Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 101



Aira sedang melajukan mobilnya dengan santai, dan dari kejauhan dia bisa melihat seorang wanita paruh baya duduk tersungkur di jalan aspal, Aira terlihat ingin memarkirkan mobilnya untuk membantu wanita paruh baya tersebut, tetapi dari kejauhan dia melihat sebuah mobil sport mewah melaju dengan kecepatan kencang, dan hal itu membuat dirinya geram, tanpa pikir panjang lagi Aira langsung menancap gas mobilnya.


" Orang itu sepertinya benar benar berniat untuk membunuh ibu ibu itu."


ucap Aira kesal, tidak tau kenapa saat melihat punggung ibu ibu tersebut membuat hatinya perih dan ketakutan tanpa sebab dan tanpa pikir panjang lagi Aira membuat dirinya sendiri menjadi tameng mobil tersebut, bukankah itu terdengar gila. pikirnya. dia pun berpikir jika dia juga gila.


Ckittttttttttt...


Aira langsung membelokan stir mobilnya, dan berhenti satu meter dari ibu ibu tersebut, Aira sengaja melakukan semua itu, dia sengaja membuat mobilnya menjadi tameng.


" Biarlah mobil hancur masih bisa dibeli lagi... sedangkan nyawa.. jangan tanya.!" pikirnya


Aira dengan cepat langsung membuka pintu mobilnya dan langsung menggendong wanita paruh baya tersebut ala bridal style tanpa basa basi terlebih dahulu, dan langsung berlari ke jalan trotoar yg sedikit jauh dari jalan raya, dan tidak lama kemudian, benar saja dugaan Aira.


Brugggg..


Suara hantaman keras terdengar begitu jelas, Aira menghela nafasnya, Gadis itu tidak sadar jika wanita paruh baya itu masih dia gendong, sedangkan wanita paruh baya sedang memperhatikan wajah Aira seakan-akan tidak percaya dengan sosok yang sudah menolongnya dari maut tadi.


Aira melihat mulai banyak orang yang mulai berkerumun, dan mulai membantu orang yg menabrak mobil miliknya, dan beberapa orang mulai memfoto dan memvidio kejadian tersebut, Aira mendengus kesal.


" Dunia ini sepertinya sudah dipenuhi dengan orang bodoh!."


ucap Aira sinis.


Terlihat seseorang keluar dari mobil mewah tersebut dengan angkuh, dan Aira semakin geram setelah tau siapa yang mengemudi mobil tersebut. dan orang itu tidak lain adalah Adelia. wanita Ulet bulu. pikirnya.


" Dunia ini memang perlu dibersihkan dari kotoran yang menempel seperti lem!."


ucap Aira ketus, orang yg keluar dari mobil itu tiba-tiba saja berjalan mendekati Aira, Aira pun tersadar.


Aira kemudian meletakkan wanita paruh baya tersebut dengan lembut disebuah bangku, sambil tersenyum manis, Aira memegang tangan wanita itu.


" Ibu baik baik?, ah.. aku lupa seharusnya aku tidak menanyakan hal itu, pasti ibu masih terkejut dengan kejadian tadi, tapi tenang saja, sekarang ibu sudah berada di tempat yg aman, jadi ibu tenangkan diri ibu dulu disini, soalnya aku perlu membereskan sesuatu terlebih dahulu."


ucap Aira sambil berdiri, tetapi tangannya di tahan, Aira pun tersenyum, ia menyangka wanita paruh baya dihadapannya tidak bisa bicara karena dari tadi tidak mengeluarkan suara sedikitpun, Aira memegang tangan wanita tersebut dengan lembut.


" Ibu tenang aja, aku akan mengantarkan ibu nanti pulang ke rumah, tapi sekarang biarkan aku selesai masalah ini terlebih dahulu ya."


ucap Aira lembut, wanita paruh baya tetap diam, diam masih terkejut dengan apa yg dia lihat saat ini, dia tidak menyangka pertemuan mereka untuk pertama kalinya akan seperti ini setelah sekian lama terpisah, dia tidak menyangka Gadis kecil nya akan tumbuh menjadi gadis yg kuat dan pemberani.


wanita paruh baya tersebut memperhatikan sosok Aira dari belakang sambil tersenyum penuh bangga.


Aira berhenti didepan Adelia dan menatap Adelia tajam, sedangkan Adelia menatap Aira dengan tatapan mengejek.


ucap Adelia tersenyum menyeringai, Aira menatap Adelia dengan datar, sambil memiringkan kepalanya.


Adelia terlihat tidak menyukainya, karena perkataannya sama sekali tidak mempan.


" Kau tahu, ternyata dugaan ku memang tidak pernah salah, kamu menikahi Alan hanya demi hartanya saja bukankah begitu wanita matre"


ucap Adelia sambil menyeringai.


" Memangnya kenapa kalau gw matre... hello ini sudah tahun berapa? mba ulet, lu sangka nikah makannya cinta doang, lu sangka anak sekolah bayaran bisa pake cinta doang...hello... hari gini.. mikir dong gw mah mikir pakai otak, sedangkan lu sepertinya mikirnya pake dengkul?, dan gw ingetin satu lagi wajar aja kalau gw matre sama Alan karena status gw adalah Istrinya, bukan seperti lu, cewek gatel!."


ucap Aira sinis, dia sengaja berbicara seperti itu, karena dia memang tidak suka dengan attitude milik Adelia.


Wajah Adelia memerah karena menahan amarahnya, Aira tersenyum dan menunjukkan ekspresi wajah polosnya, hal itu membuat Adelia semakin geram.


" Jauhi apapun yang menjadi milik gw!."


ucap Adelia tiba tiba, Aira tersenyum menyeringai, kemudian dia menatap gadis itu dengan remeh.


"Mendingan lu sekarang mikir deh, kenapa tuh anak orang kaya suka sama gw, bukankah lu udah kenal Alan lebih dulu dari pada gw?, tapi dia milih nikah sama gw, berarti gw punya sesuatu yg ada didalam diri gw, yg lu Nggak punya, udah itu aja, nggak lebih, paham ulet bulu!."


ucap Aira sarkastik, Adelia menatap Aira tajam, Aira tersenyum menyeringai, karena dia puas melihat reaksi Adelia saat ini.


" Siapa suruh cari masalah duluan!."


ucap Aira pelan dan dengan santai nya di membalikkan badannya dan meninggalkan Adelia sendirian yg masih diluap dengan emosi.


.


.


.


Wanita paruh baya yg ditolong oleh Aira tidak lain adalah Indah.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️