
Alan berdiri disampingnya Aira dan tanpa basa basi lagi dia melingkarkan tangannya ke pinggang Aira Aira, membuat gadis itu merinding karena jijik, Tetapi Alan tidak tau kenapa dia melakukan semua itu, padahal bisa saja dia bersikap acuh, tetapi dia sama sekali tidak bisa menahan amarahnya.
Alan kemudian dengan sengaja menurunkan tangannya dab meletakkan tangannya di samping bahu Aira tanpa menyentuh bahu Aira, membuat laki laki hampir kepala 4 itu, langsung bergeser sedikit, dan kemudian Alan berdiri tegak.
Aira memutar bola matanya jengah, dia sama sekali tidak mau berbicara sedikitpun dengan laki laki yg ada disampingnya saat ini yg tidak lain adalah Alan, Aira kemudian mulai mendekati anak kecil yg tadi.
Masih dengan perasaan kesalnya, jarak mereka lumayan sedikit berjauhan, karena tangan Alan yg panjang, beberapa dekit kemudian tiba tiba saja mobil bus tersebut berhenti tiba tiba membuat para penumpang dalam masalah.
Anak kecil laki laki tersebut akan jatuh dari pangkuan Neneknya, Aira kemudian menyangga tubuhnya anak kecil tersebut, tetapi Aira kehilangan keseimbangannya. dengan cekatan Alan langsung menangkap tubuh Aira dengan cara memeluk pinggangnya dengan erat, kemudian Alan membantu Aira berdiri tegak kembali.
Mata Aira membulat sempurna, dia sudah menahan amarahnya, dia bisa merasakan jika darah dalam tubuhnya tiba tiba saja mendidih karena menahan amarahnya dari tadi, karena sebelum jatuh berbarengan dengan anak kecil tersebut, karena Aira sudah memegang tiang penyangga disebelahnya, Walaupun Alan tidak membantu nya, Aira masih bisa menyeimbangkan tubuhnya sendiri.
Alan melihat ekspresi wajah Aira, dan dengan cepat dia melepaskan tangannya, dan pada waktu yg sama laki laki yg berada dibelakang Alan, jatuh kebawah dan merasa sakit pada bagian hidungnya.
" Arghhhh..hidungku!."
ucap Laki laki tersebut sambil mengelus hidungnya yg dia rasakan sakit, Aira menoleh kebelakang, dan Alan bergeser kesamping, membuat laki laki yg jatuh barusan seperti penjahat.
Aira menatap laki laki tersebut dengan sinis, sedangkan laki laki tersebut hanya menyeringai sambil mengelus hidungnya.
Aira pun memalingkan wajahnya dan mulai melihat sekelilingnya, suasana bus mulai ricuh, orang orang yang ada didalam mobil tersebut pada mengomel kepada supir bus tersebut dan ada beberapa orang yg masih fokus pada tubuhnya mereka masing masing, Supirnya menjelaskan bahwa ada sebuah mobil yg tiba tiba saja mengambil jalur bus dan tiba-tiba berhenti.
" Kalau bukan gara gara tua Bangka mesum ini, si tuan mesum Nggak bakalan nyentuh gw." pikirnya geram, kemudian Aira mulai melihat sekelilingnya, Aira mulai menutup tangannya dengan sapu tangannya, dan dengan lihai Aira memukul tua Bangka mesum itu dibagian perutnya.
Tua Bangka mesum tersebut wajahnya mulai memucat, dia mulai duduk dibawah sambil memegang perutnya yg dia rasa menyakitkan, dan ternyata seorang anak kecil laki laki yg tadi melihat semua kejadian barusan sambil melongo tidak percaya, Aira meletakkan jari telunjuknya di bibirnya, memberi isyarat ke nak kecil itu untuk pura pura tidak melihat, kemudian Aira mengedipkan matanya kemudian mulai berjalan keluar dari bus tersebut.
Alan berjalan dibelakang Aira, mengikutinya dari belakang, karena Aira tidak suka diikuti, diapun membalikkan badannya.
" Lu dari tadi ngikutin gw?."
ucap Aira datar sambil melipat kedua tangannya, Alan menatap Aira dengan ekspresi datarnya, Tanpa menjawab ucapan Aira, Alan merogoh kantongnya dan menelpon seseorang.
" Bawa mobil ke jalan xxx."
ucap Alan singkat, kemudian mematikan telponnya Secara sepihak, Aira mengerutkan keningnya.
" Lu ngapain sih?."
ucap Aira penasaran, Alan masih tetap diam, dan tidak mau membuka mulutnya, dan saat itu lah Aira mulai geram, dan saat Aira ingin membuka mulutnya, sebuah mobil berhenti didepan mereka dan seseorang turun dari mobil tersebut dan menghampiri Alan.
" Antarkan Gadis ini pulang dengan selamat."
ucap Alan sambil menunjuk kearah Aira, dan terlihat jelas Aira ingin protes, tetapi dia urungkan niatnya tersebut setelah melihat Tatapan tajam Alan kepadanya. Aira menghela nafasnya, kemudian masuk kedalam mobil tersebut tanpa banyak bicara.
" Kamu pulang duluan, Nanti saya akan pulang sendiri, Tapi kamu tidak perlu menunggu saya."
ucap Alan sambil menatap Aira dan tersenyum kecil, tapi Aira tidak melihatnya.
" Emangnya siapa yg mau nungguin lu, jadi orang kepedean banget sih."
ucap Aira bergumam, tapi Alan masih bisa mendengarnya, kemudian dia terkekeh geli.
" Jalan Pak."
ucap Alan, kepada Supirnya, kemudian mobil tersebut mulai berjalan menjauh dari Alan, Alan merogoh kantongnya dan menelpon seseorang.
" Saya meminta kalian untuk memberi pelajaran kepada seseorang."
ucap Alan.
" Baik Tuan."
ucap seseorang, Alan pun mematikan telponnya dan mengirimkan foto orang tersebut.
" Mahluk seperti kalian ini seharusnya sudah punah."
ucap Alan.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️