Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 70



Di mansion Alan.


semua maid siap siap menyambut kedatangan seseorang dan hal itu membuat Aira penasaran, karena di mansion tersebut Aira tidak pernah melihat ada orang yang bertamu sekalipun, kecuali Aldi.


Aira pun mendekati seorang maid.


" Ada apa ini?."


ucap Aira pelan, maid tersebut terkejut, tetapi kemudian dia bersikap untuk tetap tenang.


" Ada tuan Genta, beliau tidak lama lagi akan datang ke mansion ini nyonya."


ucap Maid.


" Siapa itu?."


ucap Aira penasaran.


" Tuan Genta adalah pamannya tuan Alan, tuan Genta adalah kakak almarhum ayah tuan Alan."


ucap Maid tersebut yg mencoba menjelaskan semuanya dengan rinci, Aira pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Ah baiklah jika seperti itu, dan maaf ganggu waktu kamu."


ucap Aira sambil tersenyum.



Maid tersebut terpaku dengan senyuman manis Aira yg sangat langka.


" Nyonya cantik sekali jika tersenyum seperti ini."


ucap Maid tersebut tulus, Aira pun tersenyum mendengar pujian yg dilontarkan oleh maid tersebut.


" Terimakasih atas pujiannya, tetapi terkadang seseorang ada yg tidak menyukai senyuman ini terukir diwajah saya."


ucap Aira yg kemudian berjalan meninggalkan Maid tersebut yg sedang berdiri masih mencerna ucapan majikannya.


" Ah.. mungkin nyonya hanya sedang bercanda, nggak mungkin kan senyuman semanis itu ada yg nggak suka."


ucap Maid tersebut yg kemudian mulai melanjutkan pekerjaannya kembali.


Aira sedang berjalan kehalaman belakang yg ada banyak bunga dan kolam ikan, di taman inilah Aira selalu menghabiskan waktunya sendirian jika sedang jenuh.


Saat Aira sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri, ternyata seseorang sedang memperhatikan Aira dari kejauhan.


" Kenapa gadis itu mirip dengan seseorang yang saya kenal?."


ucap seseorang.


" Mas Genta, ternyata ada disini, dari tadi saya mencari mas loh!."


ucap Elena sambil menepuk pundak Orang tersebut yg tidak lain adalah Genta. Tetapi sepertinya perhatian dia belum teralihkan.


" Ma lagi lihat A-.. Oh mas lagi liatin keluarga baru Nugraha ternyata."


ucap Elena saat mengetahui jika Genta ternyata dari tadi sedang memperhatikan Aira, mendengar ucapan Elena tersebut, membuat Genta mengernyitkan keningnya.


" Maksud mu..gadis itu adalah istrinya Alan?."


ucap Genta memastikan.


ucap Elena.


" Gadis itu memang cantik, sampai sampai wajah gadis itu mengingatkan mas keseseorang yg sangat mas kenal."


ucap Genta.


" Siapa mas?."


ucap Elena.


" Gadis yg pernah mengisi hati mas."


ucap Genta yg kemudian raut wajahnya mulai berubah menjadi sendu.


" Pasti gadis itu cantik, dan dia pasti wanita yg paling berharga buat mas."


ucap Elena.


" Kamu seperti ibu ibu yg sedang arisan saja."


ucap Genta terkekeh geli.


" Tapi ucapan aku pasti semuanya benar kan, karena jika bukan karena gadis itu, pastinya mas sudah menikah."


ucap Elena.


" Terus sekarang kapan mas mau menikah?."


ucap Elena penasaran.


" Hati mas belum bisa move on, jadi biarkanlah waktu yg menyembuhkan hati mas ini."


ucap Genta.


" Ya elah..mas..udah beruban juga...masih aja puitis.. jadinya geli tau..hahahaha."


ucap Elena, Genta pun ikut tertawa, dan karena suara tawa itu pulalah yg membuat Aira sadar akan kehadiran orang lain disekitarnya, Aira pun membalikkan badannya dan benar saja, dia melihat sosok Mamahnya Alan dengan seorang laki laki yg masih asing dimatanya.


" Siapa dia?."pikirnya, saat Aira masih memperhatikan dia orang tersebut, dua orang tersebut ternyata mulai berjalan mendekati Aira, kemudian berhenti didepan Aira, Aira dibuat kikuk, tetapi dia masih menyunggingkan senyuman sebisa mungkin.


" Eh.. Mamah sejak kapan pulang?."


ucap Aira.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️.


Maaf ya hanya sedikit.