
"Kenapa ini ribut-ribut! Apa yang terjadi di sini? Prajurit, Bisakah kau menjelaskan semua ini ini." Yu Jian kembali ke Aula istana setelah mendengar dentuman - dentuman yang dikeluarkan oleh para Prajurit istana.
" Keadaan darurat ada dua manusia yang datang ke sini. Tapi itu tidak mungkin bukan? mustahil ada manusia yang bisa tersesat sampai dunia siluman. Tetapi mereka mungkin saja berbahaya!" Seru salah satu Prajurit ia berada di tengah kerumunan kawan-kawannya, mendadak ia maju menyerukan suara berusaha memprovokasi Yu Jian.
Sayangnya Yu Jian tidak terprovokasi oleh nya. Yu Jian menggeleng pelan mendengar kalimatnya .
" Kalian tidak perlu khawatir, kedua manusia itu adalah anak-anak yang baik. Ratu yang sudah menyuruhku untuk mengizinkan mereka berdua tinggal di sini,. Jadi kalian tidak boleh mengganggu mereka sama sekali atau kalian akan mendapat hukuman dari Ratu. Kalian semua paham apa yang aku katakan kan?" Mendengar kalimat Yu Jian yang meyakinkan, membuat Prajurit-Prajurit itu mengundurkan niat mereka untuk membawa Anaya dan Janson, akan tetapi percakapan tidak berhenti sampai di sini.
"Bagaimana kami akan percaya?" Tanya Prajurit yang lain.
Yu Jian untuk sesaat tidak meyadari bahwa sekarang Anaya dan Janson dalam bahaya.
Dikejauhan sana Prajurit itu siap menghujamkan tombak tajam kearah Anaya, Anaya tidak bisa menghindarinya untuk sesaat ia diam, Janson yang terluka di bagian kakinya memaksakan untuk bergerak, kakinya menyerang hendak mengait kaki Prajurit itu meskipun Janson harus bergerak dengan susah payah.
Kaki Janson tepat mengenai kaki prajurit tersebut hingga terjatuh membuat Anaya selamat untuk sementara.
" Ayo Anaya kita pergi!" Janson berseru kepada Anaya. Anaya yang ketakutan sesaat sampai wajahnya pucat bergegas bangkit. Anaya kembali memapah Janson mereka terus berjalan menjauhi Prajurit itu. Melihat mereka berdua pergi Prajurit itu bergegas bangkit, ia tidak akan membiarkan Anaya dan Janson lolos.
Jarak mereka hanya sekitar 2 meter, Gadis kecil itu yang memang kesusahan memapah Janson yang berat baginya, hanya bisa melangkah sedikit demi sedikit sedangkan Prajurit itu tidak terluka sama sekali dengan mudahnya dia mengikis jarak diantara mereka.
Tangan Prajurit itu terulur dan mencengkeram kedua kaki Anaya, hingga Anaya kembali terjatuh berdebam posisinya tengkurap. Kali ini Anaya tidak bisa bangkit berdiri.
Sembari Anaya mengaduh pelan pegangan tangannya dari bahu Janson terlepas, sehingga Janson tidak bisa membantu Anaya untuk yang kedua kalinya, Anak Lelaki itu hanya bisa berteriak- teriak memanggil Anaya.
" Anaya... Anaya..." Janson menjerit sejadi-jadinya melihat Anaya terseret-seret oleh Prajurit itu.
Anaya mencoba meraih apapun yang ada di sekitarnya untuk menghentikan seretan dari Prajurit itu. Ia sudah meraih rumput, meraih batang akar pohon, juga melempar beberapa ranting untuk menghentikannya, namun Prajurit itu tetap bergeming.
Prajurit itu tidak bisa menghindarkan serangan Janson dari jarak sedekat Itu, Janson terus memukul-mukul Prajurit itu memukul lengannya, dadanya, bahkan kepala. Namun dengan segera Prajurit itu bisa menghentikan serangan Janson karena pukulan tersebut bukan apa-apa untuk seorang siluman sepertinya.
" Hentikan bocah si*l! Seru Prajurit tersebut yang merasa kesakitan akibat pukulan Janson.
Dengan begitu mudahnya Prajurit itu melempar kan Janson ke udara, ia tidak bisa menghentikannya dan terlempar jauh beberapa meter dari lokasi Anaya.
"Tidak! Janson!" Anaya yang melihat Janson terlempar berteriak mencoba bergegas berdiri untuk menyelamatkan Janson namun langkah pertamanya tertahan lagi oleh Prajurit tadi, "mau ke mana kau urusan kita belum selesai!" Ucap Prajurit itu dengan nada menekan.
Anaya yang menelan ludah melihat tombak tajam siap menghujam tubuhnya. Ia hanya bisa pasrah sambil menutup mata.
...*****...
Di kejauhan sana percakapan yang super duper panjang akhirnya usai, Yu Jian bisa memastikan apa yang membuat para Prajurit tersebut datang tiba-tiba ke halaman aula menyerbu bagian taman kerajaan.
Yu jian merasakan ia harus bergegas pergi ke taman kerajaan untuk memastikan apa yang terjadi?
Wanita cantik berkulit kuning langsat berkilau itu, ternganga karena menyaksikan apa yang terjadi. Salah satu Prajurit kepercayaan istana telah menyerang tamunya yaitu Anaya dan Janson.
" APA YANG KAU LAKUKAN!" Yu Jian membentak Prajurit tersebut yang tengah menghujamkan tombak ke arah jantung Anaya. Sedangkan tidak jauh dari arahnya Janson terkapar pingsan.
"Hah." Prajurit itu menoleh mendengar seruan dari arah belakangnya, membiarkan Anaya terjatuh berdebam di rerumputan hijau.
"Panglima!" Prajurit tersebut segera terduduk hormat kepada Wanita di depannya, yang tidak lain adalah Panglima kerajaan siluman yang amat dihormati para bawahannya.
" Sekali lagi Aku bertanya padamu, apa yang kau lakukan!" Tanya Yu Jian yang masih menekan.