
Keesokan harinya dikediaman mansion Nugraha. Seperti Biasa Aira bangun siang dan mendapati dirinya hanya sendirian dikamar dan hal itu membuat dirinya menghela nafas tenang.
Hari ini dia tidak tau harus melakukan apa?, ketika pikirannya sedang memikirkan kondisinya saat ini, tiba tiba saja seseorang mengetuk pintu kamarnya, membuat Aira terkejut.
" Nak... Aira kamu sudah bangun?."
ucap seseorang yang suaranya sudah tidak asing lagi, karena Aira tau siapa orang yg sedang berada di belakang pintu tersebut, dia pun langsung turun dari ranjangnya dan mulai berjalan untuk membukakan pintu kamarnya.saat pintunya terbuka Aira mendapatkan suguhan yang menenangkan hati nya.
" Kamu udah bangun ternyata!, Ayo sarapan dulu, jangan sampai kamu melewati sarapan pagi kamu, nanti kamu sakit, dan mamah Nggak mau kamu sakit."
ucap Elena lembut, sambil tersenyum lembut.
" Iya."
ucap Aira menjawab dengan singkat, Elena menghela nafas.
" Bolehkah mamah masuk kedalam?."
ucap Elena, Aira menatap bingung wajah wanita paruh baya tersebut. tetapi dia menganggukkan kepalanya.
Elena berjalan masuk kedalam kamar tersebut setelah diperbolehkan masuk, dan langsung duduk di sofa dekat balkon.
Aira pun duduk disebelah sofa tersebut, karena Bagaimanapun juga Elena memperlakukan dirinya Aira sadar jika Elena sedang mencoba mendekati dirinya.
" Apakah ada sesuatu yang menganggu pikiran mu nak?."
ucap Elena lembut.
" Tentu saja ada!." pikirnya, ingin sekali Aira berteriak seperti itu, tetapi Aira tidak seperti gadis yg lain, dia lebih memilih diam mengikuti akting yg sedang dia lakoni sekarang ini.
" Hey kamu kenapa diam saja sayang?."
ucap Elena lembut, terlihat dari raut wajahnya yg tiba tiba berubah menjadi khawatir, dan hal itu membuat Aira tidak enak hati.
" Emmmmmmm....Aku mau kuliah mah."
ucap Aira, dirinya berpikir jika permintaan nya tersebut pasti akan di tolak, tetapi pemikirannya salah, Aira mendapati Elena sedang tersenyum bahagia.
" Tentu saja kamu boleh melanjutkan pendidikan kamu sayang, dan nanti mamah akan berikan fasilitas terbaik untuk kamu."
ucap Elena antusias, tetapi seketika Aira menolaknya.
" Maaf mah sebelumnya, Aira tidak bermaksud untuk menolak pemberian mamah, tetapi Aira tidak suka diberi, dan Aira berterima kasih karena mamah sudah mengijinkan Aira untuk melanjutkan pendidikan Aira."
" Baiklah jika seperti itu pilihan mu nak, Mamah akan menghargai pendapat mu, tetapi jika kamu berubah pikiran, kamu kasih tau mamah sayang."
ucap Elena, Aira pun menganggukkan kepalanya, Elena tersenyum lembut.
" Terus kamu kapan daftar kuliahnya?."
ucap Elena, Aira terdiam sejenak.
" Lebih cepat lebih baik mah."
ucap Aira spontan.
" Baiklah, Mamah akan selalu dukung kamu, dan ingat jika kamu memiliki masalah ceritakan kepada Mamah, karena mamah siap menjadi pendengar setia untuk mu."
ucap Elena sambil mengelus rambut Aira lembut, Aira hanya tersenyum mendengar ucapan Elena. Elena mulai berdiri dari tempat.
"Ah... Semoga saja harimu menyenangkan sayang!."
ucap Elena tulus, Aira merasakan rasa hangat yg tiba tiba saja mengalir dalam tubuhnya, dan perasaan tersebut sama sekali tidak membuat dirinya, merasa tidak nyaman. Aira tersenyum lembut.
" Ah iya sayang digarasi banyak alat transportasi, kamu bisa memilih alat transportasi yg ingin kamu pakai."
ucap Elena santai, Aira terdiam sejenak.
" Seberapa kaya sih, si Tuan mesum gila itu?."pikirnya.
" Baik mah, dan terimakasi karena mamah sudah memberi tahu aku, dan terimakasihmasih karena mamah mau menerima keberadaan ku."
ucap Aira tulus sambil membungkukkan badannya.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️