
“ Berta, setelah jam pulang kantor, tunggulah aku di basement.” ucap Emily.
“ Apa? Kenapa?” heranku.
“ aku ingin kau menemaniku belanja. Aku juga ingin memberimu hadiah, berupa cosmetic dan beberapa tas.” ucap Emily.
“ apa? Untuk apa?”
” sebagai hadiah karena kenaikan tingkatmu menjadi seketaris pribadi adikku.” ucap Emily senang.
“ tunggu! Jangan bilang jika kaulah yang meminta saudara kembarmu untuk mengangkatku menjadi seketaris pribadinya.” dugaku.
“ tentu saja tidak! Ini murni keinginan adik kembar ku itu.” ucap Emily.
“ begitu? Baiklah, kurasa aku akan lembur jadi aku akan pulang lebih dari jam kantor. Kau tak apa menungguku?” tanya ku.
“ tentu saja tidak masalah, aku akan menunggumu di ruangan adikku.” ucap wanita itu mulai meninggalkan aku.
Meski aku tak tahu apakah aku akan lembur atau tidak, ada baiknya aku mengatakan jika aku akan lembur untuk berjaga keadaan yang tak terduga seperti melimpahkan pekerjaan tiba- tiba padaku saat jam pulang kantor.
Dan kurasa dugaanku benar. Hampir semua rekan kerjaku melimpahkan pekerjaan mereka padaku. Bahkan aku sampai harus meminta maaf pada Alea yang berkunjung ke ruanganku untuk mengajakku pulang bersama.
Ia sendiri begitu terkejut saat mendengar aku langsung naik tingkat langsung menduduki kursi seketaris pribadi direktur utama.
“ selamat untukmu.” ucap Alea tulus. Akhirnya setelah hampir demua karyawan memberiku tatapan iri ada juga yang tulus memberiku ucapan selamat.
“ maafkan aku.” ucapku lirih.
“ kenapa kau meminta maaf?” tanya wanita berkrudung itu.
“ padahal aku dan kamu melamar di waktu yang sama dan juga di terima di waktu yang sama. Namun aku yang menurutku belum mampu malah harus mendahului orang- orang yang bekerja cukup lama di sini dan menduduki kursi seketaris direktur itu.” ucapku merasa bersalah.
“ hei? Kenapa kau terlihat merasa bersalah begitu? Apakah kau melakukan hal curang?” heran Alea.
“ apakah kau sudah berteman lama dengan beliau?” heran Alea.
“ tidak, aku baru menemuinya hari ini ketika inspeksi lapangan.” ucapku jujur.
“ kalau begitu kau tidak bisa di sebut curang, hanya secara kebetulan saja kau naik tingkat saat bertemu dengan beliau.” ucap Alea menenangkan.
“ tapi apa aku pantas? Aku merasa kau lebih pantas, Alea.” ucapku.
“ apa yang membuatku pantas, Berta? Aku hanya pandai berbahasa ingrish. Kau tak lupa jika kau pernah membetulkan komputerku dan mengembalikan dataku? Kita bahkan berasal dari Devisi berbeda.” ucapnya menenangkanku.
Sungguh, aku seperti melihat sosok seorang kakak di diri Alea. Mungkin ini rasanya memiliki seorang kakak perempuan?
Dan yang aku suka dari Alea adalah, meski kita berbeda keyakinan ia tak pernah lupa mengingatkanku akan kewajibanku begitupun aku yang terkadang mengingatkan ia kala ia melupakan kewajibannya. Aku tak pernah segan memberinya ruang di apartement ku saat ia harus melaksanakan kewajibannya, karena memang ia memiliki rumah sendiri di LN meski itu hanya rumah tante nya. Dan jaraknya dua kali lebih jauh dari jarak kantor ke Apartment ku, itu sebabnya saat sudah waktunya ia akan meminjam ruang di apartment ku untuk dia beribadah.
Sebaliknya, ia juga tak segan mengantarku dengan motornya ke gereja pada hari minggu, biasanya ia akan menunggu di cave yang berada di dekat gereja tersebut, sehingga setelah aku selesai menjalankan kewajibanku kita bisa jalan- jalan bersama dan berkeliling kota agar aku hapal daerah kota di negeri ini, sehingga saat aku tak bisa meminta bantuan Alea- aku masih bisa berjalan kaki atau naik angkut tanpa perlu bingung arah tujuanku.
“ Alea, aku masih harus lembur. Apakah kau mau menungguku? Kebetulan nona Emily mengajakku jalan- jalan, aku akan mengenalkanmu padanya.” ucapku.
“ inginnya, tapi orang tuaku mengunjungiku, tak enak rasanya meninggalkan mereka. Tadi, niatku kemari hanya untuk menjemputmu. Tapi jika kau di ajak jalan oleh nona Emily, aku akan memilih langsung pulang saja kalau begitu.” ucap Alea.
“ maafkan aku.” ucapku.
“ tak perlu minta maaf, aku pulang dulu.” ucap Alea meninggalkanku.
Aku hanya menatap punggung Alea yang meninggalkan ku, aku berharap, ia takkan meninggalkanku hanya karena aku yang secara tiba- tiba naik tingkat mendahuluinya dan para rekan kerja serta senior yang lain.
🌹🌹🌹
suka ga?