TO THE DEAD

TO THE DEAD
Penyelidikan Shi ya



Beberapa jam sebelumnya Shi ya dan juga Yu Jian masih berdiskusi tentang sesuatu hal. Mereka melakukan diskusi tersebut sebelum Shi ya pergi ke lantai 300 tempat Anaya dan Janson Tengah berbincang.


"Ada dua siluman kelas ikan teri yang sedang menyekap beberapa manusia di perbatasan Ratu. Apakah kau menginginkan aku mencegahnya?" tanya Yu Jian kepada Ratu Shi ya.


Sang Ratu mendengar penjelasan dari Panglimanya terlebih dahulu melangkah ke sebuah jendela bulat, ia duduk di kursi melayang di dekat jendela bulat tersebut. Ruangan tempat mereka berbincang sangatlah indah, kain-kain emas terpampang di mana-mana, apalagi saat angin menerpanya benar-benar terlihat indah serta berkelap-kelip pula.


"Ini merupakan situasi yang tidak sulit untuk dirimu bukan? Dan kenapa kau harus mempedulikan manusia - manusia lemah itu? kau tidak biasanya bertindak seperti ini Yu Jian." Sang Ratu benar-benar tidak menganggap penting perkataan panglimanya tersebut, ia justru hanya menjawab santai sambil menyeruput teh hijaunya.


"Tapi yang mulia, kita bisa melanggar peraturan yang dulu dibuat Putra Mahkota bukan? Putra Mahkota kan dulu sangat mempedulikan manusia! Bahkan rumornya, maaf - maaf, saya tidak bermaksud seperti itu tetapi beliau tidak menyarankan ada manusia yang mati di dunia siluman apapun alasannya!" Yu Jian menjelaskan kembali sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah dengan ucapannya.


"Kau tidak perlu minta maaf, tapi aku akan mempertimbangkan saranmu itu. Sebentar lagi Aku ingin bertanya basa-basi kepada kedua manusia yang ada di lantai 300 istana ini. Aku ingin membaca pikiran mereka apakah mereka tahu tentang manusia di perbatasan atau tidak?!" Shi ya beranjak berdiri kemudian melangkah keluar dari ruangan tersebut, Yu Jian mengikutinya dari belakang.


BEBERAPA JAM KEMUDIAN SHI YA TIBA DI LANTAI 300 ISTANA.


" Bolehkah aku duduk menemani kalian?" Sang Ratu bertanya ramah kepada Anaya, yang sedari tadi asyik berbincang-bincang dengan temannya. Anaya antusias menoleh Gadis Kecil itu segera menjawab. "Oh tentu saja Nona Ratu, Nona Ratu boleh duduk tidak ada yang melarang Nona." Anaya tersenyum tulus kepada Ratu.


" Nona Ratu ada apa datang kemari?" Janson sepertinya memiliki Firasat bahwa kedatangan Shi ya mempunyai alasan tersendiri. Maka dari itu hal yang harus Janson lakukan adalah bertanya secara langsung.


"Aku hanya ingin menengok kalian karena aku ingin tahu apakah tamu ku merasa nyaman di sini atau tidak." Shi ya memberikan alasan lain agar Janson tidak bertanya-tanya kepadanya.


"Baiklah aku akan memaafkan temanmu. Anaya tapi Aku ingin bertanya padamu. Apakah kau tidak penasaran dengan sesuatu misalnya dirimu kehilangan teman, kerabat, atau tetangga. Ini hanya tebakanku jadi jangan tersinggung. Bagaimana pendapatmu kalau mereka tersesat di dunia siluman? Apakah kau ingin tau bagaimana keadaan mereka saat ini.? Dan lain sebagainya. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya sang ratu kepada Anaya. Anaya hanya bisa menggeleng tidak tahu.


"Ayolah jawab saja Gadis Kecil." Ratu tersebut seolah memaksa Anaya untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Setelah Anaya dibujuk 5 kali akhirnya ia mau menjawab petranyaan Shi ya walau sedikit.


"Aku sebenarnya sangat penasaran sama keadaan mereka Ratu, ini tentang Bi Marni dan juga kedua Putrinya, Aku ingin tahu kabar mereka saat ini apakah baik-baik saja atau-" Kalimat Anaya tertahan sejenak, Gadis Kecil itu sekarang menunduk kebawah.


"Siapa Mereka Anaya?" Tanya Shi ya


"Mereka itu sudah seperti keluarga bagiku Nona Ratu." Jawab Anaya.


( Hmm, jika menilik dari apa yang ia fikiran di dalam otaknya dan jika mendengar ciri-ciri fisik yang disebutkan Anaya dalam hatinya, Gadis ini Sedang membahas beberapa orang yang disekap oleh Siluman kelas teri yang ada di perbatasan. Berarti benar mereka bertiga ada hubungannya dengan Anaya. Aku harus menyuruh Yu Jian untuk menyelamatkan mereka, tapi kemungkinannya 10 banding 100. Aku juga tidak tau rencana licik macam apa lagi yang akan siluman kelas teri itu lakukan?) Setelah Shi ya bertanya pada mereka berdua, ia mendadak bangkit berdiri.


Anaya yang melihat Ratu berdiri mendadak menjadi heran.


" Ada apa Ratu Apakah mereka baik-baik saja?" Anaya bertanya penasaran. sedangkan Ratu hanya bisa menggeleng.


"Aku tidak tahu dan aku tidak kenal siapa mereka." Jawab Ratu tanpa menoleh dan terus berjalan. Anaya menjadi benar-benar penasaran sehingga dia bergegas bangkit dan berkata." Apakah mereka dalam bahaya sekarang Nona Ratu!!" Ucapan Anaya tadi membuat langkah cepat Shi ya menjadi terhenti. Anaya sekarang benar-benar menatap sedih ke arahnya. "Katakan padaku dan Ratu!" Kedua tangan Anaya menghalangi Shi ya. Janson bergegas berdiri disampingnya ikut menghalangi Shi ya.