The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
s2 hasil laporan



Raymond Ashton, putra dari Allan dan Rena sekaligus adik kembar dari Emily Ashton. Berbeda dengan kakak kembarnya yang memilih meneruskan study design nya, Ray memutuskan terjun langsung meneruskan bisnis Allan. Sama seperti Allan, banyak perempuan yang ingin dekat dekat dengan Ray, tak heran, cerdas, tampan, memiliki sifat supel dan ceria yang di warisi Rena- ibunya.


 Meski Allan juga Rena selalu mencurahkan kasih sayang yang berlimpah kepada anak- anaknya, bukan berarti Allan akan memanjakan anak- anaknya, disiplin tinggi pun di ajarkan untuk anak- anaknya, agar suatu hari nanti ketika masa Allan harus di gantikan anak- anaknya, perusahaan yang didirikan oleh ayah dari Allan itu tidak goyah dan tetap berdiri teguh. Dan mungkin hal itulah yang membuat Ray memiliki Agoraphobia, terutama pada wanita.


Meski tak sedikit wanita yang memang menyukai Ray karena memang pria itu tampan, tak heran- memiliki kulit seputih susu dan tinggi yang semampai tubuh kekar, hasil latihan ala Bodyguard yang di berikan Alan. meski Ray memiliki wajah Asia yang di dapat dari Rena, Ray memiliki rambut pirang yang didapat dari mendiang ibunda Allan, jangan lupakan hidungnya yang mancung menambah pesona dari Ray. Senyum yang selalu menghiasi pria yang hampir memasuki kepala 3 ini membuat siapa saja akan jatuh cinta pada pesona seorang Ray, terlepas dari mereka mengetahui Ray seorang Direktur atau tidak.


Namun, senyum Ray seolah musnah kala, para wanita menempelkan bagian tubuhnya kepada Ray. Alih- alih mendapatkan pujian, hanya caci maki yang didapat para wanita itu. Dan bukannya senang akan perlakuan para wanita itu, Ray malah memperlihatkan ekspresi jijik ketika para wanita itu menempelkan bagian tubuh mereka. Tak jarang Ray menghempaskan wanita itu dengan kasar dan terjatuh di tanah. Dia bahkan tak segan- segan membuang baju atau jaketnya yang di sentuh wanita itu, karena tak ingin memakai baju yang memiliki bekas wanita yang menyentuhnya itu.


Bagi seorang Ray, tubuh wanita itu bagai permata, yang harus di lindungi, bukannya di pamerkan.


***


Ray, sedang duduk di mejanya dan menamati berkas yang di taruh di mejanya.


“ Roberta Ayu, wanita berwarganegaraan Indonesia, kelahiran juni 1993?” ucap Ray menatap Andre setelah membaca laporan yang di berikan sepupu sekaligus sahabatnya itu.


“ yang kau dapatkan ini tak lebih seperti curriculum Vitae biasa.” ucap Ray tak puas akan hasil Andre.


“ itu karena kau baru membaca satu halaman,.” ucap Andre tak terima.


“disana juga tertulis, bahwa dia dulu sempat di bully karena di kira ia sangat bodoh, namun ternyata itu hanya cara berpikirnya, yang menyerap segalanya dalam diam, dosennya sangat terkejut karena design nya di atas rata- rata anak lain, ia bahkan sangat inovatis juga sangat cepat menyerap segala sesuatu yang baru, kemarin kau bertemu dengannya dan ia membawa begitu banyak berkas kan?” tanya Andre.


“ ya.” ucap Ray cepat.


“ saat itu, ada salah satu komputer pegawai yang mengalami error, tiba- tiba komputernya mati, padahal data yang ia ketik belum ia simpan, karena kesalahan ini, pegawai di tegur Manajer dari Divisi pengembangan, namun Berta mengajukan diri ingin memperbaikinya, dan secepat kilat, Berta dapat memperbaikinya.” ucap Andrea mengenang apa yang di carinya.


“ bukankah dia dari Divisi perancangan? Kenapa berhubungan dengan data- data komputer dari Divisi pengembangan?” heran Ray.


“ saat itu, ia sedang berjalan ke toilet dan mendengar ada seseorang di marahi, karena kebetulan yang di marahi adalah salah satu teman saat magang dulu, ia berusaha membantu pegawai wanita itu, dan kebetulan, program dari komputer kita di kuasai betul oleh Berta.” ucap Andre.


“ jadi karena tidak terima- ia di puji Manajer dari berbeda Divisi, ia di bully oleh pegawai yang lain?” tanya Ray.


“ bisa di bilang begitu.” ucap Andre singkat.


“ Andre.” panggil Ray.


“ apa? Kau mau memujiku?” ucap Andre berbangga diri.


“ kepercayaan dirimu terlalu tinggi.” ucap Ray jengah.


“ lalu?” heran Andre.


“ kau bilang aku butuh seketaris pribadi kan?” ucap Ray mengingatkan.


“ jangan bilang....” ucap Andre yang tahu arah kemana pembicaraan mereka.


“ ya, mulai senin depan, katakan kepada Berta untuk menerima surat kenaikan tingkat- menjadi seketarisku.” ucap Ray tersenyum.


“  jika kau bilang kau tidak jatuh cinta, aku takkan mungkin percaya.” ucap Andre.


“ jangan bilang pada Daddy juga Mommy.” ucap Ray menyuruh Andre menutup mulutnya.


“ kau akan membayarku berapa?” ucap Andre semangat.


“ aku akan menutup mulut kepada para wanita mu jika kau itu adalah Andre, anak dari Aunt Patricia juga Uncle Denny dan bukan Raymond sang Direktur utama sekaligus pewaris Ash- group.” ucap Ray dengan tawa biasa namun mengandung arti dalam.


“ sial.” umpat Andre, mau tidak mau menerima permintaan sahabat sekaligus saudara jauhnya tersebut.


0o0


hai hai hai dari penulis amatir disini.


^_^


 tidak lupa untuk author ingatkan jangan lupa tinggalin jejak ya, berupa coment juga saran