The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
Episode 16 lebih tegar



“ kau baik- baik saja?” ucap Allan yan melihat Rena diam saja setelah Allan menariknya dan mengantarnya kemobil. Rena tidak menjawabnya.


“ Rena, kau tak apa- apa?” ucap Allan lagi, kali ini mendekatkan wajahnya ke Rena memastikan jika Rena benar- benar tidak apa- apa. Rena menggeleng.


“ saya hanya tidak menyangka jika Nina bisa seperti itu, seingat saya dia terlihat tulus berteman dengan saya.” ucap Rena lirih.


“ huh! Kau terlalu baik, kau harusnya bisa menilai orang mana yang tulus berteman denganmu atau hanya pura- pura berteman denganmu.” ucap Allan terlihat geram seketika itu Rena diam kembali. Melihat kediaman Rena, akhirnya Allan mengarahkan mobilnya berbalik dari arah kantor.


“ tuan, kita mau kemana?” heran Rena karena merasa ini bukan jalan kekantornya.


“ tidak mungkin aku membawamu kembali kekantor dengan keadaan begitu, bisa- bisa kerjaan kamu ga kelar- kelar.”


“ tapi jika anda membawa saya, yang ada pekerjaan saya semakin tidak selesai.” ucap Rena sedikit tertawa kecil. Sebenarnya Allan juga tidak ingin membawa Rena, tapi dari pada melihat gadis itu murung seharian mungkin lebih baik ia menjadi serbuan pertanyaan sahabat dan istri sahabatnya yang keppo itu.


---


Di rumah Alan, seisi rumah itu sedang heboh lantaran Angelica sedang rewel. Dan kedatangan Allan sontak disambut dengan tangis Angelica yang tidak mau diam sedari kemarin. Sementara Patricia sudah melarikan diri dari pagi.


“ kenapa monster kecilmu?” tanya Allan menutup telinganya.


“ dia menangis semalaman Allan.” ucap Alan dengan bingung.


“ dan siapa yang dibelakang- mu, Alan? Apakah ini kekasih yang dibilang suami- ku?” tanya Alicia pada wanita yang berada di belakang Allan.


“ namanya Rena.” ucap Allan akhirnya, percuma juga berdebat dengan istri sahabatnya yang sama- sama kepo itu. Rena mengangguk lalu mendekati Alicia yang masih menggendong Anggelica yang menangis.


“ dia kenapa?” tanya Rena pada Alicia.


“ aku tidak tahu? Semalan dia terus menangis. Padahal dia tidak demam popoknya- pun baru di ganti. Sudah aku coba beri susu juga tidak mau diam.” jawab Alicia dengan nada lembut namun penuh kekhawatiran. Berusaha menimang anaknya.


“ boleh saya menggendongnya?” ucap Rena penasaran.


“ kau bisa?” tanya Alicia dengan hati- hati.


“ baru dua bulan.”


“ mungkin saya bisa menggendongnya, saya suka anak kecil.” ucap Rena antusias.


Dengan hati- hati Alicia memberikan Angelica dan Rena mengendongnya dengan hati- hati. Tampak dengan telaten Rena menggendongnya bayi itu sebentar menepuk- nepuk punggungnya dengan halus dan meletakkanya di bawah dada kirinya membuat sang baby mendengar detak jantungnya. Semua yang ada di ruangan itu terpana melihat cara Rena menenangkan Angelica, dalam sekejap Angelica tertidur di pangkuan Rena.


“ kelihatannya Rena akan menjadi calon ibu yang baik.” puji Alicia, menggendong Angelica yang tertidur di pangkuan Rena.


“ iya, tinggal menunggu tanggal pernikahannya.” canda Alan membuat Allan geram, melihatnya Rena hanya bisa tertawa kecil. Ini kali pertama ia melihat kelakuan boss- nya dengan sahabatnya itu. Dan dalam hatinya ia senang jika boss- nya itu memikirkannya sampai seperti itu.


----


Di sisi lain ada Nina yang masih menahan marah dan kesalnya mendapatkan pelakuan atasan Rena telah kembali ke tempatnya mengajar. Nina mengajar anak- anak sekolah menengah pertama.


“ kau kenapa? Kelahatannya kesal sekali.” ucap salah satu dari teman pengajar itu.


“ tidak apa- apa, ada masalah dengan pria.”


“ kekasihmu? Yang katanya di rebut teman seangkatanmu itu?” dan dapat di pastikan itu hanya berita bohong, dan temannya ini termakan kata- kata Nina.


“ he em.” ucap nina tersenyum ia senang semua tipu muslihatnya di percaya teman- temannya, ia bisa membuat Rena menjadi semakin terlihat buruk.


“ oh, ya. Nanti sore ada perkumpulan pengajar, mereka mau menjenguk Mrs Vanessa.”


“ siapa?”


“ dia mantan guru, dulu dia mengajar di SD swasta yang kini lumpuh itu sebabnya kita mau mengunjunginya.” ucap teman Nina sesama pengajar.


0o0


kasih masukan ya, kurangnya apa biar author perbaiki kalo kalian diem ajah kapan penulis amatir ini berkembang, coba?