
Mobil sport terbaru tengah menarik perhatian pengunjung hotel ketika tiba di sana. Sosok Emily yang telah berhias diri menarik perhatian bukan dari teman- teman reuni Emily saja namun juga para pengunjung hotel, setelah menyerahkan kunci mobilnya untuk di parkirkan petugas Hotel, Emily menemui teman- temannya yang telah menunggu kedatangan Emily.
“ apakah pesta sudah di mulai?” taya Emily.
“ tentu saja belum, penyelenggara pestanya saja belum datang.’ ucap Amelia- teman sekolah Emily.
“ memang siapa penyelenggara pesta ini?” tanya Emily masuk ke dalam ruangan yang sudah di sewa untuk pesta reuni sekolahnya.
“ Destara.” ucap Amelia.
“ siapa?” tanya Emily yang merasa asing dengan nama tersebut.
“ kau ingat dengan lelaki gendut yang sering di bully dulu?” tanya Amelia.
“ dia?” tanya Emily.
‘ jadi namanya Destara.’
“ ya, dia. Setelah ayahnya pensiun dia yang meneruskan Alison group. Sekarang ia sama seperti saudaramu yang merupakan penerus perusahaan- sekaligus direktur perusahaan.” ucap Amelia.
‘ aku harap ia kemari bukan karena menyombongkan kesuksesannya.’ batin Emily.
Hiruk pikuk menyambut Emily ketika sampai di ruangan Pesta, ada yang langsung menyapa Emily dan mungkin memuji kecantikan Emily yang tak lekang oleh waktu atau mungkin malah semakin cantik.
‘ basi.’ batin Emily jengah akan jilatan orang- orang yang berusaha menarik simpatinya.
“ aku jadi penasaran bagaimana rupa si gendut sekarang” sampai sebuah celoteh salah satu penghuni pesta yang bahkan namanya tak lagi Emily ingat membuyarkan hiruk pikuk yang memuji Emily.
“ benar, ia pasti sama gendutnya dengan dulu. Coba bayangkan wajahnya saat menjadi direktur. Pria gendut dengan kepala botak.” timpal yang lainnya.
“ kau siapa?” tanya Amelia memberanikan diri bertanya.
“ apa kalian lupa siapa aku? Aku Destara.” ucapan pria itu lantas membuat semua yang hadir terdiam takjub.
Bagaimana tidak takjub? Destara yang dulu mereka kenal adalah pria yang gendut pendek juga dekil. Namun yang mereka lihat sekarang Destara yang sangat gagah dengan tinggi semampai dan rahang yang tegas hidung yang mancung dan wajah yang rupawan. Satu- satunya yang sama adalah senyum tulus yang polos yang selalu di lihat Emily- satu- satunya pria yang sesungguhnya tak membuat Emily enggan.
Meski saat pria itu menyatakan cinta Emily tetap menolaknya, biar bagaimana pun saat itu mereka masih sangat muda dan Emily juga tak tertarik dengan berkencan.
“ sekarang di angkatan kita ada dua diektur, jika satu direktur cukup untuk mengadakan pesta untuk apa yang lainnya. Ucap salah seorang di acara reuni.
'Penjilat, di depanku dulu memuji ku begitu ada yang gampang di dekati langsung menjatuhkanku.' Batin Emily jengah.
Aku di sini mengadakan reuni karena kebetulan pesta perusahaan tidak jadi di adakan karena ada urusan mendadak dari saudari ku- jika tidak aku juga takkan mengadakan reuni tiba- tiba seperti ini lagi. Ucap Destara tersenyum membuat orang yang tadi mengejek Emily berwajah pias dan para teman- teman yang lain menertawakannya.
Awalnya Emily mengira jika Destara akan kembali menjadi bahan bulyan anak- anak lain, sekarang bukan hanya membuat orang yang membully nya mengelu- elukannya, ia bahkan sekarang dapat membalas para pembully nya.
'Percuma aku memakai persiapan sekomplit ini.' Batin Emily tertawa.
0o0
ada yang setuju ga Emily sama dengan destara ini?