimana bro..ini soal cewek bar waktu itu..yg sama sekali belum ada titik terang nya sedikit pun."
ucap Aldi.
" Untuk soal itu lu bisa kerjakan dirumah, untuk sekarang lu bisa sedikit tenang."
ucap Alan.
" Ada angin apa lu bro?, sepertinya mood lu lagi bagus?."
ucap Aldi.
" Oh itu..lu tau kan adik gw."
ucap Alan.
" Iya gw tau, emangnya kenapa?."
ucap Aldi heran.
" Dia mau pulang ke Indonesia, buat ngebantu gw menggagalkan perjodohan ini."
ucap Alan senang.
" Bagus dong kalau seperti itu, berarti lu nggak perlu nikah sama gadis kecil itu."
ucap Aldi.
" Betul banget ucapan lu bro... makannya sekarang karena mood gw lagi bagus, kita makan diluar dan gw yang traktir gimana?."
ucap Alan.
" So pasti gw mau bro."
ucap Aldi yg mulai berdiri dan berjalan mendekati Alan.
" Ok kita ketempat restoran China aja gimana?."
ucap Alan.
" Terserah lu aja bro, gw udah lapar ni."
ucap Aldi.
Mereka berdua pun mulai berjalan ketempat tujuan mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa like jempolnya dan tersenyum manis