Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 77



Kamu mencuri hatiku, tapi aku akan membiarkan dirimu menyimpannya.


(Alan Gusti Nugraha)


Sebuah anugerah bukanlah menjadikan nya bencana, mungkin jika ia mendatangkan kesedihan, kau hanya perlu untuk melihatnya dari sudut lain, sesungguhnya anugerah itu selalu membawa kebaikan.


Beberapa jam kemudian Aira sudah membawa tas gemblong yg sudah berisi beberapa baju, tetapi tidak lama kemudian Alan berjalan menyusul Aira dari belakang sambil menarik kopernya, laki laki itu memperhatikan Aira sambil menaikkan salah satu alisnya, Aira pun merasa sedikit risih, di tatap seperti itu.


" Apa?, Kenapa lu liatin gw?, Lu udah bosen ya punya mata!."


ucap Aira sinis, Alan tersenyum menyeringai, kemudian dia memajukan wajahnya kedepan.


" Coba aja kalau berani hmm!."


ucap Alan dia masih terus saja menyeringai dan hal itu membuat Aira kesal, padahal selama ini dia selalu bisa bersikap tenang, tetapi tidak tau kenapa setiap dirinya didekati oleh Alan, bawaannya emosional terus, dan itu juga menjadi salah satu alasan mengapa Aira menjaga jarak dengan laki laki gila yg satu ini.


Aira kemudian berusaha mengabaikan ucapan Alan, yg tidak tau kenapa, nggak ada angin nggak ada hujan, Alan banyak ngomong seperti tukang sayur. pikirnya.


" Lu bisa renang kan bocah!."


ucap Alan membuat Aira kembali tersadar, Aira menghembuskan nafasnya kesal, Aira menatap wajah Alan dengan garang, tetapi laki laki itu hanya memasang wajah jenius nya.


" Itu muka lu...lama lama minta ditampol ya pake sendal!."


ucap Aira emosi, Alan langsung tertawa mendengar ucapan Aira yg terdengar seperti lelucon dari pada ancaman.


" Hahhahahah, oh ya ampun...lu bisa ngelusu juga ternyata bocil..hahhaha."


ucap Alan yg kembali tertawa seperti orang gila, Aira dibuat melongo melihat pemandangan tersebut yg menurutnya sangat langka, Tetapi Aira berusaha untuk bersikap datar, tetapi tetap saja senyuman kecil terukir diwajahnya.


" Sejak kapan tuan mesum ini mempunyai senyuman dan suara tawa yg menggelengkan huh?." pikirnya, tetapi kemudian Aira tersadar dengan pikirannya sendiri, yg menurutnya konyol.


" Ra lu harus ingat dengan niat lu sendiri dari awal." pikirnya mengingatkan dirinya sendiri. tidak lama kemudian, Alan sudah berhenti tertawa.


" Udah puas ketawanya tuan mesum?."


ucap Aira sambil menatap Alan seperti sedang menantang, laki laki itu tersenyum misterius mendengar nama panggilan tersebut.


" Kamu Sepertinya belum mengerti, Apa arti mesum itu huh?."


ucap Alan sambil merangkul pinggang Aira dengan cepat, membuat gadis itu terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa, dan jujur saja hal itu membuat Alan cukup puas, melihat reaksi Aira yg menurutnya menggemaskan.


" Jangan pegang gw sia*!."


ucap Aira sambil melepaskan tangan Alan dari pinggangnya dengan kasar, dan dengan santai Alan merangkul pinggang Aira, dan mendekapnya dengan erat, sampai sampai Aira bisa mendengar detak jantung Alan, yg menurutnya detak jantung Alan abnormal, karena detaknya jantungnya lebih cepat.


" Apa lu punya penyakit jantung?."


ucap Aira bertanya, masih di posisi yg sama. karena dirinya tau, sekeras apapun dirinya berusaha untuk terlepas dari tangannya, Aira tau maka Alan semakin keras kepala, dan bertindak semaunya sendiri.


" Habis ini mungkin gw perlu mandi bunga tujuh rupa!." pikirnya


ucap Alan sambil terus mendekapnya dengan erat, membuat Aira hanya bisa pasrah, karena tidak mungkin jika saat ini dia memukul wajah laki laki tersebut.


Bisa bisa panjang deh masalahnya, pikirnya.


Aira berusaha untuk tidak menyakiti perasaan Tante Elena, yg menurut Aira sendiri Tante Elena sudah memperlakukan dirinya seperti anak gadisnya sendiri, dan satu lagi yg membuat Aira semakin tidak enak, semua yg fasilitas dia dapatkan saat ini semua itu adalah pemberian Tante Elena, saat Aira masih melamun, tiba tiba saja.


" Cup!."


Sebuah kecupan manis mendarat di pipi kanan Aira, membuat gadis itu tiba tiba saja gemetaran, dan tiba tiba saja.


" Plakkk".


Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya Alan, sampai sampai membuat kepala laki laki itu bergerak ke kiri, Saat Alan ingin mengeluarkan sumpah serapah, tetapi sekitika tubuhnya membeku.


Alan melihat Sosok Gadis yg dia sukai sedang meneteskan air matanya, sambil menatap dirinya penuh dengan kebencian.


" Aira...gw tadi hanya-."


ucap Alan terpotong.


" Bacot...lu sialll."


ucap Aira, gadis itu sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, kemudian.


Bugh...bughh..bughh, Aira beberapa kali melayangkan tinjunya kewajah tampan Alan, tetapi laki laki sama sekali tidak melawan, dia membiarkan gadis itu meluapkan emosi nya sendiri, dengan caranya sendiri.


Setelah beberapa menit berlalu, dan Aira mulai sedikit tenang, kemudian dia berjalan mundur sedikit.


" Lebih baik, lu kasih jarak aman, kalau tidak, kejadian seperti ini mungkin akan terjadi lagi."


ucap Aira dingin, Alan tersenyum kecil, kemudian dia menyeka darah yg keluar dari ujung bibirnya.


" Maaf, tetapi gw lebih memilih dipukuli sama lu sampai bonyok, ketimbang harus menjaga jarak dengan lu."


ucap Alan sambil tersenyum menyeringai, dan hal itu membuat Aira melongo mendengar nya.


" Apa Gw mukul nya kurang kencang ya?." pikirnya.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan anda selamat membaca ☺️