
" Apakah kamu tidak marah?."
ucap Alan memastikan, Aira tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Sekarang kamu ada kelas tidak?."
ucap Alan, dia masih ingat betul jika istrinya masih menjadi seorang mahasiswa.
" Ternyata kamu masih peduli dengan pendidikanku!."
ucap Aira.
" Aku sangat peduli dengan pendidikan mu, karena kamu akan menjadi guru pertama Untuk anak kita kelak."
ucap Alan tenang, wajah Aira tiba-tiba berubah menjadi merah, karena memikirkan kata anak, Alan melihat wajah Aira yg memerah, tiba-tiba saja dia ingin menggoda istrinya.
" Aku tidak berencana untuk mempunyai anak dalam waktu dekat ini, tetapi kalau kamu siap..mari kita lakukan sekarang juga."
ucap Alan sambil tersenyum lembut, dengan kesal Aira memukul pundak Alan.
" Dasar otak mesum.."
ucap Aira sambil berlari ke kamar mandi, meninggalkan Alan sendirian dikamar sambil terkekeh kecil
" lucu sekali."
ucap Alan
🌲🌲🌲🌲
disisi lain seorang wanita paruh baya terlihat sedang berdiri diluar bangunan yang terbengkalai, wanita paruh baya itu melihat sekelilingnya, kemudian dia masuk kedalam bangunan tersebut.
Didalam bangunan tersebut tidak tampak seperti bangunan yang terbengkalai, Atau lebih tepatnya seperti markas. Orang orang yang ada disana langsung berkumpul.
" Selamat datang bos!."
ucap mereka semua, wanita paruh baya itu hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia duduk dibangku sedangkan anak buahnya pada berdiri.
" Saya punya tugas untuk kalian semua!."
ucap wanita paruh baya
" Kami siap menerima tugas apapun dari bos!."
ucap mereka serempak, wanita paruh baya itu tersenyum menyeringai.
" Saya mau kalian melenyapkan seseorang, tetapi saya tidak mau menerima kegagalan seperti 18 tahun yang lalu!, kalian tidak berhasil melenyapkan satu keluarga itu."
ucap wanita paruh dingin.
semua orang yang ada disana langsung menundukkan kepalanya, tugas membunuh satu keluarga 18 tahun yg lalu itu bukanlah target yang sangat mudah menurut mereka.
" Kenapa kalian semua diam?, apa kalian tidak punya mulut untuk berbicara?."
ucap wanita paruh tersebut mulai tidak sabar.
ucap laki laki(1)
" Saya ingin kalian membunuh istrinya Alan Gusti Nugroho!."
ucap wanita paruh baya itu, semua orang yang ada didalam ruangan tersebut langsung terkejut bukan main, seakan akan wanita itu paham dengan suasana ruangan.
" Kalian tidak punya hak untuk bertanya lagi. diskusi selesai, cari cara yg terbaik untuk membunuh wanita itu, jika kalian gagal dan tertangkap.. jangan pernah sekali pun kalian menyebutkan nama saya."
ucap wanita paruh baya tersebut yg kemudian keluar dari bangunan tersebut meninggalkan semua orang yang ada ruangan itu.
" Kenapa bos ingin kita membunuh menantu keponakannya sendiri?."
ucap laki laki (2).
" Sepertinya kamu baru disini!."
ucap laki laki (3), laki laki (2) mengangguk-angguk kepalanya.
" Keponakan angkat bos, menyukai keponakannya, dan bos akan melakukan apapun demi kebahagiaan keponakan angkat nya itu!."
ucap laki laki (1)
" Dan dibalik semua itu bos, sangat ingin menguasai seluruh harta keluarga besar Nugroho."
ucap laki laki(1)
semua orang disana menganggukkan kepalanya.
" Lebih baik sekarang kita bekerja, jangan berleha-leha, gw takut jika nyawa gw melayang gara gara tugas kali ini."
ucap laki laki (3).
mereka semua setuju, kemudian mereka pun rapat kembali, menyusun rencana sedemikian rupa.
🌲🌲🌲
Rizal menghentikan mobilnya, tiba-tiba perasaan dia campur aduk, gugup tegang takut campur aduk, ChaCha sepertinya melihat gelagat Rizal.
" Kakak tidak perlu memaksakan diri kakak sendiri!."
ucap ChaCha.
.
.
.
.
.
terimakasih atas kunjungannya.. jangan lupa klik like dan comment terimakasih