The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 penyesalan



“Ngomong- ngomong... “ tanya Rena menggantung karena Allan memilih mengajak berbincang di balkon ruangan pesta karena mulai tidak suka dengan reaksi teman- teman mereka yang mulai menjugde Rena.


“Kau kemari dengan siapa? Aku tak melihat teman teman reuni mu.” lanjut Rena.


“Aku.., aku kemari dengan...,” ucap Emily bingung harus beralasan apa.


“Dengan saya, Aunty." Ucap Destara mendekat ke arah Rena dan Allan.


“Kau?” Tanya Rena.


“Dia...” ucap Emily bingung mau menjelaskan apa pada Rena tak mungkin mengatakan jika ia beralasan sedang berkencan. Bisa- bisa teman kencan nya ini akan di penggal Daddy nya. Begitu pikir Emily.


"Kau? Bukankah kau penerus Allison?" Tanya Allan yang pernah melihat Destara sebelumnya.


"Daddy? Kau mengenalnya?" Ucap Emily tak percaya jika daddy ini telah mengenal teman kencannya ini.


"Ya, dia penerus dari keluarga Allison, sebenarnya, ayahnya pernah meminta ku untuk menjodohkan anak lelakinya dengan anak perempuan daddy yaitu kamu, aku belum mengatakannya, karena lupa akan masalah Andre." ucap Allan mengelus tengkuknya. takut putrinya tak menyukai keputusannya yang ingin menjodohkan putri semata wayangnya itu. Karena Allan tahu sendiri bagaimana sifat keras kepala Emily yang sangat mirip dengan dirinya.


"Benarkah?" Ucap Emily tak percaya lalu menatap pada Destara yang tersenyum kepadanya.


"Ya, tapi meski begitu keputusan ada pada kalian, honey. Kalian lah yang menjalankan ini nanti." Ucap Allan. Mendengarnya, Emily lalu menggandeng Destara.


"Aku juga mau mengenalkan kekasihku pada Daddy." ucap Emily dengan semangat.


"Jadi kalian memang sedang berkencan?" Tanya Rena.


" Awalnya kami bingung mau mengatakannya pada Daddy, aku juga tak menyangka jika Daddy akan menjdodohkan aku dengan nya." ucap Emily senang.


"Kalian sudah mengenal sebelumnya?" Tanya Allan tak percaya. selama ini mwmang Allan tak pernah melihat putrinya ini dekat dengan siapapun terutama seorang pria- kecuali dengan keluarganya.


"Mom, ingatkah kau jika aku penah bercerita jika aku memiliki teman yang di bully dan aku lah yang selau membelanya." ucap Emilly pada Rena.


"Jadi dia yang kamu maksud yang membuatmu memakai gaun seolah mau berperang itu?" Tanya Rena.


"Berperang?" Tanya Destara.


"Wow, kau dan daddy mu memang ayah dan anak, ya? Sama- sama mencintai korban pembully an." ucap Rena tertawa.


"Tapi aku bukan pelaku pembully mom." gerutu Emilly tak suka di samakan dengan Allan- daddy nya.


"Bisakah kalian tidak mengungkit masa lalu ku?" Geram Allan akan candaan Rena dan Emily.


"Oh, ayolah, Daddy. Tanpa kita ungkit juga semua orang akan selalu ingat bagaimana kau dulu. Kau tidak lupa bagaimana reaksi teman- teman sekolahmu dulu?" ucap Emilly mengingat kejadian yang baru saja terjadi.


"Yang bilang penyesalan selalu di belakang itu benar namanya." Lirih Allan.


"Kalau di depan namanya ngantri dad." Ejek Emily yang di balas tawa oleh Rena dan Destara.


🌸🌸🌸


hai hai hai


penulis amatir kembali menyapa para reader semua


cuma mau minta maaf karena author belum bisa up banyak- banyak.


mrmang semenjak author vaksin


author malah sakit.


jadi author cuma bisa tidur.


bangun cuma buat makan ma minum obat trus tidur lagi


😢😢😢😢


harap maklum ya.


update berikutnya author usahain up agak banyakan deh.