The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 mengejar cinta sejatinya



‘ aku memang tahu jika Tama berada di sekolah kedokteran Swiss. Namun tak hanya satu sekolah di Swiss yang memiliki jurusan kedokteran.’ batin Andre mencoba mengecilkan kategori sekolah ke dokteran di Swiss.


‘ coba kita persempit lagi dengan sekolah kedokteran yang memiliki jurusan psychology.’ batin Andre mengetik sesuatu di laptopnya.


‘ sial!’ umpat Andre yang melihat tak sedikit jurusan ke dokteran yang memiliki jurusan Psycholoqy di Swiss.


‘ aku tak dapat menemukan mahasiswa baru atas nama Tama di setiap daftar mahasiwa baru Universitas di Swiss, apa mommy mendaftarkannya dengan nama yang berbeda?’ batin Andre yang mencoba mencari daftar peserta nama baru dengan nama Tama.


‘ aku tak mungkin bertanya pada Mommy. Ray? Tidak! Yang ada ia hanya akan menertawakanku. Satu- satunya kesalahanku adalah karena aku tak hapal siapa saja teman mommy. Seandainya aku tak memilih kabur ketika Mommy mengadakan reuni dengan teman sekolahnya- bukan hal yang sulit untuk mencari tahu dimana Tama kuliah, karena dari yang aku dengar Tama akan berkuliah di universitas yang sama dengan teman mommy.’ batin Andre.


‘ satu- satunya cara hanyalah mencari satu persatu dari setiap daftar universitas di Swiss.’ batin Andre menatap langit- langit kamar flat apartement nya. Setelah menghela nafasnya, ia segera beranjak memasangkan kabel printer dengan laptop nya.


Setelah mengeprint semua daftar universitas ke dokteran yang memiliki jurusan kedokteran di Swiss, Andre memilih berbaring di kamarnya, menatap langit- langit kamarnya.


‘ mungkin kau takkan percaya, jika aku merindukanmu.’ batin Andre mencetak wajah Tama di dalam benaknya.


***


“ hai, Patricia.” sapa Allan.


“ hai, kak Allan. Mana kak Rena? Ia tak bersamamu?” heran Patricia.


“ ya, dia sedang menyiapkan sarapan- sama sepertimu. Mana Denny- suami mu?” tanya Allan pada Patricia yang sedang menyiapkan sarapan untuk suami nya.


“ dia masih tidur.” ucap Patricia menggoreng telur setengah matang untuk Denny.


“ dia pasti lelah menemanimu, huh?” goda Allan.


“ apa maksudmu, kak? Kami tidak sepertimu yang selalu mengumbar ke mesraan di manapun dan kapanpun.” balas Patricia.


“ benarkah? Lalu tanda apa itu di lehermu?” ucap Allan tertawa.


“ kak.” rajuk Patricia menutupi lehernya dengan rambut panjangnya. Allan hanya menjawabnya dengan kekehan.


“ tuan Allan kesini bukan untuk menggoda istri saya kan?” ucap Denny keluar dari kamarnya.


“ hai, Denny. Apa aku mengganggu?” sapa Allan.


“ apa salahnya jika aku mengganggu adik kecilku.” goda Allan.


“ aku akan mengatakan pada Rena jika anda kemari hanya untuk menggoda istri saya.” ucap Denny membuat Allan tak berkutik.


“ aku hanya bercanda.” ucap Allan takut.


“ saya memang bawahan anda jika saya bekerja, Tuan. Tapi saya tetap adalah kakak ipar anda karena saya adalah kakak sepupu dari istri anda.” ucap Denny yang tak suka jika Allan menggoda istrinya.


“ ouuuuu, sayangku sedang cemburu, hem?” goda Patricia- mencium pipi suaminya.


“ sudahlah, nikmati sarapanmu.” ucap Patricia memberi nasi goreng buatannya ke suaminya dan secangkir coffee.


“ kak, ada apa kau kemari?” tanya Patricia setelah duduk di sebelah suaminya.


“ ini soal anak kalian.” ucap Allan akhirnya.


“ Andre?” tanya Patricia.


“ ehem.” jawab Allan.


“ ada apa dengan anak itu?” heran Denny.


“ dia meminjam jet pribadiku, apa kalian tahu hal itu?” tana Allan.


“ apa ia bilang akan kemana?” tanya Denny.


“ ia hanya bilang ia akan ke Swiss.” ucap Allan.


“ aa.” ucap Denny juga Patricia bersamaan setelah sebelumnya saling menatap dan melempar senyum.


“ ada apa?” heran Allan.


“ ia sedang mengejar cinta sejatinya.” ucap Patricia tersenyum.


“ ha?” heran Allan.