
3 bulan berlalu semenjak Allan menikahi Rena, dan kini tangisan bayi memecah ruangan rumah sakit, suara tangisan bayi kembar membuat air mata dan senyum tersungging mejadi satu, Emily Ashton dan Raymond Ashton lahir kedunia 1 minggu sebelum HPL. Ya, memang anak mereka terlahir kembar, anak pertama mereka perempuan dan sepuluh menit setelahnya lahirlah anak laki- laki mereka. Dalam satu kelahiran telah melengkapi hidup mereka. Allan sendiri tak menyangka akan menjadi ayah secepat ini, baru kemarin ia mengetahui indahnya cinta dan hari ini ia akan merasakan indahnya menjadi seorang ayah, menjadi seorang orang tua.
“ mereka seperti doppelganger kak Allan dan sis Rena,ya.” ucap Patricia waktu mengunjungi rumah Allan untuk melihat kelahiran anak pertama mereka.
“ sok tahu, Lu. Kaya udah pernah lihat mereka waktu kecil ajh.” ucap Denny mendegar tuturan Patricia.
“ kenapa? Memang mirip koq. Emank kamu sudah pernah lihat sis Rena waktu bayi?” ucap Patricia tak terima.
“ udahlah, aku lebih tua dari Rena tentu saja aku tahu bagaimana rupa Rena waktu kecil.” ucap Denny bangga, memang semenjak Denny bekerja di perusahaan Alan, ia sudah berkenalan dengan Patricia. Dan tahu seluk beluk Patricia. Tak butuh waktu lama bagi Denny yang memiliki sikap Supel bisa akrab dengan Patricia. Maksudnya bertengkar dengan Patricia, meski mereka baru bertemu kurang dari 3 bulan, mereka sudah seperti musuh bebuyutan, dimana mereka bertemu pasti ada saja suara ribut mereka.
“ sudah.. sudah.., setiap hari kalau bertemu pasti bertengkar, kalian ini sudah seperti tikus dan kucing saja.” ucap Rena membuatkan minum untuk Patricia dan keluarganya.
“ jangan salahin aku sis, ini- ni pria satu ini, setiap aku bicara pasti di komentarin.” ucap Patricia menuju ke arah Rena, memang semenjak Rena menikahi Allan, entah mengapa, ia jadi akrab dengan Rena, bahkan kelakuannya benar- benar seolah Patricia adalah adik Rena. Atau lebih tepatnya mencari pembelaan.
“ gimana ga di komentarin, setiap Lu ngomong salah mulu.” ucap denny tak terima di aduin.
“ ‘ La, Lu,La,Lu, aku punya nama tau, Patricia. Kenapa ga manggil namaku, sie?” ucap Patricia tidak terima.
“ nama, Lu kebagusan, ga cocok buat Lu.” ucap Denny tak terima.
“ Patricia, Denny , jangan berisik nanti keponakanmu bangun.” ucap Alan menengahi.
“ iya, Patricia jaga sikapmu kita sedang bertamu.” ucap Alicia membantu Rena menyiapkan kue- kue. Sementara Angelica masih di kamar melihat Emily dan Raymond.
“ ah tidak usah khawatir, anak- anak sedang bersama daddy- nya.” ucap Rena.
“ dia mau mengurus anak- anak?”ucap Alicia tak percaya.
“ ehem.” jawab Rena sambil mengangguk.
“ wah padahal sedari dulu Allan itu tidak suka anak kecil, dan sekarang dia mau mengurus anak kecil itu?” ucap Alan tak percaya.
“ tidak mungkin kan aku tidak suka anak- ku sendiri.” ucap Allan datang menggendong kedua anaknya.
“ mana Angelica?” tanya Alan melihat Allan hanya membawa kedua anaknya.
“ dia tidur di kasur. kelihatannya ia kelelahan bermain dengan Emily dan Raymond, sedari tadi ia hanya berceloteh.” ucap Allan menyerahkan Emily sementara Raymond masih ia gendong.
“ tenang saja, kedua sisi sudah aku pasang bantal. Biarkan dia tidur di kamarku, jangan di bangunkan.” ucap Allan lagi melihat Alicia menuju kamar Allan.
“ iya terima kasih.” ucap Alicia yang telah memastikan Anggelica dalam keadaan aman dan kembali ke tempat ia duduk.
setelah itu mereka asik berbicara, tentang rasanya menjadi orang tua, Allan yang selalu menyempatkan waktunya di sela pulang kerja- nya, kembalinya Rena- bekerja meski sudah harus cuti melahirkan,mereka masih tak percaya jika Allan akhirnya menjadi orang tua, kedekatannya kembali dengan Mommy Ellen dan kabar kedekatan Mommy Ellen dengan Daddy Jack. Di sela candaan itu makian dan pertengkaran terus meluncur di mulut Patricia dan Denny. Membuat orang yang kumpul disana menggeleng- gelengkan kepala mereka melihat kelakuan keduanya.
“ kalian tau ada istilah jawa, geting nyanding.” ucap Rena tiba- tiba melihat Patricia dan Denny terus bertengkar. Mengingatkan akan budaya nya.
“ apa itu?” ungkap semua orang itu hampir bersamaan.
“ artinya benci jadi cinta, hati- hati, lho,Patricia, kak Denny. Kalian bertengkar terus tau- tau nanti jatuhnya ke pernikahan.” canda Rena menimang Emily di pangkuannya agar tertidur.
“ aku? Sama wanita bar- bar ini? Ih, ogah!” ucap Denny seolah menatap Patricia sinis.
“ siapa juga yang bakal suka sama pria begini kak?” ucap Patricia tak terima.
“ tapi istilah itu benar kelihatannya, dulu aku benci sama Rena, sampai membully- nya. Sekarang malah menikah sama dia. Punya anak, langsung dua lagi.” ucap Allan menimpali sambil ikut menimang Raymond, anaknya yang mulai mengangantuk.
Setelah itu, Patricia dan Denny saling melempar tatapan, lalu membuang muka kesal.