
Aira keluar dari gedung. tersebut, gadis itu membuang nafasnya nya kasar, kali ini dia benar benar mempunyai rahasia. pikirnya, kemudian dia teringat dengan prinsip nya sendiri.
" Bagaimana pun juga gw nggak bisa menyimpan Rahasia ini dari Alan, cepat atau lambat Alan pasti akan tau, jadi lebih baik gw memberi tahu dia."
ucap Aira
Aira langsung memberhentikan taksi, Andi terlihat sedang mengejar Aira tapi tidak berhasil.
" Sepertinya gw nggak punya harapan lagi!."
ucap Andi.
Didalam mobil taksi, yg ditumpangi oleh Aira, gadis itu mencoba untuk menenangkan dirinya, kepalanya terus berputar memikirkan apa yang perlu dilakukan olehnya.
" Kita ke perusahaan xx!."
ucap Aira
" Baik nona!."
ucap pak supir, tidak butuh waktu satu jam untuk mencapai tujuannya, setelah membayarnya kemudian dia keluar dari taksi.
Aira melihat sekeliling gedung perusahaan milik suaminya, Aira menghela nafas kemudian menghembuskan nya, kemudian dia mencoba untuk tersenyum.
" Benar benar hancur, mood gw benar benar lagi hancur!." pikirnya.
Aira masuk kedalam lobby dan mulai berjalan ke resepsionis.
" Selamat sore, bisakah saya bertemu dengan Alan, ah dan kasih tau juga jika yg menunggunya adalah Istrinya."
ucap Aira percaya diri.
" Jika seperti itu, anda tidak perlu menunggu pagi, anda bisa langsung naik saja, dan memakai lift khusus pak Alan, dan pak Aldi."
ucap resepsionis.
" Apakah pak Aldi juga ada?."
ucap Aira sumringah.
" Kebetulan hari itu pak Aldi sedang ambil cuti satu Minggu."
ucap resepsionis, Aira menganggukkan kepalanya.
" Terimakasih atas informasinya kak."
ucap Aira kemudian dia mulai berjalan menuju lift.
" Mereka benar benar pasangan serasi...."
ucap resepsionis (1)
" Nona Aira kalau tidak salah juga seorang model loh."
ucap resepsionis (2)
" Pantes... cantik banget..aduhh!!."
ucap resepsionis (1)
Aira terkekeh mendengar percakapan dua orang resepsionis itu.
" Mereka benar benar orang yg lucu!."
Ting.. pintu lift terbuka, Aira langsung masuk kedalam dan mulai memencet tombol liftnya.
" My lovely husband..i am coming!."
ucap Aira sambil tersenyum sumringah, tidak lama kemudian.
Ting.. suara pintu lift terbuka, dengan cepat Aira langsung keluar dari lift, gadis itu melihat sekeliling, tetapi sepi.
" Sejak kapan di lantai 10 ini sepi?."
ucap Aira
" Ah.. terserah..yg penting sekarang gw mau ketemu Alan.. pokoknya.."
ucap Aira kemudian dia mulai berjalan, dan saat Aira ingin masuk kedalam ruangan Alan, suara perempuan terdengar dari ruangan Alan, Aira mengernyitkan keningnya, dia kenal dengan suara wanita itu, dan dengan sengaja Aira mengeluarkan hpnya dan mulai merekam sambil menguping dari luar.
" Gw bilang..jaga jarak lu, jangan mentang mentang lu cewek terus gw nggak berani mukul Lo gitu!."
ucap Alan marah, Aira menutup mulutnya, dia baru kali ini mendengar Alan marah.
" Untung bukan gw yg sedang dimarahi!." pikirnya.
" Untuk apa aku jarak sama kamu kak, lagian istri mu juga tidak akan tau apa yg kamu perbuat saat diluar!."
ucap Adelia godanya.
" Dasar wanita laknat, lu kira gw bakalan dengerin omongan lu, mikir dulu dong pake otak, istri gw itu lebih cantik dari pada lu, lebih baik, lebih pintar, lebih cerdas, yg penting istri gw itu banyak lebihnya dari pada lu yg banyak kurangnya, jadi lu harus nyadar diri sebelum saat membedakan antara lu dan istri gw Aira, karena menurut gw istri gw itu paling sempurna di dunia ini, dan dia adalah wanita yg paling gw cintai."
ucap Alan cukup keras, Aira tersenyum mendengar ucapan Alan. Aira tau Adelia pasti tidak mau kalah.
" Tapi body aku lebih bagus dari pada istri kamu kak!."
ucap Adelia merengek seperti anak kecil, Aira yg mendengar ucapan Adelia seperti ingin muntah, tapi ia lebih terkejut lagi setelah mendengar ucapan Alan.
"Gw nggak peduli dengan kecantikan luar mah, karena yg lebih itu kecantikan dari dalam, kalau gw pengen punya istri cantik dan body goal, yg gampang aja..gw bakal ajak dia kesalon bareng sama ke tempat gym bareng."
ucap Alan santai, Aira ingin tertawa mendengar Jawaban Alan.
" Dia benar-benar suami idaman!."
ucap Aira pelan, Aira kemudian memasukkan hpnya tanpa menghentikan rekamannya, kemudian dengan sengaja dia langsung membuka pintu mobil Alan, Aira melihat Adelia duduk di atas meja kerja Alan, Alan terlihat terkejut sedangkan Adelia dia tersenyum menyeringai, Aira pun tersenyum manis.
" Terkadang gw berpikir kalau ini cewek itu banci!."
ucap Aira pelan.
.
.
.
.
.
.
terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️