Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 30



Hanya dalam pertemuan singkat dan kita pun terikat, Bagaikan sebuah benang kusut yg ku sentuh dan sekarang menjadi takdir hidup ku.


* Aira *


Keesokan harinya.


Disebuah ruangan, Seharusnya hari ini menjadi hari yg paling indah mengingat sebuah pernikahan yg akan terjadi dalam beberapa menit lagi.


Aira menatap pantulan dirinya didepan cermin, Siapapun orang yang melihatnya pasti akan dibuat kagum, Aira sangat lah cantik hari ini, tetapi hatinya berkata lain.


" Apakah ini keputusan yang benar?, Apa gw nggak bakalan nyesel dikemudian hari?."


ucap Aira pelan berbicara di depan cermin tatapan nya begitu sendu, dia ingin menangis tetapi dia tidak ingin Papahnya merasa kecewa dengan nya.


" Ini udah keputusan lu Ra, Lu harus bisa menyikapi apa yang lu putuskan."


ucap Aira tetapi tetap saja gagal Air matanya tetap mengalir kedua pipi Aira.


" Sesak rasanya!! hiks."


ucap Aira sambil memukul dadanya beberapa kali, karena hanya itu saja yg bisa dia lakukan, dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan siapapun.


krekkk


Suara pintu terbuka, dengan kasar Aira menghapus air matanya, dan mengukir senyum kecil diwajahnya, dan menoleh ke belakang.


" Kalau lu nggak mau nikah, kita kabur aja Ra, Gw bisa bantu lu."


ucap ChaCha, Aira menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit.


" Gw nggak bisa Cha, gw nggak bisa mundur, ini semua adalah keputusan gw, gw nggak mau bikin papah gw kecewa."


ucap Aira pelan.


" Dengerin gw Ra, yg nikah itu lu, bukan Papah lu, dan yg bakalan ngejalanin kehidupan setelah nikah ini lu, bukan Papah lu juga, coba lu berpikir berpikir sedikit aja tentang kebahagiaan lu."


ucap Chacha yg matanya mulai berkaca-kaca, Aira menggelengkan kepalanya.


" Maafin gw, mungkin keputusan gw membuat lu kesal Cha, Tapi Nasi udah jadi bubur, Banyak orang digedung ini yg sedang menunggu gw Cha, gw nggak bisa jadi seorang pecundang...dan semoga setelah ini persahabatan kita nggak bakalan hancur."


ucap Aira sendu, lantas ChaCha langsung menarik Aira kedalam pelukannya dan jadilah ChaCha yg menangis histeris, Aira hanya tersenyum kecil dan mengelus punggung ChaCha, kemudian melepaskan pelukan tersebut


" Lu tau Cha...lu dan Vio adalah sahabat terbaik gw, dan gw harap kalian berdua nggak akan menjauh dari gw."


ucap Aira.


" Kata kata Jelek dari mana itu lu dapat huh, walaupun gw sebenernya nggak setuju lu nikah, tetapi gw nggak bisa ngelarang lu... ChaCha aja ngebujuk lu untuk kabur dari pernikahan ini aja gagal...terus apa kabar gw kalau yg ngebujuk."


ucap Violeta, Aira tersenyum mendengar ucapan Violeta.


" Lu mah merusak suasana aja Vio, lu tau gw lagi Nangis nangisan ceritanya sama Aira, tapi lu malah ngerusak."


ucap ChaCha membuat lelucon.


" Ah... sudah lah...kalian berdua lebih baik cepat keluar, cari tempat duduk yg terdekat ditempat pemberkatan pernikahan, supaya gw bisa liat lu berdua."


ucap Aira sambil mendorong tubuh kedua sahabatnya keluar dari ruangan tersebut.


Aira menghela nafasnya berat dia berusaha menenangkan dirinya dan sekali lagi melihat penampilan nya.


" Ok sempurna!."


ucap Aira dia menghela nafas tiba tiba saja jantungnya berpacu semakin kencang, Aira tersenyum kecut


" Pernikahan yg macam kayak gini aja gw deg degan, Apalagi nikah atas dasar saling menyukai satu sama lain..mati di jalan kali gw."


ucap Aira membuat lelucon supaya dirinya tidak tegang.


Orang orang yg berada disana tatapan matanya langsung tertuju kepada Aira, Banyak yg memuji kecantikan yg dimiliki oleh Aira, tetapi ada juga yg tidak menyukai hal itu.


" Lu mau ngebiarin cowok yang lu impikan nikah begitu saja dengan cewek bau kencur itu?."


ucap Della Gadis yg memakai gaun hitam, sambil berbisik ditelinga salah satu seorang gadis cantik, yg menatap tidak suka kepada Aira, Apalagi sekarang dia ingat siapa Gadis yg akan bersanding dengan Laki laki pujaannya.


" Walaupun dia Akan menikah dengan Alan, Tetapi gw tau betul selera Alan seperti apa."


Ucap Gadis itu menyeringai Devil, Della hanya menggelengkan kepalanya, Tetapi jujur dia memang iri dengan kecantikan wanita yg menjadi pusat perhatian di ruang tersebut.


" Terus apa rencana lu?, Apa lu mau minta bantuan Andre?, Adelia lu nggak bakalan nyuruh sahabat lu yg doyan cewek itu-."


ucap Della terpotong.


" Hushh...lu baru ngasih gw ide yg bagus... mungkin gw harus memberikan Gadis kurang ajar itu pelajaran karena sudah dua kali bikin gw bad mood."


ucap Adelia menyeringai.


" Dua kali?, Kapan lu ketemu itu cewek?."


ucap Della, tetapi pertanyaan sama sekali tidak digubris oleh Adelia, Karena sekarang Adelia Sedang memperhatikan Aira sambil tersenyum misterius.


" Gw punya kado pernikahan yg terbaik untuk lu, Aira!."


ucap Adelia.


Aira melihat sekelilingnya, Dia melihat wajah Mamahnya yg sudah meneteskan air matanya, sedangkan Papahnya jangan ditanya senyum lebar selalu menghiasi wajah nya, Dan tanpa terasa Aira sudah sampai kedepan altar, Aira hanya menatap kedepan Pendeta tidak tau kenapa dirinya sama sekali tidak ingin melihat sosok laki laki yg sedang berada disampingnya barang sedikitpun.


" Mempelai pria, Apa anda bersumpah hanya akan mencintai mempelai wanita selama seumur hidup dan menemaninya dalam keadaan suka dan duka?."


ucap pendeta kepada Laki laki yg sedang berdiri disamping Aira.


" Iya saya bersumpah, Selamanya saya....Akan mencintai mempelai wanita."


Ucap Laki laki tersebut, Aira membulatkan matanya ketika mendengar Suara laki laki yg sudah tidak asing ditelinga nya, Tubuhnya tiba tiba gemetaran.


" Memperlai wanita, Apa anda bersumpah akan mencintai mempelai Laki-laki selamanya seumur hidup mu dan menemaninya dalam keadaan suka dan duka?."


ucap pendeta.


Aira terdiam sejenak, telinganya masih teringat jelas dengan suara Sosok laki laki yg berada disampingnya.


" I.....Iya."


ucap Aira dengan berat hati.


" Sekarang kalian berdua sudah menjadi pasangan suami istri, mempelai pria boleh mencium mempelai wanita."


ucap pendeta.


Dengan tubuh yg masih gemetar Aira menggerakkan tubuhnya begitu pula dengan laki laki yg telah menjadi suaminya sekarang, Aira menelan ludahnya dengan susah payah, karena dia tau saat ini laki laki yg sedang dihadapannya pasti sedang menatapnya.


Aira memberanikan dirinya untuk mengangkat kepalanya dan menatap Laki laki yg sudah berstatus suaminya, Saat melihat wajah laki laki itu, mata Aira langsung membulat sempurna dan wajahnya memucat.


" Apakah ini yg namanya terus menerus ketimpa sial?." pikirnya


Laki laki itu tak lain adalah si Tuan mesum (Alan).


" Apakah aku terlalu tampan sampai mata mu tak mampu berkedip istri kecil ku."


ucap Alan berbisik ditelinga Aira, dan tanpa aba aba dia menempelkan bibirnya ke bibir Aira.


Aira seketika mematung, dia tidak tau harus melakukan hal apa, setelah semua ini terjadi begitu saja