The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 Allan dan Rena



“Kemana Emily? Kenapa ia tak menyambut kepulanganku?” Tanya Allan yang baru tiba di rumah.


“Kau tidak lihat jika hanya aku sendiri disini?” Tanya Rena mencuci piring kotor Allan. Setelah suaminya itu pulang, memang Rena memasakkan khusus untuk suaminya yang pulang tengah malam itu juga.


“Bukankah yang ke Indonesia hanya Ray?” tanya Allan memeluk pinggang istrinya dari belakang.


“Ia, tapi putrimu itu sedang Reuni, sayang. Aku rasa ia takkan pulang malam ini.” Ucap Rena.


“Reuni?” Tanya Allan. Rena hanya mengangguk


“Kenapa kebetulan sekali?” lanjut pria itu.


“Apanya yang kebetulan?” Tanya Rena.


“Aku juga dapat undangan Reuni dari teman- teman SD kita.” Ucap Allan memperlihatkan kartu undangan dari teman- temannya sekolah dulu.


“Benarkah?” Tanya Rena melihat kartu undangan untuk satu keluarga Ashton.


“Apa kau tidak dapat?” Tanya Allan. Rena menggeleng.


“Teman- teman SD kita tidak ada yang tahu jika kau itu istriku- tak mungkin jika kau tak dapat.” heran Allan.


“Kau tidak lupa kan? Waktu aku kelas 3 aku pindah sekolah karena nenekku tiada. Aku tidak bisa di bilang Alumni karena aku tidak lulus bersama angkatan kita.” Ucap Rena mengelus dagu suaminya.


“Apa kau tidak akan datang ke reuni itu?” Tanya Rena.


“Kau mau datang ke reuni itu?” Tanya Allan.


“Kau kan yang mendapat undangan- kenapa kau bertanya padaku? Tentu jika kau mau datang- aku akan ikut- bukankah undangan itu untuk satu keluarga Ashton?” Tanya Rena.


“Tapi... “ucap Allan menyenderkan dagunya di pundak Rena- masih dalam memeluk Rena yang membelakanginya karena sedang mencuci piring.


“Aku takut jika kau kesana kau akan di bully. Kau tidak lupakan jika dulu kau ini korban pembullyan.” ungkap Allan.


“Dan kau juga tak lupakan jika dulu kaulah yang membully ku.” ucap Rena tertawa.


“Sayang.. “Allan merajuk.


“Akukan mengatakan sebuah kebenaran.” Canda Rena tertawa.


“Kalau kau begitu lagi aku makan nie.” Canda Allan- namun mendengarnya Rena malah membalikkan badan dan memeluk Allan.


“Boleh.” Ucap Ren menarik dasi Allan yang belum juga di lepas pria itu.


“Ha?” Heran Allan.


“Lagi pula beberapa hari ini kau selalu bolak balik ke Swiss hingga aku harus tidur dengan guling sendiri.” Ucap Rena mengelus dada bidang Allan yang masih tertutup kemeja dan mulai melonggarkan dasi Allan. Allan hanya tersenyum lalu mulai ******* bibir istrinya yang selalu jadi candu baginya dan tak tergantikan wanita lain.


 Bahkan para wanita yang selalu menggodanya kemanapun proyek kerja Allan tak dapat membangkitkan gelora pria itu, hanya istrinya yang membuat pria itu merindu- tak ada yang lain. Dan beruntungnya Allan memiliki kekebalan terhadap obat perangsang dan itulah yang juga selalu di latih di tempat bodyguard Alan.


Sementara Allan kebal akan obat perangsang takkan ada yang tahu jika Rena selalu kebal akan alcohol. Pernah suatu ketika Allan harus menjamu perusahaan tetangga dan Rena yang kala itu masih bekerja sebagai seketaris Allan ikut menjamu salah satu Klien mereka. Saat itu, berapa gelas Alcohol mereka minum, namun tak tampak jika wajah Rena yang kala itu telah melewati masa menyusui Ray juga Emily- memerah. Tampak jika kedua orang pria, suami dan juga klien itu telah tumbang karena mabuknya, namun Rena tak juga terlihat mabuk dan terus menyesap alcohol sampai botol terakhir habis.


Dirasa suaminya dan klien pria itu mabuk, ia memanggil pegawai hotel tempat mereka mengadakan jamuan makan- untuk membantunya membawa suaminya juga klien pria itu kekamar masing- masing- sementara Rena tampak masih dapat berjalan dengan tegak kembali kekamarnya tanpa masalah sedikitpun. Bahkan rasa pusing di pagi haripun tak ia rasakan padahal kedua pria itu tampak kepayahan menghadapi rasa pusing akibat terlalu banyak minum alcohol.


0o0


maaf jarang update.


mohon di maklumi ya


terus selalu dukung athor VOTE< LIKE DAN LOVE nya selalu bikin author semangat lho ^_^