
Mereka berempat sudah sampai ketempat rekreasi. Violeta terus menerus menarik tangan Aira, karena dia ingin menaiki komedi putar.
" Kita main yang itu aja gimana Ra?."
ucap Violeta.
" Terserah, gw mah ikut aja!."
ucap Aira simpel.
" Gimana Cha kita naik komedi putar aja dulu setelah itu kita pergi ke tempat yang lu suka gimana mau nggak?."
ucap Violeta sambil menatap ChaCha.
" Boleh juga lagian udah lama gw juga nggak naik komedi putar."
ucap ChaCha sambil tersenyum manis, sedangkan Rizal ternyata masih memperhatikan ChaCha.
" Woy bro kita mau naik komedi putar lu juga mau ikut nggak?."
ucap Aira menepuk pundak Rizal.
" Ohh.. terserah kalian aja.. kakak mah ikut aja."
ucap Rizal yg masih menatap kearah Chacha yg masih belum sadar sedang diperhatikan oleh Rizal.
" Cha kita naik duluan ya."
ucap Violeta menarik tangan ChaCha. ChaCha sama sekali tidak menolak saat Violeta menarik tangan nya.
Rizal terus saja memperhatikan ChaCha dari belakang.
" Woy bro.. ngapain lu liatin ChaCha kayak gitu?, wah jangan jangan naksir nih."
ucap Aira sambil tertawa kecil, membuat Rizal yg mendengarnya hanya tersenyum simpul.
" Kalau naksir sepertinya wajar saja, karena temen lu yg namanya ChaCha itu menarik perhatian gw."
ucap Rizal.
" Oh gitu..tapi gw kasih tau ya ChaCha itu bukan gadis yg gampang diambil hatinya, jadi lu perlu berusaha bro."
ucap Aira sambil menepuk pundak Rizal sambil berjalan menuju komedi putar.
" Bagus dong kalau dia bukan cewek gampangan, berarti pilihan gw nggak salah. dan juga apa dia udah punya pacar?."
ucap Rizal mendekati Aira.
" Hmm.. setau gw untuk saat ini itu anak lagi jomblo.. kesempatan lu tuh bro untuk ngedeketin dia..tapi inget..kalau lu nanti nggak diterima oleh ChaCha jangan nangis ya."
ucap Aira sambil tersenyum jahil.
" Tenang nggak ada satu cewek pun jika di tembak sama gw nolak."
ucap Rizal penuh percaya diri.
" Aduh..jadi orang narsis bener bro, di tolak nanti baru tau rasa lu."
ucap Aira bercanda.
" Aih lu mah kedengarannya seperti sumpahin gw buat ditolak ya."
ucap Rizal sambil bercanda.
" Hahha mungkin aja..udah ayo naik.. kasian temen temen gw nungguin."
ucap Aira sambil menaiki komedi putar yg kemudian diikuti oleh Rizal yg duduk dibelakang.
Mereka bertiga tertawa, sedangkan Rizal hanya bisa tersenyum saat melihat pemandangan tersebut, apalagi baru kali ini dia merasakan hatinya berdebar kencang hanya karena seorang gadis yang baru dia temui tertawa lepas, benar benar indah pikirnya.
π²π²π²π²
Alan sedang duduk santai sambil menunggu kedatangan Aldi. tidak lama kemudian seseorang mengetuk pintu ruangannya dan dipersilahkan masuk kedalam oleh Alan.
" Ini informasi yang lu minta tentang gadis yg bernama Aira."
ucap Aldi. sambil menyodorkan sebuah amplop coklat lebar.
" Ok thanks."
ucap Alan yg kemudian mulai membuka amplop tersebut, Alan membaca dengan teliti, dia beberapa kali merasakan ada yg mengganjal, dan terkadang tanpa dia sadari sering mengernyitkan dahinya saat membaca tentang semua informasi tentang gadis yg akan dinikahi nya beberapa Minggu lagi.
Setelah selesai membaca semua dokumen tersebut, Alan menatap Aldi dan menyodorkan kembali kepada Aldi.
" Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal saat baca semua ini, menurut tanggapan lu gimana?."
ucap Alan.
" Menurut gw sepertinya pernikahan ini berlandaskan materi, bukan hanya sekedar perjodohan saja, dan juga setelah gw baca dan ikuti Secara teliti ternyata Aira bukan lah anak kandung dari kedua orangtuanya sekarang, melainkan hanya anak angkatnya, dan selama ini sepertinya dia perlakukan tidak adil, oleh kedua orangtuanya, karena selama dia sekolah dia membiayai kegiatan sekolah nya, dengan dia bekerja sebagai model, itu menurut pandangan gw terhadap gadis yg bernama Aira ini."
ucap Aldi panjang lebar, walaupun dia merasa ada perasaan kasihan kepada Aira, tetapi dia tidak bisa memberi tahu kalau dia merasa iba terhadap Aira.
" Hmmm ternyata pandangan lu terhadap gadis ini berbeda dengan gw. gw sama sekali nggak kepikiran sampai kesitu... karena menurut gw itu urusan dia. karena yg terpenting adalah sekarang gw tau kalau gadis itu nikah sama gw karena harta..nggak lebih dari itu."
ucap Alan yg memutuskan pikirannya secara sepihak.
Sedangkan Aldi hanya geleng-geleng kepala tidak setuju dengan pendapat Alan.
ucap Aldi mengingatkan Alan supaya dia tidak menyesal dikemudian hari.
" Lu pernah dengar kan istilah buah jatuh nggak akan jauh dari pohonnya... jadi menurut gw.gadis ini sama aja sama orang tua nya yg mendidik dia dari kecil."
ucap Alan yg masih keras kepala.
"Aih terserah lu aja gw mah..yang penting mah gw udah ingetin lu.. kalau gadis itu nggak seperti yg lu pikirkan..dan menurut gw dia ini termasuk gadis yg baik baik."
ucap Aldi yg tanpa dia sadari terus saja membela Aira.
" Aih gw rasa lu terus terusan membela ini cewek, seperti lu kenal ini anak aja."
ucap Alan
" Gw sama sekali nggak ada niat buat ngebelaain ini cewek, hanya pikiran lu terhadap gadis ini perlu diluruskan sedikit sekiranya, dan lagian gw harap lu bisa membuka hati lu buat gadis yg bakal lu nikahin itu."
ucap Aldi keceplosan
" Dengerin gw..gw sama sekali nggak bakalan ngebuka hati gw buat siapapun, karena sudah ada seseorang yang berada dihari gw, jadi percuma jika nanti gadis itu berusaha untuk mendapatkan hati gw, maka hati gw nggak akan pernah goyah."
ucap Alan tegas.
" Terserah lu aja.. capek gw ngeladenin lu ngomong... nggak ada akhirnya..beneran mendingan gw ngerjain tugas kantor yang lain."
ucap Aldi yg kemudian langsung keluar dari ruangan Alan, tanpa mendengar pendapat Alan.
Alan menghela nafas panjang, dan memijat keningnya.
" Mungkin ada benarnya, tetapi apa gw bisa menerima kehadiran gadis lain selain gadis princess?."
ucap Alan kepada dirinya sendiri.
π²π²π²π²
Seorang laki laki duduk, terlihat dari raut wajahnya yang tidak bersahabat.
" kenapa kalian masih belum bisa menemukan gadis itu? dari sekian banyak orang satu pun diantara kalian sama sekali belum bisa membawa gadis itu kehadapan saya, apa kalian semua ini banci?."
ucap Laki laki tersebut tegas
" Maaf tuan, gadis yg anda maksud saat di club' waktu itu benar benar sulit untuk kita cari, apalagi setelah kita mencari melalui CCTV yg katanya sudah diambil oleh pemilik club' itu sendiri."
ucap Salah satu anak buahnya.
" Kalau seperti itu kenapa kalian tidak meminta kepada pemiliknya secara baik baik atau secara kasar itu mah terserah kalian."
ucap Laki laki tersebut yg tidak mau tau.
" Kita sudah mencari tahu tentang siapa pemilik club' tersebut tapi manager nya sama sekali tidak memberi tahu kita bos."
ucap Salah satu anak buahnya.
" Lu itu bener bener ****..apa beneran ****, kenapa lu nggak paksa aja.."
ucap Laki laki tersebut yg tersulut emosi.
" Kita sudah mencobanya bos, tapi kita malah di hajar balik."
ucap Salah satu anak buahnya.
" Memang percuma punya anak buah seperti kalian semua, masa gw yg perlu turun tangan sendiri, terus lu semua kerjaan nya apa?, apa mau ngeliatin gue doang gitu.. bener bener gila kalian semua."
ucap Laki laki itu.
" Maaf bos!."
ucap Mereka semua.
" Lebih baik kalian semua keluar dari ruangan ini sebelum gw berubah pikiran... KELUAR"
ucap Laki laki tersebut membuat anak buahnya pergi berlarian.
Laki laki tersebut mengacak ngacak rambutnya. seseorang masuk kedalam sambil tersenyum.
" Sepertinya lu beneran penasaran sama gadis waktu itu..benerkan Dre?."
ucap Gadis tersebut sambil tersenyum manis.
.
.
.
.
.
.
.
. terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca βΊοΈ