Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 67



Aira masuk kedalam mansion, disambut oleh Rachel.


" Lu Nggak apa apakan?."


ucap Rachel sambil memegang pundak Aira kemudian, membolak-balik tubuhnya Aira, membuat gadis itu keheranan, kemudian Aira memegang tangan Rachel.


" Ada apa sih?."


ucap Aira.


" Tadi gw liat mobil nenek lampir masuk kedalam halaman mansion, dan gw juga liat lu tadi jalan bukan dari gerbang mansion, dan kemungkinan pastinya lu berdua berpapasan tadi."


ucap Rachel khawatir.


" Emang masalah nya apa?, toh kita hanya berpapasan doang."


ucap Aira yg tidak mau ambil pusing.


" Lu tau kan, maksud gw nenek lampir itu siapa?."


ucap Rachel.


" Iya gw tau, maksud lu Adelia kan!."


ucap Aira santai.


" Itu lu tau, tapi tadi nenek lampir Nggak ngejahatin lu kan?."


ucap Rachel


" Nggak sama sekali kok, hanya saja dia ngomongnya Nggak pake titik."


ucap Aira masa Bodo


" Maksud lu?."


ucap Rachel heran, kemudian Aira pun menceritakan semuanya, Rachel yg mendengar ceritanya langsung tertawa.


" Hahahaha...gw jadi penasaran bagaimana wajah nenek lampir itu Sekarang, hahahah."


ucap Rachel.


" Ya begitulah, seperti kaset kusut, yg minta dibuang."


ucap Aira asal.


" Wah...mamah gw emang nggak pernah salah pilih ternyata!."


ucap Rachel.


" Maksud lu."


ucap Aira Bingung.


" Adelia itu termasuk cewek yang terobsesi dengan Kakak gw, tapi kakak gw selalu mengacuhkan tuh nenek lampir, dan jika setiap ada yg mau deketin kakak gw, pasti langsung dilabrak sama itu nenek lampir!."


ucap Rachel yg nada bicaranya terdengar tidak suka, Aira pun menganggukkan kepalanya.


" Gw tau kok...itu cewek, termasuk salah satu spesies yang langka, tapi perlu dimusnahkan dengan cepat!."


ucap Aira asal, kemudian terdengar suara gelak tawa Rachel kembali, membuat Aira yg melihatnya hanya bisa tersenyum geleng geleng.


" Lu kayaknya seneng banget denger omongan gw."


" Karena lu adalah cewek satu satunya yg berani menanggapi nenek lampir satu itu, dan jujur banget gw salut banget sama lu."


ucap Rachel sambil mengacungkan jempol nya, Aira menggelengkan kepalanya untuk yg kesekian kalinya.


" Terkadang cewek yg seperti dia itu Nggak perlu terlalu serius di tanggapi, semakin serius lu menanggapi cewek itu, dan semakin pusing pula otak lu memikirkan itu nenek lampir."


ucap Aira


" Ah...gw jadi tambah suka deh sama lu!."


ucap Rachel sambil tersenyum sumringah dan langsung memeluk Aira dengan erat, membuat gadis itu hanya bisa membalas pelukannya tersebut, dan tanpa mereka sadari seseorang sedang memperhatikan mereka dari tadi.


" Sepertinya kamu sedang senang dek?."


ucap Alan yg tiba tiba saja sudah berdiri dibelakang Aira, membuat Aira langsung terdiam kikuk, sedangkan Rachel langsung melepaskan pelukan tersebut dan langsung nyengir lebar.


" Pastinya dong kak!."


ucap Rachel semangat, Alan pun tersenyum kecil mendengar Jawa adiknya, tapi perhatian nya teralihkan ke sosok wanita yang masih berdiri seperti patung.


" Ehmmmm.. bisakah kamu kasih kakak waktu untuk ngomong berdua dengan istri kakak?."


ucap Alan lembut, Rachel tiba tiba tersenyum jahil.


"Aku tau kok maksud kakak apa, aku udah besar kok kak, jadi aku ngerti maksud ucapan kakak itu."


ucap Rachel sambil mengedipkan sebelah matanya, Aira langsung kelabakan dia sepertinya sadar dengan jalan pikiran Rachel saat ini, dan dia perlu meluruskannya, supaya ini anak tidak slaah paham, pikirnya.


" Gw rasa lu salah pa-."


ucap Aira tapi ucapannya terpotong.


" Kamu memang adik yg pengertian, Kakak memang mau memberikan keponakan dan cucu secepatnya buat mamah!."


ucap Alan dengan santainya, mata Aira langsung membulat sempurna.


" Pastinya dong kak, ya udah aku nggak bakalan ganggu waktu kalian berdua deh..dahh!."


ucap Rachel yg kemudian mulai berjalan menjauh dari mereka berdua.


" Lu salah minum obat?, Apa lu telat minum obat?."


ucap Aira pelan, setelah Rachel berjalan menjauh, Alan tersenyum menyeringai. kali ini mereka berdua sedang bertatap muka.


" Bukankah sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk melayani suaminya!."


ucap Alan sambil berjalan mendekati Aira, membuat gadis itu mundur beberapa langkah, untuk menjaga jarak diantara mereka berdua.



"Gw sepertinya sudah punya cita cita lain lagi sepertinya, karena sekarang Gw benar benar pengen nampol itu muka si mesum." pikirnya mengumpat kesal.


.


.


.


.


. Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️