
Serangan hujan panah, hujan beri beracun diselingi lemparan granat kecil dari Anaya menjadi pemandangan saat ini.
"RASAKAN INI" Anaya berteriak sembari melempar ratusan granat kecil ke arah lawan.
"KALIAN SUDAH MEMBUATKU KEHILANAGAN ORANG ORANG YANG KU SAYANGI.." Anaya terus berteriak.
"INI UNTUK WAYANA KARNA SUDAH MELENYAPKAN AYAHKU!!!" Granat dalam jumlah yang tidak sedikit menghujami setengah lingkaran pelindung yang di buat Mayana, pohon pohon yang mengelilingi mereka berdua perlahan jatuh satu persatu. Membuat ledakan, lemparan panah juga hujan beri yang meledak dapat dirasakan olehnya.
Setiap kali ada serangan mengenai pelindung miliknya Mayana berteriak parau.
"Aaaaahhkkk.. Sakitttt!!" Mayana terduduk karena terlalu banyak menerima serangan.
"Mayana.." Wayana perlahan bangkit, tapi gerakannya tertahan.
"Jangan coba coba bangkit, aku bisa menahan ini." Mayana berseru.
"Bisa apanya, kau terlihat kepayahan!"
"Biarkan sajaaa.." Mayana mendorong rekannya dengan kekuatan yang tersisa, kaki Mayana mengentak ke lantai membuat angin kecil di dalam kubahnya.
"APA YANG KAU LAKUKAN!" Wayana berteriak!
"AKU AKAN BERKORBAN!" Mayana balas berteriak.
"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU! BATALKAN SEKARANG, DAN PERGI DENGANKU." Mata Wayana sekarang berkaca kaca, tangannya terulur ke depan Mayana.
"Tidak, kau saja yang pergi!" Mayana menggeleng sembari terus menahan rasa sakit. Tanpa sadar Mayana menangis.
"Ayolah,.." Siluman Wayana berkata lirih agar terus bisa membujuk Mayana.
"INI UNTUK IBUKUUUU, MANG UMANG, KAK ADITYA, DAN SEMUA ORANG YANG KAU RENGGUT DI MASA LALUUU!! Juga untuk rasa sakitku ini.. Hiks.." Anaya berkata lirih di kalimat akhirnya.
Seolah semua kenangan manis, indah, membahagiakan, suka, duka, kekecewaan, serta trauma itu bersatu padu menjadi luka yang hampir permanen tertanam padanya.
"Anaya.." Janson berhenti melemparkan benda tajam ke udara, ia melakukannya karena Anaya juga berhenti. Dan sekarang sahabatnya itu hanya duduk mematung di atas kuda putihnya.
Janson bergegas mengebah kuda agar bergerak ke arah Anaya terdiam.
"Jangan menangis,"
"HUAAAAA" Tangis Anaya pecah saat Janson tiba di sampingnya.
Perlakuan Janson yang lembut dan perhatiannya itu yang membuat Anaya semakin kencang menangis, Janson merengkuhnya erat erat.
"Janson, semua kejadian ini terjadi di depan mataku dan bahkan Ayah dan Ibuku meregang nyawa di hadapan mataku ini, orang orang juga. Merwka selalu menyalahkanku, bahkan untuk banyak hal yang bahkan tidak pernah kulakukan. Orang orang yang tadinya peduli mulai menjauh, mereka membenciku. Semuaaaanyaaa tidakkk ada yang peduli lagiii...😠Hhuueee, apakah Aku harus mati untuk itu. Haruskah aku meregang nyawa, mereka bilang aku kan penyebabnya. Ayo kau juga ikut salahkan aku, ayo Janson!! AYOOO!" Anaya meracau yang tidak tidak karena fikirannya benar benar kacau. Bisa dibilang Anaya mengalami depresi tingkat (Awal).
"Tidakkkk tidak Anaya, kau tidak salah!" Janson memeluk Anaya hangat sekali.
"Hhhh" Tangis pecah dari Anaya mulai mereda.
...ΩΩΩΩΩ...
Beberapa menit berlalu di dunia manusia saat Wayana sudah benar benar di bawa keluar secara paksa dari kubah pelindung itu.
"Selamat tinggal Wayana."
Dan bersamaan dengan meledaknya pertahanannya tersebut, ia mengeluarkan seluruh kekuatan yang tersisa serta mengeluarkan pusaka terakhir sebagai tambahan tenaganya.
Saat semua pihak lawannya merasa menang ledakan maha dhasyat meletus hingga radius 1000 Meter, pasukan musuh yang telah terlanjur berada di depan mendadak balik arah, Shi ya bergegas mundur kembali, Yu Jian bergegas melindungi Anaya dan Janson secepatnya.
Quen dan Rey sudah berfirasat buruk sedari tadi. Maka dari itu mereka langsung mundur secepatnya setelah melempar serangan pada musuhnya.
"Gawat!! Semuanya mundur!" Kepanikan segera terjadi disana.
"Ada apa?" Anaya melepas pelukannya, Janson pula melakukan hal yang sama.
"Aku tidak tau Anaya." Jawab Janson.
BUUMMMM....
... * Season pertama akan berakhir bentar lagi, Novelnya belom abis sih ceritanya, tapi sementara akan di tamatkan terlebih dahulu.
* Alasan pertama karna kendala di rumah, dan perdebatan tiada henti.
* Kedua karna Thor gak berhak atas Hp ini sendiri.
* Ketiga adalah : Minimnya waktu untuk mencatat, karena itulah Thor updatenya selalu gak pasti.
kalau kalian ngerti sih Thor berterima kasih banyak, tapi kalau yang gak peduli gak papa juga.
(Thor gak tau ini kembalinya kapan, Gc Thor aja Thor titipin. Ditambah keluarga Thor mendesak Thor terus buat Thor lupain Novel
katanya ininya kecil lah... Itu lah...
Tapi yang pasti ini kan Hobi Thor sejak jadi Introferd. Kalian tau lah orang kayak gitu betahnya apa? Thor betahnya sama tiga hal doang.
* Game ( pertanian )
* Baca buku ( Novel )
* Buat gambar ( seperti komikus)
Kalau gak ada tiga hal itu ya Author gabut lah.
Oh kelupaan. * Musik ( Astro, indo, inggris) 💜💜 Thor suka banget.
Sebagai tambahan Thor akan buat satu hal lagi....
...
...
Selamat kenal dengan wajah ASLI THOR. Menurut kalian Thor umur berapa???
coba tulis di kolom komentar ya..