The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
s2 reuni Allan dan Rena



Akhirnya Allan memutuskan menghadiri Reuni dan mengajak Rena untuk menghadiri Reuni- ia begitu rindu akan teman- teman sekolahnya dulu. Semenjak ia menjabat menjadi Direktur menggantikan mendiang ayahnya dulu- ia tak lagi berjumpa dengan teman- teman sekolahnya dulu, terakhir hanya untuk mengancam teman- temannya agar tak membocorkan jika dulu semasa sekolah Allan merupakan pembully dan pembuat onar- the troublemaker.


Dan alasannya untuk ikut Reuni juga selain melepas rindu dengan teman- teman sekolahnya dulu, Allan juga ingin mengenalkan Rena kepada teman- temannya. Karena memanng seluruh dunia sudah mengenal Emily dan Raymond. Tidak mungkin jika tak ada yang mengenal Ray, pria itu lah yang menggantikan posisi Allan ketika pria yang tak lagi muda itu memutuskan pensiun karena ingin menghabiskan sisa waktunya dengan istri tercintanya, jikalau tidak ada kejadian Andre- sebagai wakil Direktur mengalami insiden penusukan mungkin Allan juga takkan turun tangan lagi di kursi ke direkturan. Karena memang kebetulan Ray di haruskan menyelesaikan masalah proyek di Indonesia.


Sementara Emily, Allan sudah mengenalkan Emily dan Ray saat pesta berkedok bisnis, namun saat itu Rena tak bisa menghadiri pesta itu karena sedang mengandung Erick.


“ kenapa kau dandan secantik ini.” protes Allan melihat Rena dandan. Padahal hanya dandan sederhana dengan bedak tipis, alis mata, eyeshadow, pewarna pipi yang tipis dan lipstik sederhana- belum beberapa aneka ragam cosmetic yang selalu di lihat Rena di YT yang seolah menambal muka mereka dengan berton- ton cosmetic.


“ bukankah kau yang menyuruhku berdandan cantik agar tak ada yang menghina dan menyepelekan aku?” tanya Rena.


“ tapi tak secantik ini juga, bagaimana jika ada yang suka padamu.” ucap Allan posesif.


“ oh, ayolah Allan. Kalau mereka menyukai ku ya biarlah, itu hak mereka.” ucap Rena mulai kesal akan keposesifan Allan.


“ sayang!” ucap Allan tak terima.


“ kan yang terpenting aku hanya milikmu, sayang.” ucap Rena memperlihatkan cincin di jari manisnya.


“ dada, punggung dan pundak ini hanya aku yang boleh melihat!” ucap Allan pada gaun terbuka yang di pakai Rena.


“ aku akan  memakai Jass, apa kau puas.” ucap Rena mengalah.


“ kalau kau memakai Jass tak kan menunjukkan keistimewaan gaun yang kupesan untukmu.” ucap Allan menolak Rena mengganti gaunnya.


“ Allan Ashton! Sebenarnya, apa maumu!” ucap Rena menyilangkan tangannya di depan dada besarnya. Melihat istri kesayangannya mulai memanggil nama lengkapnya membuat Allan menciut.


“ maafkan aku.” Allan berdecih.


Tak heran jika Allan takut jika teman- teman sekolahnya dulu akan jatuh cinta dengan istrinya, Rena berdandan cukup istimewa dengan Gaun yang khusus di pesan Allan untuk menonjolkan bentuk tubuh Rena dan menutupi kekurangan rena di bagian tinggi badannya, dengan sedikit polesan make up dan membiarkan rambut ikalnya terurai memanjang sungguh dapat menampilkan pesona seorang Rena di tambah lagi wajah wanita itu yang tak kunjung terlihat tua meski umurnya telah menginjak kepala 5.


****************** di tempat Reuni.******************


“Kau pergilah duluan, aku akan memarkirkan mobil kita di parkiran. Ucap Allan.


“Kenapa tidak meminta petugas untuk memarkirkannya?” heran Rena. Karena biasanya ketika mengadakan pesta hal biasa meminta bantuan petugas hotel untuk memarkirkan mobil.


“Ini mobil yang baru aku beli, sayang. Aku tak ingin orang lain leluasa mencobanya.” Ucap Allan seagai alasan- ia ingin melihat reaksi teman- temannya pada istri nya. Apakah mereka akan berubah atau malah merekalah yang membully istrinya nanti. Dan kebetulan memang Allan baru membeli mobil baru- jadi bisa menggunakan itu sebagai alasan.


“Baiklah.” Ucap Rena menaikkan kedua bahunya dan memilih langsung masuk ke dalam hotel. Setelah Rena memperlihatkan kartu pass yang ada di undangan- wanita itu di tunjukkan tempat pesta berlangsung.


“ manis.” tepat pada saat Rena masuk dan berjalan menuju meja prasmanan, ada seorang pria yang menyapa Rena.


“ siapa?”tanya Rena berbalik untuk melihat siapa yang menyapanya.


“kurasa kau salah masuk ruangan.” ucap Pria itu.


“ kenapa?” heran Rena.


“ ini pesta yang di adakan untuk Reuni. Atau jangan- jangan kau salah seorang dari keluarga peserta Reuni? Kau ikut dengan seseorang? Siapa namamu?“ begitulah serentetan pertanyan pria itu.


“Aku...? aku Rena.” Ucap Rena menunjuk dirinya sendiri.


“Kau! Bukankah kau Rena Ayu Puspita?” Tanya seorang disana yang mengenali Rena.


“Iya, apa kabar kalian?” Tanya Rena berusaha ramah. Meski ia tak ingat siapa saja nama mereka semua.


“Wow! Ini Rena kita!” Ucap teman- teman Rena dan Allan dengan pandangan remeh.


“Kenapa?” Tanya Rena heran.


“Kau harus segera sembunyi, Rena. Kita mengundang Allan.” ejek salah seorang teman Rena.


“Lalu?” Heran Rena.


“Kamu tidak takut dibullynya lagi?” Tanya salah satu temannya yang bernama Astrid.


“ kalian jangan membully nya lagi! Kasian dia jika kita ikut membully nya sementara Allan nanti juga akan membullynya.” ejek salah seorang teman Allan.


“Siapa yang akan di bully.” ucap sebuah suara yang sangat di kenal Rena.


0o0


Hai hai hai hai


jangan lupa Vote like juga Love