
Akhirnya setelah melewati beberapa halangan kini Berta dan Ray berada di Indonesia meneruskan proyek mereka yang sempat tersendat.
“ apakah tuan Andre sudah sehat?” tanya Berta dalam pesawat Jet Pribadi Allan.
“ sudah.” jawab Ray dengan mata yang terus sibuk menatap layar laptopnya.
‘ dengan kenyataan ia akan menjadi seorang ayah sebentar lagi, itu pasti akan membuatnya tak suka berada di rumah sakit lama- lama.’ batin Ray.
Melihat Ray yang sibuk dengan layar laptopya, Berta haya menatap atasannya itu sambil tersenyum.
“ kenapa kau terus menatapku?” tanya Ray yang sadar jika Berta terus menatapnya.
“ tidak, saya hanya kagum pada anda, anda sungguh berdedikasi tinggi, bahkan meski pekerjaan anda tinggal saya tak pernah melihat pekerjaan anda menumpuk.” ucap Berta yang tahu jika selama ini meski menunggu Andre di rumah sakit, Ray tetap mengerjakan apa yang menjadi tugasnya melalui laptponya. Karena memang laptopnya terhubung dengan laptop yang ada di kantornya.
“ tentu saja, perusahaan ini di bangun oleh mendiang grandpa ku, yang di teruskan oleh daddy ku dan kemudian aku. Aku tak ingin menghentikan perjuangan grandpa ataupun daddy ku hanya karena hal tak terduga seperti ini.” ucap ray menatap kembali layar laptopnya.
“ orang yang menjadi kekasih anda pasti sangat beruntung memiliki kekasih seperti anda.” ucap Berta tertawa.
“ kenapa? Kau mau karena bilang aku tampan?” tanya Ray mengalihkan tatapannya dari layar laptop ke Berta.
' dan aku akan membuat kau menjadi wanita yang beruntung karena sebentar lagi bukan hanya akan menjadi kekasihku namun menjadi istriku.' batin Ray tersenyum
“ sayang menurut saya semua pria itu sama saja, tapi saya mengakui jika anda sangat supel dan berdedikasi tinggi, anda juga sangat pintar.” ucap Berta.
‘ jadi itu sebabnya ia bisa memiliki kekasih yang bahkan terpaut 10 tahun darinya?’ batin Ray yang mendengar fakta jika Berta tak melihat pria dari tampang.
“ bagaimana perkembanganmu dengan Err..” ucap Ray bingung harus bertanya bagaimana.
“ diam di tempat.” ucap Berta.
“ maksudnya?” tanya Ray.
“ anda mau betanya hubungan saya dengan kekasih saya, kan? Saya menjawab jika saya masih diam di tempat dengan kekasih saya, ia tak mau saya putus namun juga tak mau merubah kebiasaan buruknya.” ucap Berta memilih menatap ke jendela.
Melihat Berta yang mengalihkan pandangannya, Ray mengerti jika wanita itu tak ingin mengungkit kembali kisahnya, sehingga Ray memilih untuk kembali fokus ke layar laptonya.
**
“ jadi ini kamar yang akan ku tinggali sementara waktu?” tanya Ray begitu tiba di Indonesia dan langsung ke rumah Berta.
Sesuai janji, Ray memilih tinggal di rumah Berta sebagai penyewa kost dengan alasan untuk mempermudah jika mereka sewaktu- waktu ke Indonesia.
“ ya, maaf jika kamar ini kecil, beberapa ornament adalah peninggalan ibuku namun aku sudah meminta ayahku membelikan kasur springbed untuk anda.” ucap Berta yang tahu jika Ray terbiasa tidur di kasur yang empuk, wanita itu bahkan yakin jika kasur di kamar Ray seukuran king size.
“ tidak masalah, meski aku terbiasa tinggal di kamar mewah bukan berarti aku tak bisa tinggal di rumah sederhana.” ucap Ray langsung duduk di kasur kamarnya.
“ bahkan daddy ku tak peduli kasur apa yang di pakainya tidur saat mencari mommy ku.” ungkap Ray.
“ yang katanya ibu anda mengandung anda dan nona Emily karena kecelakaan?” tanya Berta.
“ kita tidak berada di kantor, panggil saja kita dengan sebutan nama.” ucap Ray.
“ iya, yang katanya ibu kalian mengandung karena kecelakaan.” ucap Berta mengulangi kata- katanya tanpa bahasa formal.
“ ya, saat itu, mommy yang dulunya merupakan seketaris daddy di usir oleh daddy karena mengira jika Mommy lah yang menyebarkan berita tentang daddy.” ungkap Ray.
“ kau tak mengetahui nya, hampir semua berita telah di hapus oleh daddy, tapi aku bisa mengatakan jika garis besar nya, daddy itu seorang pembuat onar- troublemaker.” ungkap Ray.
“ jadi uncle Allan, mengira jika aunt Rena yang menyebar itu dan mengusirnya?" tanya Berta.
“ tepat!" ucap Ray.
" apa aunt Rena dan uncle Allan berpacaran sebelumnya? bagaimana uncle Allan bisa tidak tahu jka Aunt Rena hamil dan malah mengusir aunt Rena?” tanya Berta.
" sayangnya tidak. aku dengar daddy ku percaya jika cinta itu sakral sehingga tak pernah berpacaran sekalipun, jangankan berpacaran, dekat dengan wanita bahkan tak pernah. Namun entah menapa dengan mommy ku, daddy merasakan sesuatu yang berbeda dan saat mereka berdua di kantor ketika lembur, mereka akhirnya bercumbu. Daddy yang bingung atas apa yang terjadi memberi cek kepada mommy, mommy yang merasa itu penghinaan menampar daddy dan hubungan mereka renggang, bahkan mereka tak berbicara satu sama lain kecuali soal pekerjaan. Dan tepat saat berita daddy di sebar- daddy ku mengira mommy yang merupakan teman SD daddy ku lah yang menyebarkannya dari yang tidak terima hingga mengusir mommy.” ucap Ray.
“ sebenarnya siapa yang menyebar berita tersebut.” tanya Berta.
“ teman kuliah mommy.” ucap Ray.
“ kenapa teman kuliah bisa setega itu?” heran Berta.
“ aku tak tahu, yang aku tahu jika wanita itu memang terkenal Player setelah membuat kekasih Mommy putus, ia menargetkan daddy. Namun penolakan yang di dapat teman kuliah Mommy sehingga ia ingin memfitnah mommy dan menjauhkan mommy dari daddy.” ucap Ray.
“lalu apa yang terjadi?” heran Berta.
“ daddy akhirnya mengetahui jika yang menyebarkan bukanlah mommy, namun keengganan membuat Daddy lebih memilih mengurus berita tentang nya karena takut jika berita itu akan membuat perusahaan yang di bangunnya goyah dan tak stabil. Setelah menghapus semua berita dan keadaan mulai kembali tenang, daddy baru berniat menemui mommy. Tapi siapa yang menyangka jika mommy telah pergi meninggalkan rumahnya terdahulu.” ucap Ray.
“ lalu kemana aunt Rena saat itu?” tanya Berta.
“ ternyata kembali ke kempung halaman mendiang grandma di Indonesia. padahal, Daddy ku terlanjur menggila bahkan sampai mengerahkan semua pasukan perusahaan uncle Alan- teman daddy ku hanya untuk mencari mommy di seluruh negeri waktu itu.” ucap Ray.
“ lalu bagaimana bisa akhirnya mencari di Indonesia?” heran Berta.
“ atas usul Aunt Patricia, akhirnya daddy ku mencari ke hampir seluruh penjuru Indonesia dengan nama Rena Ayu Puspita, ternyata nama itu tak hanya satu namun sangat banyak dan itu hampir menyebar ke seluruh Indonesia. Hampir setiap hari, daddy mencari mommy, ia bahkan lebih memilih mencari dari pada beristirahat, sehingga seperti yang aku bilang, tak peduli seperti apa kasurnya, asal ia bisa tidur sejenak itu sudah cukup.” ungkap Ray.
“ sementara uncle Allan ke Indonesia siapa yang menggantikannya?” heran Berta.
“ aunt Patricia, siapa yang menyangka jika aunt Patricia sangat pandai berbisnis, ia hanya tak pernah berbisnis sebelumnya karena uncle Alan tak ingin Aunt Patricia terjun ke dunia bisnis karena merasa masih bisa menghidupi keluarganya.” ungkap Ray.
" jadi itu yang menyebabkan tuan Andre meneruskan menjadi wakil direktur?" tanya Berta.
" ya, meski pria yang satu itu sedikit tidak serius, namun semua idenya bisa membantu perusahaan dan ia sangat pandai berbicara sehingga selalu dapat memenangkan tender- tender besar." ungkap Ray.
0o0
hai! hai! hai
penulis amatir disini.
sedang meriang jadi jarang up
soalnya lebih banyak berbaring di kasur dari pada memegang karangan sie ^_^
dukung terus author yuk semakin banyak like dan loe semakin author semangat berkarya dan sehat lho ^_^
ninggalin jejak yuk biar ga sepi- sepi bat