Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 94



" Cinta adalah kondisi dimana kebahagiaan orang lain sangat penting bagi diri Anda."


—Alan Gusti Nugraha—


🌸🌸🌸


Alan meletakkan Aira ke atas ranjang dengan lembut, Alan melepaskan sepatu yang dipakai Aira, kemudian Alan mulai menyelimuti tubuh Aira dengan selimut, setelah selesai Alan mundur beberapa langkah, Alan memperhatikan wajah Aira yg sedang tertidur pulas, senyuman manis terus menerus terukir diwajahnya.


Kemudian Alan mulai mendekati Aira dan duduk ditepi ranjang sambil mengelus rambut Aira dengan lembut, dan senyuman manis itu tidak pernah hilang diwajahnya.


" Dia begitu cantik dan terlihat polos, dan terlihat begitu rapuh, tetapi siapa sangka jika dia adalah gadis yg tangguh dan kuat, kamu tau Aira, kamu adalah gadis pertama dan terakhir yg akan menempati hati ini."


Ucap Alan bergumam pelan.


"Bukankah gw laki laki yg pengecut hmmm, gw nggak bakalan berani buat ngomong kayak gini kalau lu sadar."


Ucap Alan sambil tersenyum pahit, tanpa Alan ketahui ternyata Aira hanya sedang pura pura tidak, gadis itu berusaha untuk tetap tenang, walaupun hatinya sudah berdetak tidak karuan, apalagi setelah mendengar pernyataan tersebut, dia ingin sekali memeluk laki laki tersebut dan memberi tahu laki laki itu tentang perasaannya.


" Aira....kamu tau..kamu adalah orang pertama yang sudah berhasil merubah Aku, walaupun kamu mungkin tidak menyadarinya, tapi aku tidak mungkin berani memberi tahu kamu, karena aku yakin pasti kamu bilang kalau aku hanya sedang membual."


Ucap Alan pelan, Alan berusaha mengeluarkan isi hatinya sendiri saat ini, Alan kemudian menghela nafasnya.


" Kamu tahu Aira, aku itu adalah laki laki normal, aku sama seperti laki laki yg berada diluar sana yg menginginkan Istrinya mencintai suaminya, tetapi aku bukanlah seorang pemaksa, Aku tidak ingin kamu merasa terancam dengan keberadaan aku, aku tidak ingin kamu merasa tidak nyaman dengan keberadaan aku, aku tidak ingin kamu lari menjauh dari kehidupan Aku, karena aku tau, aku pasti akan menggila saat kamu tidak berada disisi ku. Kamu tahu aku sangat ingin memberi tahu dirimu, bahwa aku sangat mencintaimu Aira..my princess."


Ucap Alan tulus dia berbicara pelan sambil menundukkan kepalanya.


Kemudian Alan membalikkan tubuhnya dan dia berencana untuk meninggalkan kamar tersebut, tetapi langkahnya langsung terhenti saat dia merasa seseorang sedang memeluk pinggangnya dari belakang.


Mata Alan langsung membulat horor, dia menelan ludahnya dengan susah payah, Alan kemudian memberanikan dirinya menoleh kebelakang, dan disanalah dia melihat Aira sedang tersenyum manis kepadanya dengan mata yg berbinar binar seperti anak kecil.


Imut... pikirnya, Alan kemudian sadar dengan posisi mereka saat ini, Alan kemudian berusaha untuk melepaskan tangannya Tetapi Aira malahan semakin erat melingkarkan tangannya.


" Lu perlu isti-."


Ucap Alan terpotong.


Cup..


Sebuah kecupan manis mendarat mulus di bibirnya Alan, laki laki itu terdiam kaku seperti patung matanya membulat sempurna.


Aira terkekeh melihatnya, Alan pun tersadar.


" Maksudnya apa?."


Ucap Alan pura pura untuk tetap tenang, walaupun aslinya dia senang bukan main, Aira Tiba tiba saja tersenyum menyeringai.


" Tau nggak sih..lu itu ternyata punya sisi pemalu juga hmmm!."


Ucap Aira sambil mencubit pipinya Alan gemas, Alan di buat bengong oleh tingkah Aira.


" Jangan bilang kalau lu sedang pura pura tidur tadi!."


Ucap Alan.


" Gw Sebenarnya tadi tidur beneran kok, tapi karena lu ngomong mulu maka tidur gw pun terganggu."


Ucap Aira santai, seakan masih tidak terima.


" Kenapa lu nggak langsung bangun huh?."


Ucap Alan kesal karena ketahuan, Aira pun tersenyum misterius, kemudian dia memajukan wajahnya.


" Karena gw penasaran dengan isi hati lu ini."


Ucap Aira sambil menunjuk dada Alan, Alan menelan ludahnya untuk kesekian kalinya.


" Apa sekarang lu udah puas denger semuanya?."


Ucap Alan kesal, karena dia berpikir jika Aira tidak memiliki perasaan yang sama sepertinya.


" Gw belum puas."


Ucap Aira sambil tersenyum menyeringai.


" Jangan senyum kayak gitu, nggak cocok sama muka lu!."


Ucap Alan kesal.


" Kan lu yg ngajarin."


" Aih.. sudah lah..gw mau pergi, lepasin tangan lu ini."


Ucap Alan sambil menepuk tangan Aira beberapa kali.


" Dasar cowok batu..."


Ucap Aira sambil geleng-geleng tanpa melepaskan tangan nya.


Alan menghela nafas pasrah.


" Lu mau ngomong apa huh?, Lu udah dengar semua ucapan gw,lu udah denger perasaan gw, dan gw nggak akan pernah maksain lu buat suka sama gw, tapi gw berharap kita masih bisa berteman, dan gw juga nggak mau di tinggalin sama lu, mungkin permintaan gw terlalu banyak dan terdengar sulit untuk di kabulkan, tetapi jujur dari lubuk hati gw yg paling dalam, gw belum siap buat ditinggalin sama lu."


Ucap Alan panjang lebar, Aira tersenyum kecil mendengar ucapan Alan.


" Lu itu jadi orang harus nya selalu optimis, lu tau kan, dan juga gw, gw mau ngingetin bukankah kita lagi bertaruh tentang ini!."


Ucap Aira, wajah Alan seketika langsung berubah, karena dia baru ingat, wajahnya langsung berubah datar dan dingin.


" Terus lu mau apa, bukankah sudah jelas kalau yg menang itu lu!."


Ucap Alan dingin.


" Gw tau kok yg menang itu pasti gw."


Ucap Aira sambil tersenyum manis.


" Kalau kayak gitu sepertinya gw tau, kalau permintaan gw yg tadi pasti mustahil untuk lu lakuin, ah..maafin gw dan anggap aja kalau gw nggak ngomong apa apa sama lu tadi."


Ucap Alan yg terdengar lesu, Aira terdiam kesal.


" Lu tau, gw nggak suka Sifat pesimis lu ini, padahal dari tadi gw juga belum ngomong sesuatu."


Ucap Aira kesal.


" Gw tau kok lu pasti minta ce-."


Ucap Alan terpotong.


" Gw itu suka sama lu...aih..siall."


Ucap Aira mengumpat kesal, dia tidak sabar karena dari tadi Alan selalu memikirkan tentang persepsinya sendiri.


" Lu ngomong apa tadi?."


Ucap Alan yg masih tidak percaya.


" Gw bilang kalau gw itu suka sama lu.. denger nggak..atau perlu gw korek telinga lu pake linggis supaya lu bisa denger dengan jelas huh!."


Ucap Aira sambil tersenyum kecil.


" Arghhh..!"


Ucap Alan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, perasaan senang bahagia sedih kesal, terkejut menjadi satu.


Aira tersenyum melihat Alan.


" Apakah ini yg namanya kebahagiaan tuhan!." Pikirnya, Aira ingin sekali mengabadikan momen yang seperti ini, yg sangat jarang dia alami.


" Aku menyayangimu tuan mesum..heheheheh!."


Ucap Alan sambil memeluk Alan semakin erat dan menenggelamkan wajahnya kedada bidang Alan, sedangkan Alan dia membalas pelukan tersebut dengan pelukan hangat dan dia terlihat beberapa kali menciumi pucuk rambut Aira dengan sayang.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️