Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 34



Aira masuk kedalam kamar Alan, Sebenarnya sebelumnya seorang Maid membawanya ke kamar tersebut, Karena setelah tau jika keluarga Alan juga datang kerumah ini, dia memilih untuk pergi ke kamar nya, supaya dirinya bisa menenangkan pikirannya sendiri.


Aira tidak bisa menahan perasaannya lagi, Tangisnya bisa pecah dalam beberapa detik lagi, Aira mulai mencari kamar mandi dan akhirnya menemukan nya, dan kemudian masuk kedalam nya.


Alan memilih untuk tidur di kamarnya sendiri, Alan sekarang sudah berada didalam kamarnya, dan dia diberi tau oleh salah satu seorang maid nya jika Aira berada di dalam kamarnya juga, Alan sekarang sangat kesal kepada Aira, dia tidak ingin bertatap muka dengan gadis itu, tetapi setelah hampir 3 jam berada dikamar tersebut, Alan sama sekali tidak menemukan sosok Aira didalam kamarnya.


" Dimana Gadis itu?."


ucap Alan


" Masa Bodo, Akan lebih baik jika gadis itu menjaga jarak dengan gw."


ucap Alan yg tidak mau ambil pusing.


Alan mulai berjalan ke kasurnya, bersamaan dengan itu, pintu kamar mandi yg terbuka menampakkan sosok Aira yg berantakan.


Selama 3 jam itu ternyata Aira berada didalam kamar mandi, dan saat dia berada di dalam kamar mandi dan dia melihat pantulan wajahnya sendiri yg menggambarkan pecundang sejati.


Menikah dengan seseorang terdengar sangat normal buat orang lain, tetapi tidak untuk Aira, dia selama ini selalu protektif terhadap perasaannya, tubuhnya dan juga pikirannya.


Dan itu mulai dia lakukan semenjak dia masuk sekolah SD, dan dia selalu memberikan sugesti kepada dirinya sendiri, kalau dia adalah salah satu tentara laki laki dan tidak membutuhkan seorang partner, tetapi itu semua terjadi bukan tanpa alasan, Aira menjadi sosok gadis yg seperti ini karena dia melihat Mamahnya di pukuli dan disiksa oleh laki laki yg menjadi partner hidupnya.


Dan Aira juga pernah disiksa oleh Papahnya, hanya karena Papahnya berpikir jika Aira memiliki seorang pacar, dan melakukan hal lebih dari sekedar pacaran, dan hal itu sama sekali tidak pernah terpikir sekalipun Aira untuk melakukannya, dan karena hal itu dia membenci laki laki, dan tidak percaya dengan sebuah hubungan antara pasangan.


Aira berjalan mendekati Alan, tanpa melihat Alan sedikitpun, dan karena rambut Aira yg berantakan Alan tidak bisa melihat wajah Aira dengan jelas, dan Alan tidak sadar mata Aira yg memerah dan wajahnya yg membengkak karena menangis.


Alan berpikir jika Aira akan tidur di atas ranjang, dan dia ingin melarangnya, tetapi dia berhenti saat Alan sadar jika Aira hanya mengambil barang-barang nya yg berada didekat ranjang.


Aira mengambil barang-barang nya, dan berjalan menuju sofa yg lebar, yg berada dekat jendela dan tanpa berkata apapun Aira membaringkan tubuhnya di atas sofa tersebut.


Alan kemudian melihat Aira sekilas, kemudian dia membaringkan tubuhnya dan mulai terlelap dalam tidurnya, Tetapi berbeda dengan Aira, Gadis itu tidak bisa tidur semalaman karena merasa tertekan.


Keesokan harinya.


Lingkaran hitam dibawah mata Aira terlihat jelas, apalagi dengan matanya yg besar karena menangis, dia tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan Tentang keadaan saat ini.


Dan dia menyimpulkan bahwa Elena adalah wanita paruh baya yg memberikan uang yg banyak kepada Papahnya.


Aira teringat saat dirinya berada didalam kamar mandi kemarin malam, dia sudah membuat sebuah rencana untuk dirinya sendiri, dan perceraian adalah rencana utamanya.


Aira membuat dirinya tidak percaya dengan yg namanya sebuah hubungan, keluarga barunya yg Sekarang mungkin akan tersakiti oleh dirinya suatu hari nanti, Dan dirinya tidak bisa menerima pernikahan ini sampai kapanpun juga, dan orang orang di keluarga ini akan merasa tersakiti. pikirnya


Aira menghela nafasnya berat, kemudian dia menatap jam tangannya yg menunjukkan pukul 10:30, Alan sudah berangkat kerja di pagi buta, dan sekarang Aira sedang berdiri di atas balkon, sampai dia mendengar seseorang memanggil namanya, Aira menoleh kebelakang dan mendapati sosok wanita paruh baya yg tak lain adalah Elena. atau lebih tepatnya mertua nya.


Elena berdiri didepan pintu dengan senyuman manis yg terukir diwajah cantiknya.


" Aira, Bolehkah Mamah masuk?."


ucap Elena lembut, Aira menatap Elena curiga.


" Oh sayang tenanglah, Mamah datang kemari karena mempunyai sesuatu yang perlu dibicarakan oleh kamu."


ucap Elena lembut, sambil duduk di sofa dan Elena juga membuat Aira duduk bersamanya.


Elena paham betul dengan sifat Aira, dimatanya Aira termasuk gadis yg ceria dan penyayang, dan Elena tau semua itu, karena ternyata dia juga salah satu donatur di panti asuhan yg biasa Aira kunjungi, dan ibu panti disana hampir memberi tahu tentang kepribadian Aira kepada Elena setiap kali dia berkunjung.


Yg Elena tau Aira adalah gadis yg suka berbicara dan sering membuat lelucon, tetapi dari kemarin Aira selalu berdiam diri, dan dengan mudah Elena menyadarinya, dan karena hal itu Elena ingin membuat Aira nyaman terlebih dahulu, dan membuat dirinya supaya merasa seperti berada dirumahnya sendiri.


" Bagaimana keadaan kamu baik baik aja?."


ucap ucap Elena dan hanya dijawab dengan anggukan kepala sekali oleh Aira,


" Apakah kamu tidak tidur semalaman?."


ucap Elena yg menyadari lingkaran hitam dibawah mata Aira.


ucap Aira singkat, Elena hanya menghela nafas, karena dia tau jika Aira sedang tidak ingin berbicara. tetapi setidaknya dia berbicara sedikit tadi pikir Elena.


" Tante?, bolehkah aku bertanya sesuatu?."


ucap Aira yg terdengar sedikit ragu.


" Hmm!!, tentu saja boleh!."


ucap Elena dengan senyuman manis yg selalu terukir diwajahnya.


" Apakah aku terlihat seperti sebuah produk?, yg Tante bisa beli dari Hendra atau Papah ku?."


ucap Aira yg langsung berbicara ke inti masalahnya.


" Huh?, Kenapa kamu sampai berpikiran kearah sana?."


ucap Elena terkejut dengan pertanyaan Aira.


Aira Hanya menundukkan kepalanya, dan dia hanya menatap lantai yg dingin, dan Elena termasuk orang yang peka, dia dengan spontan memegang kedua tangan Aira dan menyatukan kedua tangannya tersebut.


" Iya, Papah mu mendatang Mamah, sambil membawa sebuah proposal pernikahan kamu dengan seorang laki laki, Mamah terkejut karena laki laki yg akan menikahi mu itu bukanlah laki laki yg baik!, dan Mamah ingin menyelamatkan kamu dari laki laki itu, Mamah meminta kepada Papah mu untuk tidak menikahkan mu dengan laki laki itu setidaknya, dan dia memberikan Mamah dua pilihan, pertama masih menikahkan kamu dengan laki laki itu, atau menikahkan kamu dengan Alan dan memberikan uang kepadanya, tolong jangan salah paham dengan Mamah, Mamah benar benar minta maaf jika menyakiti perasaan mu Aira, karena Mamah tidak mau Hendra menghancurkan kehidupan mu nak, jadi tolong untuk tidak salah paham dengan Mamah. ."


ucap Elena menjelaskan panjang lebar.


Aira merasa putus asa dengan tindakan Papahnya sendiri, Aira Sekarang tau jika ternyata Elena tidak menyukai sikap Papahnya, yg selalu memaksakan kehendak dirinya sendiri kepada orang lain.


" Jangan meminta maaf Tante, karena ini bukan kesalahan Tante!."


ucap Aira pelan.


" Tetapi, bisakah Tante memberi tahu ku, berapa banyak uang yg Tante berikan kepada Papah?."


ucap Aira melanjutkan ucapannya.


Elena teringat tentang Hendra yg menyuruhnya merahasiakan semuanya kepada Aira tentang kesepakatan yg mereka berdua buat, Elena sebenarnya tidak ingin memberi tahu, tetapi tanpa sengaja dia memberi tahu semuanya.


" Sepertinya, kita akhiri saja perca-."


ucap Elena terpotong.


"Aku ikut mendapatkan imbas dari masalah ini, dan aku mempunyai hak untuk mengetahui semuanya."


ucap Aira tegas, mendengar ucapan Aira Elena terdiam sesaat, karena Bagaimanapun juga, Aira memang berhak untuk mengetahuinya dan akhirnya dia menjawab pertanyaan tersebut, Elena menghela nafas.


"Satu juta dollar!."


ucap Elena pelan


.


.


.


.


.


.


.


terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️