
Alan hari ini dia marah marah tidak karuan, bukan hanya karena masalah dia mendapatkan kerugian ataupun gara gara gadis itu, belum selesai masalah tadi pagi, sekarang malah datang lagi masalah, Alan disuruh menikah. bukan kah itu hal yang mustahil dilakukan oleh nya, dia sampai sekarang saja belum pernah ada satu gadis pun yg berada disisi nya, terus bagaimana caranya Alan bisa nikah, dia tidak mau jika pernikahan diatur oleh orang tua nya.
" Aih.. sejak kapan Mamah ikut campur dengan kehidupan gw aishh!."
ucap Alan mengacak rambutnya frustasi, dia teringat kejadian beberapa menit yg lalu.
Flashback on.
Seorang wanita paruh baya, terlihat begitu anggun memasuki salah satu perusahaan, dan perusahaan Tersebut adalah milik anaknya yang keras kepala, ketika wanita tersebut masuk banyak yg membungkukkan badannya sebagai rasa hormat, wanita tersebut hanya membalas dengan senyuman, wanita itu melanjutkan langkahnya, dan memasuki lift yg khusus CEO. setelah sampai di sana, wanita tersebut keluar dari lift dan terlihat lah Aldi yang baru datang, Aldi kaget melihat kedatangan sosok wanita cantik paruh baya yg lebih dikenal dengan sebutan Tante Elena atau ibunya Alan.
" Selamat pagi Nyonya, ada keperluan apa ya, nggak biasanya datang ke sini tanpa ngabarin dulu?."
ucap Aldi basa basi.
" Aih kamu Di, masih saja manggil saya nyonya, panggil saya Tante Elena, apa anak keras kepala itu ada didalam?."
ucap Elena.
" Kebetulan ada Tan, kalau mau, langsung masuk aja Tan!."
ucap Aldi mempersilahkan Tante Elena, Tante Elena hanya tersenyum.
" Coba kalau anak keras kepala itu seperti kamu, mungkin aja Tante nggak bakal ngambil langkah seperti ini."
ucap Tante Elena sambil tersenyum misterius, Aldi yg mendengar nya langsung mengernyitkan dahinya.
" Maksud Tante apa?, emangnya Tante punya rencana apa untuk Alan?."
ucap Aldi penasaran.
" Nggak Tante cuma asal bicara aja, Tante masuk dulu, jangan biarin ada yg masuk ya!."
ucap Elena sambil berlalu masuk. Aldi pun hanya mengangkat bahu nya bingung. toh nanti juga dia bakal tau apa yg direncanakan oleh Tante Elena untuk Alan.
" Apa kamu tidak tau etika?, masuk itu ketuk pintu du....."
ucap Alan dengan suara yang meninggi, tapi ucapan nya menggantung saat melihat sosok wanita yg paling dia sayangi dan takuti siapa lagi kalau bukan mamahnya.
" Mamah... kesini kok nggak ngabarin dulu?."
ucap Alan gugup, karena hampir satu Minggu dia tidak pulang kerumahnya ataupun menelpon Mamahnya, pastinya mamahnya akan murka.
" Dasar anak kurang ajar...kamu nggak tau jalan pulang Tah?, sampai mamah sendiri yg harus datang ke perusahaan kamu ini, Mamah ini sudah tua kamu tau itu bukan!."
ucap Elena sambil mendekati Alan dan menjewer telinga anaknya dengan kuat.
" Aduh mah sakit ampun ampun..aku lagi sibuk banget akhir akhir ini makanya aku nggak sempat pulang ataupun nelpon Mamah."
ucap Alan sambil mencoba melepaskan tangan mamahnya yg berada di telinganya, bukannya dilepaskan malah di jewer nya lebih kencang.
" Hey apa kamu tidak takut jika Mamah tiba tiba jantungan atau apa gitu?, dirumah nggak ada orang, adik kamu Rachel dia masih kuliah diluar negeri, sedangkan kamu, sepertinya lupa sama Mamah kamu sendiri?."
ucap mamahnya melepaskan tangan nya dari telinga anaknya dan mamahnya duduk di sofa sambil menutup matanya, Alan pun menghela nafasnya.
" Ya udah maafin Alan, hari ini Alan bakal pulang, jadi Mamah nggak perlu sedih lagi ya."
ucap Alan sambil mengelus pundak mamahnya lembut, walaupun dia tau kalau mamahnya hanya pura pura sedih, tapi dia tidak mau membuat mamahnya sedih walaupun itu hanya pura pura.
" Kamu hanya malam ini doang pulangnya?, setelah itu nggak pulang lagi?."
ucap Elena pura pura sedih, Alan pun hanya tersenyum.
" Mulai sekarang Alan bakal sering pulang kerumah gimana?."
ucap Alan membujuk mamahnya.
" Mamah pengennya kamu tinggal dirumah, pulang perginya kamu mamah perlu tau, karena kamu tau sendiri mamah tinggal sendiri dirumah yg besar, kalau tinggal sendiri Mamah ngerasa kesepian."
ucap Elena memelas.
Percuma berdebat dengan Mamahnya yg keras kepala, karena dia tau setiap Mamahnya datang ke perusahaan pasti ada yg dia inginkan.
" Baiklah Mamah sebenarnya pengen apa?, biar nanti Alan lakukan semuanya untuk Mamah!.ⁿ"
ucap Alan pasrah, walaupun dia ngerasa ngeri, karena terakhir kali mamahnya datang meminta dia untuk kencan buta lebih dari 10 kali dalam sehari bukankah itu hal gila, pikirnya.
" Semoga saja permintaan Mamah tidak ada yg aneh!" pikirnya.
" Mamah pengen punya cucu, biar rumah nggak sepi!."
ucap Elena sambil tersenyum manis. mendengar ucapan Mamahnya membuat Alan menelan ludahnya dengan susah payah.
" Mamah pengen cucu, gimana ceritanya?, anak anak mamah sama sekali belum ada yg menikah loh?."
ucap Alan yg merasa aneh, karena setau dia adiknya belum menikah jadi gimana ceritanya Mamah punya cucu.
" Anak anak Mamah memang belum pada nikah."
ucap Elena tersenyum misterius, membuat Alan yg melihat nya menjadi merinding, tiba tiba perasaan tidak nyaman menyelimuti hatinya.
" Nggak mungkin Mamah nyuruh gw nikah?, pacar aja gw nggak punya!." pikirnya, mata Alan, masih melihat Mamahnya penuh kebingungan.
" Bukankah Alan akan mengabulkan semua keinginan Mamah?."
ucap Elena sambil tersenyum manis, Alan menelan ludahnya dan mengangguk kan kepalanya pelan, Mamahnya hanya tersenyum.
" Mamah mau kamu nikah sayang, Mamah pengen cepet-cepet gendong cucu."
" Mah...maaf untuk permintaan Mamah kali ini, Alan seperti nya nggak bisa melakukannya Mah."
ucap Alan pasrah.
" Apa kamu nggak kasian sama mamah?, Apa mungkin jika setelah Mamah Jatuh sakit kamu baru mengabulkan permintaan Mamah?."
ucap Elena tegas karena tidak mau kalah.
" Alan nggak mau Mamah jatuh sakit, tapi Mamah tau sendiri, aku tidak memiliki pacar ataupun wanita yg sedang dekat dengan ku!."
ucap Alan yg mencari alasan.
" Jika itu alasan kamu tenang semuanya serahkan sama Mamah, karena Mamah sudah menemukan gadis yg menurut Mamah cocok sama kamu!."
ucap Elena sambil tersenyum dan terdengar begitu antusias sekali, tapi ucapan Mamahnya malah seperti petir disiang bolong menurut Alan.
" Mah nggak bisa gitu dong!, pernikahan itu bukan mainan loh mah, Mamah nggak bisa asal ngejodohin Alan!."
ucap Alan yg sudah kesal karena tidak terima di jodohkan.
" Mamah tau kamu pasti tidak mau di jodohkan, tapi umur kamu sudah matang untuk menikah nak, anak laki laki seumuran kamu itu udah pada nikah, jadi untuk kali ini dengerin ucapan Mamah, Mamah minta kamu menikah dengan gadis pilihan Mamah, tidak ada alasan lain, kecuali kalau hari ini kamu tunjukkan kalau kamu mempunyai kekasih, maka Mamah tidak akan menjodohkan kamu!."
ucap Elena penuh penekanan disetiap ucapannya, Alan hanya menghela nafas panjang dan memejamkan matanya, percuma berdebat dengan Mamahnya.
" Terserah Mamah saja, Alan akan ikuti semua permintaan Mamah, jadi sekarang lebih baik Mamah pulang, Alan masih banyak pekerjaan!."
ucap Alan sambil berjalan ketempat kerja nya.
" Kalau begitu bagus, Mamah tunggu dirumah ya anak Mamah tersayang, dan jaga kesehatan mu ya!."
ucap Elena sambil tersenyum dan pergi.
Setelah kepergian Mamahnya, Alan menghela nafas panjang, dan memejamkan matanya mencoba menenangkan pikirannya.
" Apa gw bener bener perlu mengikuti permintaan Mamah, sedangkan gw lagi suka sama seseorang, ya tuhan apa yg harus gw lakuin, sampai sekarang gw belum bisa menemukan wanita yg gw cari." pikirnya,yg sudah hampir putus asa.
Flashback off.
Aldi masuk keruangan Alan, dia melihat ekspresi wajah Alan yg susah untuk diartikan, untuk pertama kali Aldi melihat Alan yg terlihat Bingung dan kacau.
" Lu kenapa bro?."
ucap Aldi heran. Alan mengangkat kepalanya dan menatap Aldi kosong.
" Gw disuruh nikah!."
ucap Alan pelan.
" Oh gitu do.. what the fu** ..hey gw salah dengar lu disuruh nikah?, siapa yg nyuruh?."
ucap Aldi yg sekarang mengerti kenapa wajah teman nya yg satu ini seperti kaset kusut.
" Siapa lagi, kalau bukan si kanjeng mamih, bisa gila gw Di, gw disuruh nikah sama seorang gadis tapi gw sama sekali nggak kenal bro!."
ucap Alan kesal sambil mengacak ngacak rambutnya.
" Hmmm gw ngerti perasaan lu bro, tapi mungkin itu adalah hal yg terbaik buat lu, jadi menurut gw terima aja, lu jalanin pernikahan lu, nanti juga lama lama lu pasti punya perasa sama itu cewek yg nanti lu nikahin itu!."
ucap Aldi panjang lebar, tapi bukan mendapatkan senyuman dari Alan, dia malah mendapatkan tatapan tajam dan dingin.
" Dengerin.... gw mungkin bakal menikah sama gadis itu, tapi gw sama sekali tidak akan pernah jatuh cinta dengan gadis itu!."
ucap Alan tegas, membuat Aldi melongo terperangah dengan ucapan Alan.
" Jangan bilang, walaupun setelah lu nikah dengan gadis itu, lu masih mau cari cewek yg misterius itu lagi?."
ucap Aldi Hati hati. semoga aja apa yg dipikirkan nya salah.
" Memang benar apa yg di ucapkan oleh lu, walaupun gw udh nikah, tapi cewek yg menarik perhatian gw itu hanya my princess dan nggak ada orang lain lagi, jadi gw harap lu untuk cepat cari tau tentang gadis itu."
ucap Alan tersenyum misterius, sedangkan Aldi geleng geleng.
" Tapi gw ingetin lu ya, jangan sampai lu sakiti perasaan istri lu nanti ya!."
ucap Aldi mengingatkan.
" Kalau itu gw nggak yakin bro, biar nanti waktu yg menjadi saksi."
ucap Alan santai, tidak tau kenapa setelah mengatakan semuanya kepada Aldi, sedikit terasa ringan.
.
.
.
.
.
.
.
have nice day, terimakasih sudah mau mampir ☺️