Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 83



(Setidaknya, Tuntun aku, Tunjukan langkahku, Teguhkan hati ku tuhan, aku ingin bersamanya dan memperbaiki segalanya, sudahkah aku mengatakan kalau aku sangat mencintainya?.)


— Alan Gusti Nugraha —


🌸🌸🌸🌸


Desiran ombak masih bisa terdengar samar-samar didalam villa tersebut, Suasana di dalam villa tersebut sangatlah hening dan yg Terdengar hanyalah suara acara masak masakan Aira, gadis itu terlihat sedang fokus memasak, sedangkan Alan.


Laki laki itu Melihat pemandangan yg jarang terjadi didalam kehidupannya, dia tidak tau jika menunggu seseorang yang sedang memasak makanan itu begitu menyenangkan, pikirnya.


Bukankah seharusnya membosankan menunggu sesuatu tanpa melakukan apapun, dan berdiam diri dengan posisi duduk manis.


Itu bukanlah tipikal Alan, tetapi sekarang dia melakukannya, Apakah dunia ini sudah terbalik pikirnya, dirinya tidak habis pikir, kenapa dia bisa patuh mendengar ucapan Gadis yg menarik hatinya tersebut.


Dan memikirkan hal itu saja sudah membuatnya pening.


" Woy mau makan nggak lu?."


ucap Aira, membuyarkan lamunan Alan, laki laki itu mengedipkan matanya beberapa kali karena refleks, dan Aira menatap Alan dengan aneh.


" Mata lu kelilipan?."


ucap Aira, Alan tidak menjawab ucapan Aira, perhatian laki laki itu teralihkan oleh aroma makanan yang ada dihadapannya saat ini, yg tanpa dia sadari air liur nya mulai menetes.


" Jorokk luu!!, Lap tuhh..air liur lu!."


ucap Aira, Alan langsung menyeka air liurnya, kemudian menatap makanan itu kembali, Aira terlihat mulai memasukkan sendok yg penuh makanan kedalam mulutnya dan mulai mengunyahnya, tetapi Alan mengatakan sesuatu yang hampir membuat dirinya tersedak.


" Suapinn gw!."


ucap Alan pintanya, Aira menelan makanan yang ada didalam mulutnya dengan cepat, sambil menatap wajah Alan dengan kesal.


" Ini orang maunya apa lagi sih!." pikirnya.


" Kok lu diem aja sih, gw kan bilang suapinn gw!."


ucap Alan sambil merengek seperti anak kecil.


" Kenapa gw harus suapinn lu huh?, Lu punya tangan yg masih bisa di pake, dan lu juga masih sehat."


ucap Aira kesal.


" Gw minta suapinn sama lu, karena piringnya hanya ada satu doang, dan sendoknya cuma ada satu doang, jadi lu perlu suapinn gw, atau gw tinggalin lu sendirian disini!."


ucap Alan, Sebenarnya Alan sudah melihat alat perlengkapan makan, dan semua itu hanya untuk satu orang saja.


" Lu lagi nggak bercanda kan, nggak mungkin Alat makannya hanya ada satu doang!."


ucap Aira tidak percaya, kemudian dia membuka lemari puring, dan benar saja, tidak ada piring lagi disana.


" Bisa gila gw lama lama!."


ucap Aira, Alan terlihat pura pura tidak mendengarnya.


" Gw nggak bisa makan satu piring sama orang!."


ucap Aira.


" Ya udah, kalau kayak gitu gw balik aja ke kamar!."


ucap Alan sambil berdiri, dengan cepat Aira menahan tangan Alan.


" Jangan tinggalin gw sendiri jendol, aishh..ya udah kita makan satu piring berdua, tapi gw nggak mau nyuapin lu, karena lu bukan bayi!."


ucap Aira kesal, Alan pun tersenyum.


" Setidaknya masih bisa makan sepiring berdua, thanks..om udah bikin kejutan yg lumayan rese, tetapi berfaedah juga!."pikirnya


Aira dan Alan pun mulai makan sepiring berdua, dan Sendoknya jangan tanya, mereka bergantian memakai Sendoknya.


" Lu habisin aja Sisanya gw udah kenyang!."


ucap Aira sambil berdiri dan mulai mengambil air minum, dan setelah minum Aira terlihat duduk kembali ditempat semula.


" Ngapain lu duduk didepan gw lagi?."


ucap Alan sambil memasukkan makanan terakhir kedalam mulutnya.


ucap Aira beralasan, karena dia tidak mungkin memberi tahu jika dia sedang paranoid.


Setelah selesai makan, Aira terlihat ingin membereskan habis makan tadi, tetapi Alan menahannya.


" Lu mau ngapain?."


ucap Alan.


" Mau bersihin bekas makan lah...mau apa lagi coba?."


ucap Aira ketus.


" Nggak perlu biar gw aja, lu duduk manis aja, biar gw yg beresin!."


ucap Alan, Aira terdiam mendengar ucapan Alan.


" Apa gw nggak salah dengar?."


ucap Aira.


" Apa gw perlu beliin linggis buat korek kuping lu itu huh?."


ucap Alan.


" Gilaaaa..sadis bener jawaban lu kunyit!."


ucap Aira sambil geleng-geleng.


" Habisnya lu pura pura nggak denger sih!."


ucap Alan pura pura ngambek.


" Jadi cowok kok ngambekkan?."


ucap Aira meledeknya.


" Biarin wew!."


ucap Alan, sambil membersihkan habis makan tadi, Aira terdiam melihat pemandangan yg langka tersebut, Tetapi Alan terlihat telaten dalam membersihkan bekan makan mereka tersebut sampai tidak terasa Alan sudah membereskan nya semua sampai bersih.


Pok...Pok... Pok..


" Wihhh....Hebat.."


ucap Aira sambil bertepuk tangan dan kemudian mengacungkan jempolnya,


" Gw emang hebat dalam segala hal!."


ucap Alan yg mulai menyombongkan dirinya sendiri, wajah Aira Mulai berekspresi datar.


" Kenapa tuh muka lu!, kenapa liat gw kayak gitu?, Kaget ya punya suami yg perfectionis kaya gw!."


ucap Alan, Alan sengaja membuat dirinya terlihat konyol dihadapan Aira.


" Perfectionis? pala lu udah kebentur kemana huh?."


ucap Aira yg kemudian berjalan meninggalkan Axel sendirian dibelakang.


" Ya elahhh... tinggal bilang iya apa susahnya sih..."


ucap Alan sambil berjalan mengejar Aira yg ternyata masuk kedalam kamar mereka berdua.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️