The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 Andre



“ Tama, jenguklah Andre terlebih dahulu.” ucap Emily yang melihat jika Tama ingin melihat keadaan Andre.


“ tidak, ada baiknya Aunt Patricia dulu.” ucap Tama dengan wajah yang sembab.


Tampak jika Patricia hanya menatap Rena dan Emily bergantian sebelum akhirnya masuk keruangan Andre dirawat. Sementara itu, Tama yang terduduk memilih membasuh wajahnya dan berusaha memperbaiki dirinya di toilet rumah sakit tersebut.


Tama terdiam di depan dinding kaca, seolah semua yang terjadi terlintas begitu saja, Andre yang bersimbah darah karena membantu nya, atau pernyataan cinta Andre pada dirinya. Kenyataan jika Ande telah mencintai Tama sedari lama. Atau tentang Andre yang menjadi casanova untuk pelampiasan kaena tak bisa memiliki Tama. Atau panggilan Andre pada Tama terakhir sebelum Andre menutup mata,


Seketika Tama ketakutan, taut jika Andre benar- benar akan tertidur selamanya dan tak terbangun lagi.


Sekali lagi Tama menangis, tubuhnya seolah terasa berat dan air mata tak mau berhenti dari wajahnya, tampak jika Tama meringuk di dalam toilet dengan tangis yang begitu pilu.


Cukup lama Tama berada di dalam Toilet, ia tak ingin menemui Andre dalam keadaan yang buruk sehingga ia merias dirinya sebaik mungkin sebelum keluar dari Toilet.


Tepat setelah Tama keluar dari toilet, tiba waktu baginya menjenguk Andre. Dengan langkah bergetar, ia memasuki ruangan Andre. Hal pertama yang tercium di sana adalah ruangan yang kental akan bau obat. Dan kaki Tama tampak melemas melihat tubuh Andre yang begitu pucat dengan berbagai selang menempel di tubuhnya. Tama terduduk di sisi Andre berbaring, meraih tangan Andre yang terasa dingin seolah tak teraliri darah di sana. Seketika sekelebat bayangan Andre yang kesakitan memenuhi relung hati Tama, membuat tangis memenuhi mata Tama dan tanpa sengaja membasahi tangan Andre.


Seberapa kuat Tama menahannya, air mata tetap jatuh membasahi mata Indah Tama.


“ aku menyukai mu Andre.” ucap Tama meraung.


“ maafkan aku yang begitu egois. Maafkan aku yang begitu marah.” ucap Tama menangkup tangan Andre dan bersandar pada tangan pria itu.


“ kau ingin mendengar perasaanku kan? Aku menyukai mu Andre. Aku  mencintai mu, karena itu.. bangunlah.” ucap Tama terisak.


Tanpa Tama sadari, tangan Andre terulur mengelus pipi Tama dan menghapus air mata Tama.


“ kenapa kau menangis? Hem?” tanya Andre dengan senyum sayu.


Melihat Andre yang sudah bangun, segera saja Tama memanggil Erick untuk memeriksa Andre.


Para keluarga yang lain pun tampak segera memasuki kamar Andre, sementara Erick langsung mengecek keseluruhan kesehatan Andre, dari cek tekanan darah, suhu tubuh, kepekaan sekaligus gerak reflek.


“ kurasa semua normal, kecuali..” ucap Erick menggantung.


“ kecuali apa?” heran Andre lemah.


“ Andre, kau tak apa- apa?” tanya Ray berusaha menyadarkan saudara jauh sekaligus sahabatnya itu.


“ apa ini karma untuk ku? seorang casanova tak lagi bisa menjadi seorang ayah? Kurasa ini karma karena dulu aku sering menebar benih di mana- mana.” ucap Andre menertawakan dirinya sendiri.


“ Andre.” ucap Tama mengelus punggung tangan Andre.


“ sekarang aku sudah menyerah Tama, tak ada lagi yang bisa ku bangga kan, aku tak bisa memberi mu keturunan. Kau berhak mencari pria yang bisa membuatmu jadi wanita seutuhnya.” ucap Andre lirih.


“ tapi kau sudah menjadikan aku wanita yang sempurna Andre.” ucapan Tama membuat semua yang ada di ruangan  menatap Tama.


“ kenapa kau berkata hal itu?” tanya Andre.


“ karena sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah Andre.” ucap Tama menaruh tangan Andre di perut Tama.


“ benarkah itu, Tama?’ ucap Patricia.


“ ya, maafkan aku tidak mengatakannya padamu, sis. Tama masih mengalami Trauma, sementara ia juga tak mau mengugurkan anak yang di kandung nya.” ucap Anna ikut bicara. Andre terdiam dan hanya menatap perut Tama yang di rasa Andre memang sedikit membesar. Benar setelah di ingat lagi, pada malam itu bukan hanya tak menggunakan pengaman, Andre juga tak memberikan Tama obat peluruh S****a karena terlalu Syok waktu itu.


Seketika Andre memeluk Tama.


“ aku sungguh minta maaf, maafkan aku dan terima kasih telah memberi ku kesempatan, terimakasih Tama, terima kasih.” ucap Andre masih memeluk Tama.


0o0


hai! hai


dari penulis amatir di sini,


maaf karena jarang update ^_^


alasannya tentu saja karena kehabisa ide


kasih like ma love yang banyak yuk sapa tau author jadi semangat bt up