TO THE DEAD

TO THE DEAD
SEASON SPESIAL



"Karna separuh aku, dirimu..🎤🎤🎤, tak pernah ku sadari..🎤🎤 Eh! Ada pembaca ya.. Hehehe...


Sorry nih sorry, gak lanjut dulu ya ceritanya karena Thor mau nyanyi dulu, yok lanjut.. Tak pernah.. Eh, iya deh. Karena udah ketemu sekalian bilang aja yak. Janson di sebelah sana lagi ada acara tuh.."


"Apa, kalian minta aku liat!!"


"Enggak deh, aku milih tinggal di rumah. Di luar kan banyak Virus."


"Oh, ya. Ada masker. Ok deh aku keluar mau ngawasin pemain Novel pasca istirahat mereka. Yuk keluar Cemon!"


*****


"Nah loh, ada Author." Janson berseru kaget.


"Apa sih Son, kok gitu amat!" (Son, panggilan singkatan Thor.)


"Janson Thor, bukan Son. Kalo Son itu Anak laki laki.." Janson keberatan namanya diubah olehku.


"Bukannya sama ya, son, jon, janson." Aku datar menjawab.


"Beda, tau itu beda!" Janson terus protes.


Anaya menghampiri.


"Ada apa sih nih Thor, kok ribut banget?" Anaya tampak mengenakan koyo di pipi, bertanya dengan wajah meringis.


"Lho, lagi sakit gigi ya?"


Author (Mengabaikan Janson yang masih berceloteh di sebelahnya).


"Enggak kok, cuma nyaman aja pakek koyo." Jawab Anaya.


Author baru sadar banyak asap hitam di udara.


Author, Janson dan Anaya melihat ke arah langit bersamaan.


"Kebakaran ya?" Anaya bertanya.


"Entahlah."


"Mau di lihat apa enggak?"


Author menggandeng tangan Anaya dan Janson agar mengikutinya.


*****


"Oh, kebakaran toh.. Tinggal hapus peran saja sih." Author membuka majic laptopnya.


"Lah nanti musuhnya siapa, bapakku dan keluargaku siapa?" Janson membanjiri Author dengan pertanyaannya.


"Nanti bisa cari lagi, itu cuma nama. Gak susah kok.. Yang susah itu menyusun gambar Cover kalian. Mana gak ada yang komentar tentang ceritanya lagi, thor kan bingung. Pembaca ngasih Nilai ini cerita berapa bintang.


🌟1/ 🌟2/ 🌟3/ 🌟4/ 🌟5.


Thor butuh kepastian, karena itu penting. Cerita kalian itu gak cukup satu novel doang, cerita lainnya belum thor tulis. Ya minimal 15 - 20 judul lagi.


Kalau pembacanya banyak yang respon ceritanya dan statistiknya naik mungkin thor akan kasih spoiler judulnya di GC. Alur cerita ini juga maju mundur.. Mau Thor kasih Deskripsinya gak?


Yah kayaknya gak ada yang minat baca.. Ya udahlah. Lain kali aja.. Lebih baik susuk sendiri aja ya Deskripsinya. Semangat mengetahui isi novelnya."


Aku beranjak berjalan menjauh dari Anaya dan Janson yang masih menatap kepul asap hitam.


*****


"Author kenapa begitu ya?" Janson bertanya.


"Entah, dia butuh pendapatan lebih kali. Novelnya gajinya kecil sih. Ditambah Thor aktif cuma beberapa detik aja. Dan ini thor nyatet tiap eps di dokumen hpnya sendiri, gak berjaitan dengan noveltoon di simpannya. Jadi gitu deh. Copy paste doang. Nanti cerita kita ini juga akan di bukukan oleh Thor, yah 10 minimal, Thornya udah kontak sama penerbit buku grandmedia soalnya. Dia punya wa nya. Thor pasti bakalan buat covernya juga. Namanya doang juga gak papa, nanti di tulis ulang kok." Jelas Anaya.


"Oh, ceritanya, Thor ngambek nih.."


"Gak, cuma galau. Apakah akan hapus novel ato gak. Soalnya udah ada beberapa ribu."


"beh.. Baru 4 Ribu doang,"


"Makanya Janson. Tapi seenggaknya thor masih punya penggemar di WP, nanti siap siap aja Eps 1 di WP. Siapa tau di terbitka lewat Apl WPnya."


..


..


A. "Semangat nulisnya Thor.."


B. "Aku selalu mrndukungmu.."


C. "Aku ikutin ceritanya terus lho, walau gak koment."


Kalimat mana yang kalian pilih, jujur aja.