
warning konten 21+
Setelah memesankan kamar dan meminta petugas hotel membelikan baju ganti untuk Patricia,Denny langsung memasuki salah satu kamar hotel itu. Mendudukkan Patricia di tepi ranjang berusaha menenangkan patricia yang belum berhenti menangis.
“ sshh.., sudah.., sudah aman sekarang jangan takut lagi.” ucap Denny melihat tubuh Patricia yang masih bergetar dengan tangis dan suara yang terisak.
Patricia masih menangis sambil memeluk Denny sementara Denny hanya mengelus rambut patricia yang masih basah. Sampai suara ketukan mengetuk pintu kamar patricia.
“ tuan, ini baju untuk nona, dan ada jahe hangat untuknya.” ucap billboy itu.
“ ya, terimakasih, ini tips- nya dan uang untuk baju itu, kembalinya ambil saja.” ucap Denny, menyerahkan beberapa lembar uang. Tampak Billboy itu menyunggingkan senyum yang lebar mendapatkan tips yang begitu banyak hanya untuk satu pakaian dan minuman hangat.
“ pakai- lah, ini. Gaun- mu sudah basah. Setelah itu minum jahe hangat ini untuk menghangatkan badanmu, lalu istirahatlah.” ucap Denny menyerahkan baju bersih kepada Patricia dan meletakkan minuman yang di bawa billboy tadi ke meja nakas di samping tempat tidur.
“ kau mau kemana.” ucap Patricia melihat Denny hendak meninggalkan kamarnya.
“ aku akan memesan kamar yang berbeda.” ucap Denny, namun baju Denny di pegang dengan kuat oleh patricia.
“ jangan tinggalkan aku, aku takut sendirian.” ucap Patricia memelas, ini kali pertama Denny melihat keadaan Patricia seperti ini.
“ ssh.., aku masih akan di sini hanya beda kamar.” ucap Denny lagi menghapus air mata patricia yang mulai mengalir lagi. Namun Patricia malah memeluk Denny agar tak meninggalkannya.
“ tidurlah bersamaku, aku takut.” ucap Patricia mulai terisak kembali.
“ Patricia, kau ini perempuan dan aku ini laki- laki, tak mungkin aku tidur bersama mu.” ucap Denny mulai gusar. Perbedaan tinggi tubuh Denny dan Patricia di tambah tubuh mereka yang berdekatan tanpa menyisakan ruang sedikitpun membuat Denny kesusahan mengontrol sesuatu yang memaksa keluar.
“ selama ini kau tak pernah menganggap aku perempuan, anggaplah malam ini kau juga tidur dengan hanya dengan anak kecil.”
“ Patricia aku mohon mengertilah.” ucap Denny mulai kehabisan kesabaran.
“ Patricia! Aku harus Pergi!” ucap Denny tak tahan lagi.
“ katakan dulu kenapa!” ungkap Patricia tak mau kalah.
“ karena aku menyukaimu, Patricia.” ungkap Denny membuat patricia membulatkan matanya penuh.
“ apa kamu tahu seberapa inginnya aku menyentuh mu, saat ini?” ungkap Denny lagi.
“ kalau kau memang wanita dewasa harusnya kau paham apa yang akan terjadi, aku mohon biarkan aku pergi.” ungkap Denny melihat ke diaman Patricia.
“ lepaskan, Patricia!” ucap Denny, namun patricia semakin mengeratkan pelukannya.
“ Patrici..” ucap Denny terhenti melihat tatapan Patricia yang terus menatapnya.
“ aku harap boss Alan tak menghukumku.” ungkap Denny menarik wajah Patricia dan mencium bibir yang sedari tadi ingin di lahapnya. Menikmati dengan rakus bibir Patricia yang telah basah oleh air kolam dan air mata Patricia.
Mereka menatap wajah pasangan yang ada didepannya lama, tampak nafas mereka memberat dan mata mereka telah tertutup kabut gairah, ya, Denny dan Patricia menginginkan satu sama lain sekarang.
Deny mulai mencium patricia kembali.
Geraman muncul karena Deny kesusahan menyatukan miliknya. Hingga pekikan muncul dari bibir indah patricia.
Hai! hai! hai!
ninggal jejak yuk😊
sepi bat dah😂