Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
bab 26



Aira tersenyum menyeringai saat melihat sosok gadis sombong yg ada dihadapannya sekarang sedang gemetaran, dan wajahnya memerah karena menahan amarahnya.


Aira kemudian menepuk pundak gadis tersebut sambil berjalan meninggalkan gadis tersebut sendirian.


" Ra kamu nggak apa apa kan?."


ucap Sindi khawatir sambil melihat wajah Aira yg terlihat bengkak.


" Gw nggak apa apa kak, lagian tamparan nya tadi kurang keras."


ucap Aira sambil nyengir dan berjalan kembali menuju ruang ganti meninggalkan Sindi yg terdiam mematung. dia tau kalau tamparan tersebut pastinya sakit pikirnya, tidak lama kemudian setelah Aira selesai mengganti bajunya.


" Gw pulang duluan kak."


ucap Aira, tetapi tangannya dicekal oleh Sindi.


" Kni kompres pipi kamu pakai ini, walaupun kata kamu itu tidak sakit, tapi orang lain yg melihatnya pasti akan menyangka kalau kamu sedang sakit gigi."


ucap Sindi. sambil menyodorkan pack dingin.


" Hmm makasih kak."


ucap Aira sedikit canggung, tetapi dia tetap mengambil pack tersebut, karena dia juga berpikir tidak mungkin dia pulang dengan pipi bengkak seperti ini, pasti mamah akan khawatir pikirnya.


" Ya udah hati hati dijalan."


ucap Sindi.


" Ok makasih kak."


ucap Aira yg kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut menuju keluar, dan saat dia mengeluarkan hpnya dia menjatuhkan sesuatu, kartu nama perusahaan.


" Siapa yang ngasih gw ini?."


ucap Aira.


" Ah sepertinya lebih baik gw cari tempat kerja yang lain lagi, karena gw nggak mau ada keributan lagi, apalagi ketemu cewek gila kaya tadi, amit amit cabang bayi."


ucap Aira sambil bergidik jijik.


Aira memperhatikan alamat perusahaan Tersebut, dan tanpa disadari oleh nya, dia mengetik alamat tujuan selanjutnya, bukan alamat kerumahnya. dan saat ojek online nya datang Aira langsung naik, tanpa melihat lagi alamat tujuan nya.


Dan Aira tidak memperhatikan jalan, tetapi dalam sepuluh menit ojek online berhenti didepan gedung pencakar langit, membuat Aira kebingungan.


" Mas kenapa kita berhenti disini, bukannya saya memasukkan alamat xxx?."


ucap Aira heran.


" Maaf mba, mba memasukkan alamat perusahaan ini, dan saya hanya mengikuti instruksi yang diberikan, ditambah lagi sepanjang jalan Sepertinya anda sedang sibuk dan tidak memperhatikan jalan."


ucap tukang ojek online membela dirinya sendiri, Aira menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali, kemudian dia melihat riwayat pemesanan dan memang benar dia salah memasukkan alamat.


" Baiklah kalau seperti itu, maafkan saya, terimakasih ya mas."


ucap Aira sambil tersenyum canggung.


" Iya mba, dan lain waktu jangan sering sering main hp, takut nanti ternyata mba di bawa seseorang ke tempat sepi kan berabe."


ucap mas ojek online tersebut saat memperhatikan wajah Aira. membuat Aira risih.


" Iya mas makasih sudah mau ngingetin."


ucap Aira yg kemudian langsung lari masuk kedalam kantor tanpa melihat kebelakang, walaupun sebenarnya dia bisa mencolok mata laki laki tadi, tapi kan nggak lucu kalau dia masuk penjara gara gara menyolok mata ojek online hanya gara gara dia memperhatikan gw pikirnya.


Saat Aira menoleh kebelakang Tanpa Aira sadari seseorang sedang berjalan kearahnya dan sepertinya dia juga tidak melihat kehadiran gadis tersebut.dan kemudian


" Bruggg."


" Wahhhh sakit.. pantat gw nyium lantai."


ucap Aira sambil mengelus pantatnya yang dia rasa sakit karena membentur lantai yg dingin, dan tanpa Aira sadari orang yg ada dihadapannya sedang memperhatikan dirinya tanpa ekspresi sedikitpun, wajahnya benar-benar flat.


Aira masih terdiam Duduk diatas lantai, yg Sepertinya dia sedang berlabuh.


" Ehemm bukannya anda bisa berdiri!."


ucap laki laki tersebut dingin, sambil menatap kebawah melihat gadis gila menurutnya, karena dari tadi sepertinya pantatnya betah menempel diatas pantai.


" Iya gw nggak apa-."


ucap Aira yg langsung menghentikan ucapannya saat melihat sosok yang ada dihadapannya saat ini, yg membuat dia tiba tiba saja merinding antara jijik dan ketakutan.



Sosok yg sedang memperhatikan Aira yg Sedang terduduk diatas lantai.


Aira menelan ludahnya dengan susah payah, dia menatap laki laki dihadapannya tanpa berkedip sedikitpun, telapak tangan nya mulai berkeringat.


" Semoga saja dia nggak ingat gw, semoga saja dia nggak ingat gw.." pikir Aira yg kemudian dia mulai menunduk kan kepalanya lagi saat dia sadar, sedangkan laki laki yg dihadapannya yg tidak lain adalah Alan, sedang menatap Aira keheranan.


"Kenapa gadis gila ini."


ucap Alan masih terdengar oleh Aira, tetapi Aira sama sekali tidak ingin mengangkat kepalanya, karena takut dirinya akan terbongkar, dia tidak tau apa yg akan terjadi jika laki laki mesum dihadapannya ini sampai tau siapa dirinya yg sebenarnya.


"Jika anda masih betah duduk menempel dilantai dingin tersebut, maka saya akan bersikap kalau anda adalah orang gila."


ucap Alan yg tiba tiba saja penasaran terhadap gadis yg ada dihadapannya saat ini walaupun dia tau Kalau Gadis yg ada dihadapannya adalah Aira, tetapi apa alasannya sampai gadis yg akan menikah dengannya ini gemetaran hebat saat melihatnya.pikirnya.


Dan Aira lebih memilih untuk tidak membuka mulutnya dan berharap kalau ada seseorang yang akan menyelamatkan dirinya dari orang yg sangat ingin dia hindari, saat ini.


"Hey bro lu lagi ngapain disini diam aja?."


ucap Aldi menepuk pundak Alan sahabatnya, yg kemudian dia sadar kalau ada seseorang yang sedang duduk dibawah lantai dihadapan alan.


" Woy bro gadis ini kenapa?."


ucap Aldi berbisik.


" Mungkin dia orang gila."


ucap Alan yg kemudian berjalan pergi meninggalkan Aira, Aira bernafas lega. dan mengangkat kepalanya, dan saat itu Aldi Sadar siapa gadis yg duduk dilantai, tetapi dia pura pura tidak mengenalnya.


" Apa anda tidak apa apa nona?."


ucap Aldi sopan.


"Saya tidak apa apa, anda bisa melanjutkan perkerjaan anda, dan sepertinya bos Anda akan marah jika anda tetap disini."


ucap Aira yg sebenarnya dia ingin terlepas dari orang orang yang memiliki hubungan dengan tuan mesum itu. Aldi hanya tersenyum kecil saat memperhatikan wajah gadis yg bernama Aira ini, benar benar cantik pikirnya.


" Ah ada benarnya juga ucapan anda nona, maafkan kesalahan bos saya barusan, dan tolong jangan diambil hati."


ucap Aldi yg kemudian berjalan mulai meninggalkan Aira, setelah Aira yakin kalau mereka berdua tidak ada, Aira melengos


" Kenapa dunia ini sempit banget sih."


umpat Aira. yg kemudian mulai berjalan menuju resepsionis.


.


.


.


.


.


. terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️