Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 71



" Mas, sekarang setelah aku memperhatikan wajah Aira dengan teliti..dia sangat mirip dengan Indah ayu Ningrum, sahabat aku itu loh mas."


ucap Elena bersemangat, mendengar nama wanita yg pernah mengisi hati nya disebut, tiba tiba saja membuat Genta diam, Genta juga tau jika perasaan yg tubuh dihatinya itu sangat lah salah, karena pada waktu itu Indah sudah menikah dan memiliki dua orang anak.


Saat Genta sedang tenggelam sendiri dengan pikirannya, Elena menarik tangan Genta dan mulai berjalan mendekati Aira.


"Eh...Mamah sejak kapan pulang?."


ucap Aira sambil tersenyum sedikit sedikit kikuk, Elena pun tersenyum mendengar ucapan Aira tersebut.


" Mamah baru nyampe kok sayang, dan juga mamah mau kenalin kamu sama pamannya Alan."


ucap Elena. Aira kemudian menganggukkan kepalanya setelah menyadari jika laki laki yg berada disamping Elana itu adalah pamannya Alan.


" Halo om, perkenalkan nama aku Aira."


ucap Aira sopan sambil tersenyum dengan sedikit ragu dia menyodorkan tangannya. Genta terdiam untuk beberapa saat, membuat tangan Aira mengambang bebas, membuat gadis itu semakin canggung.


" Ah.. maafkan om ya, Panggil aja om Genta, senang berkenalan dengan kamu Nak."


ucap Genta sambil tersenyum ramah dan menggapai tangan Aira untuk berjabat tangan. Aira tersenyum kikuk, tetapi Genta tau jika gadis yg ada dihadapannya saat ini terlihat kurang nyaman, dan akhirnya dia melepaskan tangan Aira, Aira pun tersenyum karena dia merasa jika om Genta adalah orang yang termasuk peka.


" Sekarang kan udah pada kenalan nih masing masing, sekarang Mamah mau tanya bagaimana hubungan kamu sama Alan nak, apakah sudah ada perkembangan?."


ucap Elena semangat, Aira menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Gw harus jawab apa coba?, kalau gw bilang jujur sudah pasti Tante Elena bakalan kecewa, sedangkan dia sudah baik banget sama gw." pikirnya, Aira menggigit bibirnya, dia berusaha keras untuk mencari cari alasan, tapi dia baru kali ini terjebak.


" Ternyata menyelesaikan tugas rahasia itu lebih mudah, dari pada perkara menyelesaikan masalah yang terlihat sepele seperti saat ini, yg ternyata gw perlu mikir dulu." pikirnya, Aira mengumpat.


" Wah... ternyata om sudah datang!."


ucap seseorang, mendengar suara tersebut membuat Aira kembali fokus, dan suara tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga nya, tanpa perlu menoleh kebelakang, Aira sudah tau jika orang itu tidak lain adalah Tuan mesum alias Alan, yg berstatus sebagai suaminya.


" Kenapa ini anak malah nongol di waktu yang tidak tepat."


ucap Aira pelan, suaranya seperti suara bisikan, dan Aira kira tidak ada yg mendengarnya, tetapi ternyata dia salah.


" Memangnya saya harus laporan dulu sama kamu, jika ingin pulang ' istriku'."


ucap Alan berbisik di telinga Aira, dan menekan kata istri, Aira mengepalkan tangannya, ingin rasanya dia melayangkan tinjunya tersebut ke wajah laki laki tersebut.


" Lu udah bosan hidup ya."


ucap Aira mendesis kesal, Alan tersenyum menyeringai, saat dia ingin membalas ucapan Aira.


" Mamah, sepertinya sudah tau jika hubungan kalian mulai membaik, dan oh iya katanya om Genta mempunyai hadiah untuk kalian berdua."


ucap Elena, membuat Alan terdiam sejenak kemudian duduk sedikit jauh dari Aira.


ucap Genta sambil tersenyum manis, Mata Aira membulat sempurna, dia merasa jika pendengaran nya mulai bermasalah. Aira menatap Alan sekilas tetapi laki laki itu hanya memasang ekspresi datarnya.


" Ini anak wajahnya flat banget sih.. emangnya dia mau pergi honeymoon!."


pikirnya kesal, saat Aira ingin membuka mulutnya untuk menolak tiba tiba saja tanpa pikir panjang lagi Alan menyetujui ide gila tersebut menurut Aira.


" Makasih om, untuk hadiahnya, dan sudah pasti aku dan Aira akan menerimanya dengan senang hati."


ucap Alan.


" Wahh...bagus bagus!, Terus kapan kalian akan berangkat kesana?."


ucap Genta antusias.


" Mungkin malam ini om."


ucap Alan santai, matanya membulat sempurna untuk yg kesekian kalinya, dia tidak bisa membaca isi pikiran laki laki mesum yg ada disampingnya yg satu ini.


" Apa lu gila!."


ucap Aira pelan, dia menahan rasa kesalnya, Alan tersenyum menyeringai.


" Apa kamu lupa dengan permainan kita sayang!."


ucap Alan berbisik di telinga Aira, membuat gadis itu merinding sekujur tubuhnya, Aira terus bersumpah serapah.


" Ah..lebih baik jika ini anak mati aja Sono aihhh!, nyebelin juga jika ini orang hidup." pikirnya, Aira memperhatikan wajahnya Alan, yg sedang tersenyum manis kepada Mamahnya dan om Genta, tanpa merasa terbebani sedikitpun.


" Kalau kayak gini ceritanya, gw bisa gila duluan."


ucap Aira pelan merutuki nasibnya sendiri.



.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️