
Setelah tahu keberadaan Rena, Allan tidak semata langsung membawa Rena kembali ke negaranya. Lantaran pernah membuat anaknya sakit hati bahkan hingga hamil dan lama tak mengabari membuat ayah Rena marah kepada Allan dan tidak menginjinkan Allan membawa anak- nya yang kini tengah hamil besar. Ya, usia kehamilan Rena telah menginjak 6 bulan, tak terasa setengah tahun berlalu semenjak kejadian Nina membocorkan masa lalunya ke media. butuh waktu yang cukup lama menemukan bukti keberadaan Miss Vanessa, dan butuh waktu pula meluruskan kesalah pahaman kepada pihak media dan investor agar mau kembali bekerja sama ke perusahaan yang Allan berikan, dan sisanya mencari keberadaan Rena,semua itu Allan lakukan tanpa istirahat.
Dan kini Allan tengah di rawat di rumah sakit, Dokter mengatakan Anemia. kelelahan dan kurangnya istirahat untuk mencari kekasih hatinya telah membuat Allan terjaga hampir setiap malam. Di tambah meyakinkan Ayah Rena yang kini menjadi calon ayah mertuanya membuatnya ekstra keras dalam berpikir cara meyakinkan calon ayah mertuanya itu dan melupakan kesehatannya. Namun tepat di hari ke tujuh pria itu ambruk tepat di depan rumah kekasih hatinya.
Di hadapannya kini ada Rena, Alan yang di hubungi Rena, ayah Rena, Deny dan orang tua Allan tengah berada di ruangan tempat Allan di rawat.
“saya minta maaf atas kelakuan anak saya yang telah menyusahkan anak anda, Ms Jack.” ucap Mrs Ellen, ibunda Allan. Semenjak ia kehilangan suaminya, ibunda Ellen yang dulu adalah wanita sosialita dan hidup glamour- tak mempedulikan Allan saat kecil- kini berubah, ia mulai mengerti peran seorang ibu yaitu mendampingi anak satu- satunya. Namun hati Allan yang terlanjur sakit hati memilih hidup sendiri tepat saat dia memutuskan menjabat sebagai CEO menggantikan mendiang ayahnya dan meninggalkan ibunya di rumah mewahnya sementara Allan tinggal di appartement- nya sendiri.
“ saya yang minta maaf telah membuat anak anda sakit, Mrs. Saya terlalu egois merasa sakit hati tanpa mempedulikan maksud Ms Allan, padahal dia sudah susah payah mencari Rena tanpa mempedulikan kesehatannya.” ucap Ms Jack merasa bersalah, karena memang Allan tak sadarkan diri setelah menunggu Ms Jack membukakan pintu dan berusaha meyakinkan calon mertuanya tersebut.
Berulang kali Allan mencoba meyakinkan Mr Jack untuk membolehkannya membawa Rena kembali kenegaranya dan mempersuntingnya menjadi istri. Namun rasa marah seorang ayah membuatnya terus melarang Allan membawa Rena kembali ke LN dan selalu mengusir Allan dari rumahnya. Namun Allan tak kunjung menyerah, bahkan selalu menunggu di depan rumah Rena hingga tengah malam, dan saat suara Masjid didepan rumah Rena bekumandang Allan baru kembali kehotelnya dan kembali saat pagi menjelang, terus seperti itu.
Dan hari ini saat Allan hendak mencoba meyakinkan Mr jack, belum sampai Allan mengatakan maksudnya, pria itu tengah pingsan tak sadarkan diri, badannya demam dan wajahnya pucat, dengan segera, Mr jack membawa Allan kerumah sakit dan keluarga Allan di hubungi Rena.
“ dad.” ucap Rena lirih.
“ apa dad masih belum bisa menerima Allan? Ia bahkan rela bermalam di rumah kita hingga sakit hanya untuk meyakinkan Dad.” ucap Rena berusaha meyakinkan ayahnya.
“ tapi dia sudah membuatmu menangis, Rena.”
“ dad, biar bagaimanapun dia sudah meminta maaf, dan dad harus ingat, Rena sedang mengandung anak dari Allan, apa Dad tega membuat anak yang sedang kukandung ini jauh dari orang tuanya sendiri?” ucap rena mencoba meyakinkan. Setelah berapa lama meyakinkan, Jack berusaha melihat ke dalam mata anaknya mencoba mengartikan hati anaknya tersebut, dan satu- satunya yang ia temukan hanyalah cinta. Anaknya mencintai pria yang telah melukai- nya sekaligus pria yang pernah membuatnya bahagia, sesuatu yang bahkan tak pernah di dapatkan dari mantan kekasihnya yang pernah di kenalkan nya. dengan nafas kasar Jack menarik nafas dan membuangnya dengan kasar pula seolah sedang mengambil keputusan yang berat.
“ jika ia menyakitimu lagi, dad tidak akan segan- segan mengambilmu dari dia, Rena.” ucap Jack membuat Rena tanpa sadar memeluknya.
“ thanks Dad.” ucap Rena memeluk ayahnya.
“ apa Ms akan ikut ke LN?” tanya Ellen. Dengan raut wajah yang ikut merasakan kelegaan.
“ tidak Mrs, rumah yang saya tempati adalah rumah mendiang istri saya, saya ingin menghabiskan masa tua saya dengan mengenang istri saya, lagi pula jika saya ikut ke LN, nanti keponakan saya Denny akan sendiri di sini. Ibu- nya baru saja meninggal dan saya memutuskan merawatnya.” ucap Jack pada keponakannnya itu.
“ tidak apa- apa, Uncle. Denny bisa tinggal di rumah kak Erick.” ucap Denny yang mengerti kegelisahan pamannya ini.
“ tapi Erick telah menikah, kau tak mungkin terus merepotkannya.” ucap Jack.
“ biar bagaimanapun ia tetap kakakku, tak mungkin membiarkan aku, Uncle.” ucap Denny mencoba meyakinkan.
“ berapa usiamu, Bro?” tanya Alan yang sedari tadi hanya mendengarkan perdebatan keluarga ini. Istri dan adiknya tak dia ajak menjenguk Allan karena anggelica masih kecil dan Patricia sendiri tak suka suasana rumah sakit. Alan sempat terkejut saat Rena menghubunginya dan mengatakan Allan sekarang sedang dirawat di rumah sakit di Indonesia, lebih terkejut lagi melihat keadaan Rena yang sekarang tengah mengandung anak dari sahabatnya itu.
“ em.., 30. kenapa Mr?” tanya Denny ragu.
" bagaimana jika kau kerja di perusahaanku.” ucapan Alan membuat Denny merasa ada yang salah dengan pendengarannya.
“ ma..,maksud saya, perusahaan apa?” ucap Denny lagi merasa tak enak melihat tatapan Alan.
“ sebuah perusahaan penyalur tenaga Bodyguard, tentu saja kau tidak langsung bekerja sebagai bodyguard, disana kau akan di latih beladiri, sementara menunggu ada orang yang membutuhkan tenagamu, setiap bulan tetap di bayar dari perusahaan, namun hanya terhitung uang makan dan ketika ada yang membutuhkan tenagamu, kau akan di bayar oleh orang yang membutuhkan jasa- mu. Bagaimana?” ucap Alan menawarkan kerja sama bisnis, Denny bukan pria yang pandai dalam hal otak, itu terlihat dari wajahnya.
“ baiklah.” ucap Denny menjabat tangan Alan.
“ Dad, kau dengar- kan, Kak Denny mau ikut ke LN, dad ikut- ya? Aku merasa tidak tenang jika harus meninggalkan dad sendiri.”
“ baiklah, yang lebih penting kau harus menunggu atasanmu itu sadar dulu.” ucap Jack merasa kalah.
“ Ms tidak perlu menunggu saya bangun, saya sudah mendengar sedari tadi.” ucap Allan berusaha bangun.
“ Allan?” ucap Ellen melihat anaknya berusaha duduk.
“ aku tidak apa- apa, mom.” ucap Allan melihat Ellen berusaha membantunya. Mendengar Allan memanggilnya Mom membuat Ellen terharu.
“ saya sudah mendengarkan sedari tadi, tapi saya masih mau meyakinkan anda lagi, Ms. Apakah anda bersedia menyerahkan putri anda untuk saya sunting sebagai istri saya?” ucap Allan berusaha menegakkan badannya yang masih lemas.
“ jangan panggil, aku; Mister, lagi. Jika kau mau menjadi menantuku, kau harus membiasakan memanggilku, Dad.” ucap Jack tanpa basa basi.
“ dad?” ucap Allan dan Rena terharu.
Orang yang ikut menyaksikan pun menjadi ikut terharu karenanya.
“ aku memang mengatakan jika Rena pantas menjadi ibu yang baik, namun aku tak menyangka kau benar- benar akan menjadi seorang ayah, Bro. Aku harap anakmu tidak sekeras kepala dirimu, semenyebalkan dirimu dan sekolot dirimu.” ucap Alan menepuk pundak sahabatnya itu.
“ dan mom harap kau tidak akan mengikuti jejak mom dan mendiang ayahmu, Allan. Maafkan kelakuan mom selama ini.” ucap Ellen mengingat kembali masa lalunya.
“ tentu, mom. Aku berjanji akan selalu memberi cinta kepada anakku kelak.” ucap Allan.
“ dan, Mis…, maksudku dad, jika kau mau menyimpan kenangan dari mendiang istrimu, kau bisa memindahkan rumahmu di dekat rumah kami.” ucap Allan mengaggetkan ayah dan Rena.
“ memang bisa?” ucap Rena dan Jack bersamaan.
“ apa yang tidak bisa di lakukan si tuan besar.” ucap Alan yang mengenal betul kekuasaan Allan. Bahkan ketidak hadiran Allan selama setengah tahun ini tak mempengaruhi apapun baginya dan perusahaannya.
^_^ holang kaya mah bebas
buat pemeran rena yang murah senyum, dan polos, cocok ga?