
Pertahanan Siluman Wayana kini mulai goyah, pepohonan yang di kendalikan juga oleh Siluman Mayana ikut terdesak, teriakan demi teriakan memenuhi pasukan Shi ya.
Ratu Siluman itu dengan tangkas menerjang ratusan pohon yang mengiriminya ribuan duri, meski duri duri tersebut telak menancap di seluruh tubuhnya, tak sedikitpun wajahnya memperlihatkan kesakitan.
Justru Shi ya semakin ganas menyerang musuh musuhnya.
Graaaa
Graaaa
Pepohonan yang dikendalikan oleh Mayana menggerung gerung seperti merasakan rasa sakit, tentu semua itu memang benar. Mayana meringis kesakitan di kedua lengannya, begitupun yang dirasakan oleh Wayana.
Dirinya yang menyombong pada manusia serta merasa Siluman yang hebat kini merintih kesakitan sekarang. Benteng tingginya, pasukan manusia yang terbuat dari tanah hitam dan juga bola peluru tajamnya, bukan merupakan sebuah ancaman bagi pasukan Shi ya.
Walaupun pasukan Shi ya terlihat seperti manusia pada umumnya, hanya saja penampilan dan gaya berpakaian mereka sangat aneh, seperti pakaian di zaman kaisar kuno. (Pakaian mereka bukan pakaian besi. Tetapi kain putih seperti pakaian orang jepang)
...******...
Quen melepaskan ratusan anak panah ke arah depan sembari ia terus berlari, sementara Rey melepaskan ribuan buah beri beracun.
Rey sengaja menembakan semua beri di kantungnya. Karna saat ini Wanita lanjut itu tengah dalam amarah.
"Wayana AWASS!" Mayana menoleh ke belakang sembari mengeluarkan suara kencang, melihat ada serangan lagi dari arah belakang mereka, Mayana berusaha melindungi rekannya itu.
"Apakah mereka belum kau selesaikan, hah? Kau tau kan kita dalam situasi sulit sekarang!" Seru Wayana pada Mayana dengan kesal.
"Kau sudah terlanjur memanggilku kemari, aku khawatir padamu! Tidakkah kau mengerti!" Balas Mayana.
Mata Wayana melirik Mayana diam diam. Pipinya mulai menghangat.
Kenapa dia berkata seperti itu? Batin Wayana.
Tak perlu waktu lama keadaan mulai berbalik. Perlahan tapi pasti pasukan Shi ya hanya berkisar sepuluh meter dari lokasi keduanya.
Teriakan dari arah belakang menyusul mendekat, karena mereka terus berputar untuk membagi tenaga, satu menghadapi pasukan Shi ya, kedua menghadapi serangan Rey dan Quen.
...******...
Wayana perlahan tumbang kehabisan tenaga, ia perlahan terduduk di atas tanah.
"Wayana bangkit, jika tidak kita berdua bisa binasa di sini!" Mayana berseru dengan sisa sisa tenaga yang ia punya.
"Aku, tidak bisa bangkit lagi Mayana. Aku benar benar kehabisan tenaga sekarang. Jika belum kehabisan, aku akan menyerang mereka lagi." Wayana bicara sembari bertahan dari serbuan anak panah dari dua arah yang berbeda.
Entah sampai kapan Mayana bisa bertahan dengan keadaan tersebut.
...*****...
Mayana hampir pingsan karena rasa lelah yang teramat sangat, peluhnya dari tadi meluncur layaknya air hujan.
"Mayana, maafkan aku." Lirih Wayana.
"Tidak, jangan meminta maaf! Ini salahku karena terlalu lemah." Balas Mayana.
"Ini salahku, karna tidak bisa melindungimu!" Itu yang sebenarnya ingin Wayana katakan selama berpuluh puluh tahun mengenal Mayana.
"Dasar Bo*oh, kau masih mencintaiku!" Mayana merasa kesal karena dalam keadaan ini Wayana malah membuatnya tersipu karna gombalannya.
Bersambung...
...*****...
Sedikit curhat.
* Season pertama akan berakhir sebentar lagi, meski Novelnya belom abis ceritanya ya, tapi Thor punya masalah sendiri di sini jadi harus di tamatkan sementara,
😡😡😡😡 Kzlnya tau ada yang nyontek gambar cover novel ini.
Jangan pada copy dong... Walaupun gambar depannya doang...
Thor berasa gak dihargai tau, capek capek.nyusun ini cerita 2 tahunnn.. Kalian gak akan tau rasanya.
Betapa sulit mencari nama peran, lantas merevisi di tengah tengah Novel yang sedang On-Going.
Cari gambar yang lain kan bisa..
Cover Novel kek gini belom ada di Noveltoon. Cuma TO THE DEAD DOANG.. YA!!
Nih tadinya kek gini,
Thor sebenernya gak butuh gambar perempuannya, tapi gak ada yang lain.