The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
pov Berta2



Dan puncak dari semua itu adalah..., permintaan sepele yang di minta nya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Saat itu, aku sedang menabung untuk memberi hadiah kepada ayahku. Meski sejujurnya aku tak terlalu dekat dengan orang tua laki- laki ku itu, tapi biar bagaimana pun ia tetap orang tua ku- orang tua kandungku, itu sebabnya sebisa mungkin aku tak ingin absen memberinya hadiah di setiap ulang tahunnya.


Dan Daniel marah karena aku tak bisa menuruti permintaan sepelenya. Ia ingin aku membelikan nya kuota internet?


Karena aku memilih memberi hadiah, aku memutuskan tak membelikan permintaan sepele tersebut. Tentu saja ia marah. Kata- kata yang masih lekat kuingat adalah;


β€œ kau mau membelikan aku kuota atau kita putus!”


Aku benar- benar tak habis pikir dengan pikiran nya. Mengapa hanya karena kuota! Kuota! Ia ingin meminta putus dariku? Sebenarnya berapa umurnya? Apa ia masih anak- anak yang tidak bisa lepas dari yang namanya internet?


Karena jengah, secara nyata aku meminta putus darinya. Apakah dia pikir aku tak bisa hidup tanpanya? Mungkin dulu aku begitu menyayangi pria itu! Namun sekarang? Hanya ada kejengahan akan sikap semena- menanya.


Ia selalu memintaku mengerti dia, namun mengapa ia tak bisa mengerti ku?


Aku hanya ingin memberi hadiah untuk orang tuaku dan dia memintaku memilih kuota atau orang tuaku? Apa salah jika aku memilih orang tua ku? Dia memang tahu jika aku tak dekat dengan keluarga ku, tapi apa harus- aku memilih orang tuaku atau permintaan sepelenya? Ia ingin membuktikan apa dengan internet? Yang ada hampir semua masalahnya di limpahkan padaku.


Aku bukannya memperhitungkan semuanya. Namun di saat aku memilih orang tuaku atau masalahnya- apakah ini adalah salahku jika aku tidak memilihnya?


Berbulan- bulan aku tak habis pikir akan pemikiran kekanak- kanakannya. Akhirnya di bulan ke empat- saat ia yang tak kunjung menghubungi ku- aku berpikir jika hubungan kita benar- benar berakhir. Akhirnya, aku memutuskan mencoba berkenalan dengan seorang pria. Berharap dengan begitu ia tahu jika aku bisa hidup tanpa dia.


Oh, siapa yang kuat menghadapi pria seperti itu? Yang aku butuhkan adalah seseorang yag membuatku nyaman! Membuatku mengerti arti kebebasan tanpa di setir oleh keluarga besarku!


Sekarang? Bukan hanya di setir oleh keluargaku aku bahkan di setir oleh kekasihku!


Dan kini, aku juga menyadari jika hubunganku kepada keluargaku malah terasa asing.


Aku putus asa. Saat itu, ibuku telah tiada sehingga aku hanya bisa meluahkan isi hatiku kepada seorang yang sudah kuanggap ibu kandungku sendiri. Di sanalah ia memberi tahu ayahku soal keputus- asaanku.


Aku tidak marah. Aku justru bersyukur. Sejujurnya, bukan aku yang tak mau mengatakan keadaanku kepada orang tua kandungku sendiri, namun tetap ada rasa tak nyaman meluahkan hati kepada orang tua laki- laki, rasanya tak senyaman meluahkan hati kepada orang tua perempuan.


Akhirnya ayahku memberi tahu ku soal melamar pekerjaan di luar kota. Ya, niatku di luar kota. Siapa yang menyangka jika perusahaan di luar kota itu malah mengirimku ke LN di mana perusahaan induk ASH group berada. Tentu saja aku menggunakan kesempatan ini untuk menjauh dari pria pemaksa itu. Dan soal menemukan jodoh yang tepat- mungkin bisa di tunda, setelah bertemu dengan Daniel aku merasa trauma untuk menjalankan sebuah hubungan yang di namakan kekasih. Yang penting menjalani dulu dan berharap takkan langsung di pulangkan.


Namun siapa yang menyangka, jika aku- bukan hanya tak langsung di pulangkan malah langsung di angkat menjadi seketaris pribadi direktur utama ASH group?


🌸🌸🌸


suka ga?


like dan love nya yuk


dukung author terus yaπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€