
Tentang To The Dead.
Tajub atau judul kisah ini ya, jika dijelaskan sih memang panjang secara ini isi tentang inti dari semua masalah yang terjadi di dalam ceritanya.
Pertama tama mari kita simak tentang tokoh Gadis Perempuan yang muncul pada bab pertama atau bisa aku sebut bab pembuka ini.
#Tokoh Anaya
Apa sih yang mendasari saya membuat karakter yang secengeng ini, selemah ini dan juga tokoh anak kecil yang lemah. Jika kalian perhatikan sehari hari kalian akan tau.
Bahwa dunia anak kecil ini adalah dunia yang penuh fantasi dan imajinasi, hal itu tidak bisa ditutupi oleh raut senyuman lebar yang mereka tunjukan saat bermain, anak anak itu masa saat mereka bebas seperti berada di surga yang ingin dijelajahi dengan bebas, tanpa adanya peraturan ataupun kekerasan, dunia anak kecil penuh dengan hal hal yang menyenangkan dan hanya memikirkan sesuatu yang menyenangkan.
Mereka tidak tau akan apa yang namanya bahaya saat hujan, ataupun kemungkinan adanya petir. Karena mereka senang melihat hujan dari jarak dekat merasakan tetes tetes air hujan yang memijat mereka perlahan lahan, bermain genangan air dan pancuran air di pojok rumah. Karena itu memang cara bersenang senang mereka. Jika kalian perhatikan sekali lagi, rata rata anak kecil itu polos bukan?
Kadang kala ada sebagian kecil. anak kecil yang takjub pada dunia dan amat mencintai keluarganya..
Itulah yang ada pada diri Anaya, masa anak anaknya direnggut darinya, orang tuanya dibunuh tanpa alasan yang jelas, dan ada sesuatu yang menginginkannya selalu menderita.
Ketidak berdayaannya melawan kenyataan, takdir dan sesuatu yang mengerikan membuatnya berhenti berbahagia. Bahkan ia lupa cara tersenyum seperti dahulu..
Next.
Bagaimana sih Author bisa terinspirasi membuat novel dengan penulisan yang bagus?
Rahasianya apa?
Kasih saran dong?
#Mengenai pertanyaan di atas.
Saya baru pertama kali membuat novel ini setelah belajar dulu dengan aplikasi lain sebelum memulai menulis pada aplikasi ini.
Terlepas dari apakah Author itu jago, saya fikir tidak juga. Di luar sana masih banyak karya yang lebih bagus dan juga dengan pembukaan yang lebih komplite dari novel buatanku, tapi memang saya tidak bisa jadi penulis kalau tidak suka menulis.
Saya dahulu tidak suka membaca buku Lks sekolah, lantas mengapa rajin membaca novel? Apakah itu aneh menurut kalian.
Mari bahas hal ini sampai tuntas dulu..
Pertama : * Saya itu adalah anak kecil yang terbiasa dengan tivi dan anak yang jarang tidur, alias suka begadang.
Sebenarnya saya tidak ingat saat saat seperti itu, tapi yang saya ingat adalah obsesi saya pada banyak tokoh tokoh kartun dalam televisi, saya menyukai berbagai film kartun sedari kecil, kartun kartun itu sebagai berikut :
• Tom And Jerry
• poppy
• scooby doby doo
• sponsboob
Dan lain sebagainya, masih banyak lagi.
Dan saat saya beranjak remaja, saya mengingat lamat lamat semua kartun yang pernah saya tonton, ada yang saya ingat dengan jelas dan ada juga yang lamat lamat.
Dari memory kecil saya tau sesuatu, ingatan saya dan juga pemahaman saya tinggi.
Walaupun di saya menonton film horor atau film fantasi, saya sedang merekam semua itu dalam memory dan tersimpan dalam Falsh diks di kepala saya, sebagai arsip penting yang selalu ada di sana. Bahkan yang hampir terlupakan sekalipun.
Setelah semua film film itu aku tau, dan menyimpannya tibalah saatnya aku menceritakan pengalaman pertama menulis cerpen mengenai Film.
"My Heart" atau film Heart, 2006 ini. Yang diperankan nirina zubir, acha septiasa dan irwansyah ini.
Jadi, saya mulai mencari kelanjutan filmnya ini karena di sinetron menggantung sekali, saya juga menulis surat perpisahan Rachel itu.
Saya menulis semuanya, dan membacanya berulang ulang, setelah mengcopy tulisannya, saya cari film selanjutnya untuk di Copy paste. Majic hour, pocong juga pocong, bukan pocong biasa, tali pocong perawan, dan lain lain.
Hingga saya menemukan buku dengan judul dan cerita yang berbeda, mirip Heart tapi dalam lingkungan pesantren. Saya beri judul "cinta di pesantren" saja ya.
Saya ingin meminjamnya setelah tau ceritanya lucu dan menghibur, buku itu cinta bukan virus.
Tapi saya membaca yang bagian itu saja, gak dibaca full karena kurang tertarik.
Buku itu ada di perpustakaan sekolah zaman smp saya. Ya ibu guru gak. Ngebolehin bawa novelnya pulang sih, jadi ya aku salin di buku deh, perlu beberapa hari untuk dicatat di buku.
Dan setelah selesai di salin, tentu aku membacanya puas puas dirumah. Sampai sampai aku gak suka terakhirnya, jadi aku ubah ubah sendiri sambil dibaca.
Lama kelamaan aku bercerita gak sesuai alurnya, tapi kedengarannya masih bagus.
Kebetulan lainnya adalah aaat bazar buku, inginnya aku membeli novel Horor tapi gak terwujud setelah dikasih 25 ribu aja, lalu bertemulah aku dengan tere liye.
Sang idola pertamaku semenjak saat itu dan bukunya yang aku suka, sepotong hati yang baru.
Karena bukunya amat tebal dan waktuku yang sedikit dalam membaca bukunya, jadi aku membawa buku itu kemana mana, dari mulai sekolah, tempat tidur dan begadang saat malam.
Cerita yang dirangkum ada beberapa versi disana, dan yang paling kusuka adalah kisah Sampek - engtay. Kisah yang kubaca sambil menghayati karena saat itu aku juga sedang terjebak dalam keadaan yang sama dengan cerita, keadaan yang aku sebut sebagai Dilema.
Aku jadi tau perasaan Engtay yang sebagai perempuan yang terhalang cintanya.
Juga pengorbanan sampek demi Engtay, dia bahkan pura pura tidak mengenal Engtay karena demi perdamaian seluruh negri, dan cinta mereka tidak akan bisa bersama walaupun mereka ingin, mencintai seorang calon istri putra mahkota, kehidupan Engtay yang harus selalu sejalan dengan keinginan Ayah Ibunya, status yang membuat Sampek dipermalukan. Rasa benci karena ia bagian dari biara, pertemuan yang lucu, saat berbicara di danau dan saat pernyataan cinta sampek yang tak terucap.
Saat saat terakhir, saat saat sampek yang hampir mati demi bertemu dengan engtay, saat saat engtah yang hamil tua pergi, serpihan hati sampek yang hancur, naga naga yang melesat.. Dan lapangan ilalang yang membuat air matanya mengering, kering lukanya hingga saatnya terobek lagi..
Dan kali ini terluka selamanya...
Dari sini aku merasa, kisah kisah tere liye ini sebagian besar mengenai kesedihan dan petualangan, setelahnya novel novel selanjutnya.
Aku mulai mengubah alurnya di kisah raib seli dan ali, tapi bukan mengenau klannya melainkan kisah Raib dan Ali ini.
Berfokus pada mereka karena aku sedang ingin membuat cerita romantis, siapa sangka banyak yang suka. Dan lelah mengubah alur cerita orang aku akhirnya mentok.
Aku menenangkan diri di belakang rumah sambil ditemani beberapa lagu, dan hadir disana lagu yang membuat aku menemukan satu judul ini.
Lagu Lily alan walker ini, menceritakan tentang satu mosnter dari hutan bukan?
Selain lagu yang membuatku berfantasi, aku juga membaca artinya.
Aku terus berfikir ingin membuat judul cerita yang menyerupai lagu ini, tapi aku malah berfikir menjadikan judulnya jadi bahasa inggris saja, karena setelah itu aku menemukan lagu begraund yang hebat, mengubah seluruh struktur cerita ku ini.
Pertama aku sudah menetapkan judulnya To the Death, yang ku ubah jadi To The Dead. (Cara perkataan kedua judul ini berbeda ya)
Cerita awal yang berfokus pada sang tokoh utama yang kesepian di rumah dan dikejar mosnter dengan keadaan tidak ada orang (Direvisi) menjadi : Gadis yang mempunyai asal usul yang misterius dan didatangi oleh sesosok makhluk yang tak disangka sangka.
Ya meskipun deskripsinya masih belum kutemukan tapi saya masih terus berusaha menulis novel yang super menyenangkan saat dibaca tiap lemnarnya.
Trimakasih telah membaca, mendukung dengan like, vote dan memberikan hadiah.
Thanks juga untuk yang menyukainya sampai disimpan di favorite, dan sudah membagikan cerita ini ke teman teman.
Suatu saat saat saya menemukan hal hal yang bisa membuat cerita berkembang akan saya pelajari.
Sekian.