
" Beberapa orang berpura pura kuat, tetapi mereka hancur didalam."
—Christina Aira Agustin—.
🌸🌸🌸
Aira tersenyum kecil sambil melambaikan tangannya, karena beberapa menit yg lalu, Tante Indah memintanya untuk main kerumahnya, mungkin jika hari ini tidak ada acara dengan senang hati ia akan ikut main kerumahnya, Tetapi untungnya Si mas Bro mampu membujuk mamahnya, kalau tidak alamat kelabakan. pikirnya
Aira berdiri di jalan trotoar, Aira membuka matanya lebar-lebar saat dia teringat dengan janji.
" Mampus gw!!."
ucap Aira, Aira melihat sekeliling dan dari kejauhan dia melihat ada taksi, kemudian dia menghentikan taksi tersebut dan masuk kedalam mobil tersebut, sambil memberi tahu alamat yg dia tuju.
" Semoga saja tua Bangka itu tidak meluapkan abu vulkanik nya!."
ucap Aira, Aira kemudian menyenderkan tubuhnya sambil memijat keningnya, baru satu hari dia kembali dari liburan, dan hari yg melelahkan ternyata sedang menunggunya. pikirnya.
Aira tersenyum kecil, dia teringat dengan setiap kejadian yang terjadi di villa saat dia bersama dengan Alan.
Aira kemudian mengeluarkan hpnya, dia tersenyum sendirian melihat foto dirinya dan Alan.
" Ternyata jatuh cinta itu seperti ini rasanya, benar benar menyenangkan." pikirnya
Aira terkadang cekikikan sendirian, dan supir taksi hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah penumpangnya yg lucu.
🌲🌲🌲🌲
Disisi lain, seorang laki-laki dengan ekspresi jijik yg terlihat jelas diwajahnya.
" Tidak bisakah kamu memberi jarak!."
ucap laki laki tersebut yg tidak lain adalah Alan, Alan terlihat risih dengan tingkah laku wanita yg sedang bergelayut manja dilengannya.
" Jika lu..bukan orang yg disayangi Tante gw, udah gw potong itu tangan!" pikirnya geram.
Alan masih berusaha menolak, Adelia dengan lembut, tetapi Gadis itu sepertinya salah mengartikan perlakuan tersebut.
" Kak ceraikan saja sih wanita jalan* itu, apa bagusnya sih dia, cantikan juga aku!."
ucap Adelia merengek seperti anak kecil sambil bergelayut manja, sedangkan Alan dia tidak biasa menahan emosinya saat garisnya disebut Wanita Jalan* oleh orang seperti wanita Sia* yg satu ini.
" Yg Wanita jalan* itu adalah lu!."
ucap Alan sambil menunjuk Adelia dan menatapnya dengan garang, Alan terlihat seperti ingin memakan wanita itu hidup hidup, Adelia mengernyitkan keningnya sedetik kemudian dia langsung tersenyum kikuk sambil melepaskan tangan Alan dan memberikan jarak sedikit jauh, tapi Alan tetap menatap Adelia dengan garang dan tajam.
Adelia menelan ludahnya sendiri, tubuhnya gemetaran ketakutan, tetapi dia tetaplah wanita licik yg masih mempunyai seribu cara.
" Ah... maafkan aku kak Alan, soalnya tadi aku lagi kesel sama istrinya kak Alan."
ucap Adelia dengan nada manjanya, Alan terlihat ingin muntah mendengar suara wanita itu.
ucap Alan dingin, tetapi Adelia tetaplah Adelia dia wanita yg egois, dia selalu melakukan cara apapun demi menggapai sesuatu yang dia inginkan.
" Hancurkan saja keluarga aku kak Alan, toh aku masih punya keluarga angkat yg bisa menyongsong masa depan aku!."
ucap Adelia, Alan mengertakan giginya, dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran wanita yg lebih mirip dengan nenek sihir ini. pikirnya
" Ternyata lu emang wanita dengan ambisi yang tinggi!."
ucap Alan sambil geleng-geleng kepala.
" Oh sudah tentu, dan karena itu aku nggak akan pernah lelah untuk mendapatkan kamu kak Alan, aku bisa saja berbuat hal gila, diluar imajinasi mu kak."
ucap Adelia sambil tersenyum menyeringai, Alan mengepalkan tangannya, dia benar benar ingin menembak kepala gadis itu sekarang juga. tetapi Alan adalah penjahat rahasia.
" Lebih baik lu pergi sekarang, sebelum gw bersikap kasar sama lu!."
ucap Alan dingin, tetapi dengan santainya Adelia malahan duduk di sofa, Alan di buat geram bukan main, Alan terlihat ingin menelpon security-nya, tetapi langsung terhenti.
" Berani ngusir aku, aku akan beri tahu sama Tante nanti kalau kak Alan bersikap kasar dengan aku."
ucap Adelia, Alan berdiri sambil mengepalkan tangannya, Adelia tersenyum menyeringai penuh kemenangan.
" Aku memegang kelemahan mu kak Alan ku sayang!." pikirnya.
Adelia dengan santai menyandarkan tubuhnya disofa sambil meluruskan kedua kakinya diatas sofa, seperti dikamarnya sendiri.
" Dasar wanita tidak tahu malu!."
ucap Alan
" Urat malu ku sudah putus sejak lama kak Alan."
ucap Adelia lembut, Alan merinding mendengarnya. Alan
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️