
Aira Terdiam mematung mendengar ucapan Elena, Dan Elena tau jika Aira sedang Terkejut, akan tetapi saat dia ingin bicara kembali, salah satu maid tiba tiba mengetuk pintu kamar Aira.
" Ada apa?."
ucap Elena dingin.
" Maaf Nyonya besar, ada pengacara Gunawan dibawah!."
ucap Maid.
" Baiklah, Beri tau dia saya akan segera turun."
ucap Elena dengan nada memerintah, dan tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yg menjauh.
Elena menghela nafas panjang, kemudian dia tersenyum manis kepada Aira, dan mengelus punggung tangan Aira.
" Pernikahan ini jangan kamu anggap sebagai kesialan sayang, karena mulai sekarang Mamah akan menjadi orang pertama yg mendukung mu, dan jangan pernah takut untuk memberi tahu Mamah jika kamu merasa tidak nyaman, oke!."
ucap Elena sambil tersenyum lembut, Aira tersenyum manis mendengar ucapan Elena, Aira baru sadar jika wanita paruh baya yg ada dihadapannya ini memperlakukan dirinya seperti putrinya sendiri, dan hal itu membuat dirinya nyaman untuk saat ini, setidaknya pikirnya.
" Iya Tan-."
ucap Aira terpotong.
" Hush...Hush...Hush..jangan manggil Tante dong, panggil Mamah ok!."
ucap Elena, Aira hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Ok gadis manis, Mamah turun sebentar, jika kamu merasa bosan dikamar..maka turunlah kebawah.. tenang saja Alan sedang pergi ke kantor."
ucap Elena sebelum akhirnya pergi meninggalkan Aira sendiri di dalam kamarnya.
Aira terdiam kemudian teringat ucapan Elena, dia menghela nafas.
" Gw tau Papah pasti mengambil keuntungan besar dari pernikahan gw ini, tetapi gw nggak bisa percaya semua ini terjadi begitu saja dengan lancar, padahal ini semua adalah paksaan, gw tadinya mau balikin uang yg telah Papah gw ambil, Tetapi setelah mengetahui berapa uang yg telah diterima oleh Papah gw, serasa gw masuk kedalam jebakan gw sendiri."
ucap Aira frustasi.
Menurut Aira pernikahan ini hanya dilandasi dengan uang, dan dia perlu mengembalikan uang tersebut, tetapi bagaimana, sekarang dirinya tidak memegang uang sama sekali.
" Apakah gw harus tinggal disini?."
pikirnya
" Oh nggak mungkin.. bisa sport jantung gw setiap hari!."
ucap Aira, kemudian tanpa banyak bicara Aira mengambil hpnya, dan merencanakan sesuatu.
Plan 1:
Jangan biarkan Alan tau kalau gw adalah Gadis yg di bar yg dia temui.
Plan 2:
Dan menyelesaikan masalah pernikahan ini dengan cepat, tanpa menyakiti perasaan orang lain.
" Ah mungkin untuk sekarang hanya segini dulu rencana gw."
ucap Aira, dan tidak lama kemudian setelah Aira meletakkan hpnya, seseorang mengetuk pintu kamarnya.
* Tok*, * Tok*, *Tok*.
" Siapa?."
ucap Aira.
" Ini Rachel, adiknya kak Alan, boleh saya masuk."
ucap Rachel sopan.
" Langsung masuk aja, pintunya nggak dikunci kok."
ucap Aira datar, tidak lama kemudian seorang gadis imut masuk kedalam kamar, gadis tersebut terlihat lebih muda dari Aira. Dan Aira menyangka kalau dirinya lebih tua dari pada gadis tersebut.
" Boleh gw duduk!."
ucap Rachel santai seperti bicara kepada temannya sendiri.sambil duduk
"Sepertinya walaupun gw nyuruh lu untuk duduk, udah keduluan duduk lu nya."
ucap Aira sambil menunjuk sofa, Rachel hanya nyengir dan menggaruk kepalanya.
" Hehehehe...maaf udah jadi kebiasaan gw, dan sebelum nya, kenalin nama gw Rachel, gw lebih tua satu tahun sama lu."
ucap Rachel bicara tanpa jeda, sambil menyodorkan tangannya, Aira mengedipkan matanya terkejut kemudian dia tertawa kecil.
" Gw Aira, Ternyata lu lebih tua satu tahun dari pada gw, gw sangka gw yg lebih tua dari lu."
ucap Aira dia merasa nyaman berbicara dengan Rachel, mungkin karena umur mereka tidak jauh beda.
" Iya tah, Tapi jujur gw kagum sama wajah lu, dan postur tubuh lu, jangan di tanya lagi body goals banget, iri gw, lu makan apa sih?, bagi dong rahasianya?."
ucap Rachel bertanya terus menerus, membuat Aira melongo, kenapa Adik dan kakak, berbeda banget sifatnya?, pikirnya
" Ya elahhh...malah diam aja...nanti di cium tuyul baru deh sadar!."
ucap Rachel.
" Gw nggak habis pikir kenapa lu dan kakak lu beda banget!."
ucap Aira.
ucap Rachel bingung, karena setau dirinya dia hampir sama saja sifatnya seperti kakaknya " Dingin'.
" Sifatnya!, tentu saja, lu Cerewet kayak burung beo, sedangkan kakak lu sekalinya ngomong panjang lebar bikin sakit hati orang...macam cabe mercon."
ucap Aira jujur, Rachel melongo mendengar ucapan Aira, kemudian dia pun tertawa
" Lu sebut mulut kakak gw kayak cabe mercon, terus lu sebut mulut mamah gw. mulut apa?, mereka berdua kan mulutnya sama sama pedes!."
ucap Rachel disela tawanya, karena menurutnya hal yg diucapkan Aira barusan itu lucu.
" Mamah lu...itu mulutnya manis kok, nggak kayak kakak lu!."
ucap Aira santai, dan tawa Rachel semakin keras dan hal itu membuat Aira bingung.
" Emangnya ada yg lucu?."
ucap Aira.
" Aduh... sayur lodeh..lu tau nggak kakak gw itu mulutnya nggak jauh beda sama mamah gw, mungkin aja lu belum ngerasain mulut mercon Mamah gw."
ucap Rachel kembali tertawa, Aira hanya tersenyum dan geleng geleng kepala, membiarkan Rachel tertawa puas, dan setelah beberapa menit akhirnya Rachel berhenti tertawa.
" Udah puas ketawanya?."
ucap Aira
" Puas banget... ternyata kakak gw nikah dengan orang yg tetap, setidaknya lu bisa jadi pawang dari gunung es itu."
ucap Rachel sambil tersenyum tulus, Aira tersenyum kecut mendengar ucapan Rachel, tetapi sepertinya Rachel tidak sadar, dengan senyuman asam yg terukir di wajah Aira.
" Eh iya...lu mau keluar nggak jalan jalan?."
ucap Rachel tiba tiba mencari topik lain, biasa perempuan.
" Boleh, Tapi kemana?."
ucap Aira
" Ke mall?."
ucap Rachel antusias.
" Selain ke mall?."
ucap Aira yg tiba tiba menjadi risih.
" Ada sih Taman rekreasi, Tapi dari Sini menuju Taman tersebut membutuhkan waktu 3 jam, Kalau ke mall hanya 5 menit juga udah nyampe."
ucap Rachel terus terang, Aira menghembuskan nafasnya kasar, dia baru ingat kalau sekarang dia tinggal jauh dari ibu kota, tetapi dimana mall yg hanya di tempuh dengan Jarak 5 menit?. pikirnya heran.
Karena setau Aira, dia area tempat tinggalnya saat ini dia belum melihat gedung besar seperti mall di kotanya.
Dan sepertinya Rachel bisa membaca raut wajah Aira yg sedang kebingungan, kemudian dia tersenyum, dan menepuk pundak Aira.
" Gw tau, lu pasti lagi mikirin dimana letak lokasi mall itu!."
ucap Rachel, Aira menganggukkan kepalanya.
" Mall berada di belakang mansion kakak gw, kita tinggal jalan aja kebelakang!."
ucap Rachel, Aira melongo mendengar ucapan Rachel barusan yg terdengar seperti lelucon baginya.
" Kalau lu kesana sendiri, dan liat dengan mata lu sendiri gw yakin lu bakal percaya."
ucap Rachel.
" Iya iya terserah lu aja, gw nggak tau kakak lu sekaya apa kali!."
ucap Aira masa Bodo, Rachel tersenyum karena dia tau Aira tidak seperti wanita lain yg selama ini selalu mengejar kakaknya karena harta dan ketampanan nya.
" Nanti gw tunjukkin beberapa kekayaan kakak gw, sekarang lu harus ikut ke mall bareng gw."
ucap Rachel sambil menarik tangan Aira.
" Emangnya gw nggak perlu ganti baju dulu?."
ucap Aira bingung.
" Nggak perlu, di mall lu bisa ganti baju sesuai selera lu."
ucap Rachel sambil menarik tangan Aira keluar dari kamar tersebut, dan berjalan menuju belakang mansion.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan share ☺️