Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 51



" Thanks."


ucap ChaCha pelan yg terdengar seperti sebuah bisikan, tetapi masih terdengar jelas ditelinga Aira.


" Sama sama..lagian Setau gw ya...Rizal itu suka sama lu Cha."


ucap Aira membuat ChaCha seketika menghentikan langkahnya dan menatap Aira.


" Tenang gw nggak bohong..gw nggak lagi bikin lelucon kok."


ucap Aira membuat ChaCha tiba tiba memalingkan wajahnya karena dia merasa wajahnya tiba tiba saja memerah karena malu.


" Aduhh...andai saja itu bocah lihat cewek pujaan hatinya juga suka sama dia..damai betul dunia kalian."


ucap Aira sambil tersenyum menggoda.


" Kalian berdua lagi pada ngomongin apaan sih?, boleh di jelasin... karena gw dari tadi nggak ngerti tentang alur pembicaraan kalian berdua dari tadi."


ucap Violeta tiba tiba sambil memasukkan hpnya.


Aira menggelengkan kepalanya, sedangkan Chacha menghela nafasnya.


" Kalau gw jelasin... pastinya panjang banget macam kereta api, jadi lebih baik kita sekarang pulang aja."


ucap ChaCha membuat Violeta yg mendengarnya langsung cemberut karena dia penasaran dengan pembicaraan mereka berdua tadi, Aira hanya tersenyum.


" Makanya kalau ada orang ngomong dengerin jangan mainin hp mulu."


Ucap Aira sambil tersenyum, dan mereka bertiga pun mulai berjalan kembali.


🌲🌲🌲🌲🌲


Alan duduk sambil memijat keningnya, dia berusaha untuk tetap tenang, tetapi tetap saja dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya saat ini, Kemudian dia mulai menyalakan laptop nya dan melihat CCTV yg dia pasang di mansion nya, tidak tau kenapa dia merasa penasaran dengan kegiatan wanita yg baru dia nikahi Beberapa hari yg lalu.


Saat Alan Sedang memperhatikan Laptopnya sosok yang dia cari tidak kunjung muncul juga, perasaan khawatir tiba tiba saja menyelimuti hatinya, Alan mengambil hpnya kemudian menelpon seseorang.


" Cari Aira!, Dan jika kalian menemukan posisi Gadis itu, beri tau saya..dan jangan bertindak semau kalian, dan jangan sampai keberadaan kalian diketahui oleh Aira."


ucap Alan dingin dan langsung mematikan telponnya, Alan mengacak ngacak rambutnya, saat ini dia kebingungan, dengan perasaannya sendiri.


" Mungkin karena gadis itu adalah Adiknya Rizal, makanya gw ngerasa peduli."


ucap Alan kepada dirinya sendiri.


Tok..Tok.


" Masuk."


ucap Alan dingin, Aldi masuk kedalam ruangan Alan sambil membawa sebuah amplop coklat.


" Kenapa?."


ucap Alan.


ucap Aldi sambil duduk berhadapan dengan Alan.


" Langsung aja ke intinya."


ucap Alan malas.


" Gw sudah menemukan sedikit informasi tentang gadis bar waktu itu, dan sekarang anak buah lu udah gw kasih tau untuk mencari informasi tentang gadis itu disetiap rumah ketika gadis itu menghilang."


ucap Aldi panjang lebar membuat Alan terdiam.


" Terus bagaimana pendapat lu."


ucap Aldi tiba tiba membuat Alan terdiam.


" Maksud lu?."


ucap Alan bingung, Aldi menghela nafasnya kasar.


" Maksud gw...lu mau mengambil tindakan seperti apa?, Saat lu udah menemukan keberadaan Gadis bar itu?."


ucap Aldi.


" Sudah pasti gw nggak akan pernah melepaskan Gadis itu."


ucap Alan percaya diri.


" Terus bagaimana dengan Aira istri lu..Dan gw cuma mau ngingetin lu Aira adalah adiknya Rizal, sahabat baik kita, dan lu udah berjanji sama Rizal, jika lu Nggak akan pernah nyakitin Aira."


ucap Aldi yg terdengar seperti mengancam, Alan terdiam sejenak, kemudian dia tersenyum menyeringai, Aldi yg melihatnya hanya bisa geleng-geleng.


" Akan lebih baik jika lu menceraikan istri lu itu, supaya diantara lu berdua Nggak ada yg sakit hati nantinya, gw hanya kasih inisiatif aja...jika lu mau dengerin ucapan gw..Ya syukur, tetapi jika lu Nggak mau dengerin ucapan gw..ya itu hak lu..tapi gw cuma ngingetin.. penyesalan itu ada dibelakang."


ucap Aldi mengingatkan. Alan hanya terdiam sambil menatap Aldi tanpa ekspresi sedikitpun, Dan Aldi sama sekali tidak bisa menebak isi pikiran sahabatnya tersebut sampai kapanpun juga.


" Akan lebih baik jika lu Nggak plin plan dalam mengambil keputusan."


ucap Aldi yg kemudian keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Alan sendirian, yg masih memperhatikan wajah datarnya.



.


.


.


.


terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️