
Andre berdiri di depan pintu kamar. Ya, itu kamar Tama. Ia sedikit terdiam beberapa saat sebelum mengetuk pintunya. Ia memang memantapkan diri untuk meminta maaf, namun ia tidak tahu apa yang harus di katakan pada wanita yang umurnya hanya terpaut dua tahun darinya itu.
‘ apa yang harus kukatakan?’ batin Andre.
‘ maaf?’
‘ maaf karena apa?’
‘ maaf karena telah melakukannya padamu?’ batin Andre tak juga mengetuk pintu.
‘ argh...! ini lebih rumit dari yang ku bayangkan. Padahal biasanya aku tinggal memberikan sekuntum bunga ini dan coklat ini. Tapi aku tak tahu apakah ia akan menyukainya.’ batin Andre menatap sekuntu bunga mawar dan sekotak coklat yang di bawanya.
‘ sudahlah, ketuk saja.’ batin Andre akhirnya mengetuk pintu.
Tok- Tok. Suara pintu di ketuk. Namun tak ada juga yang membukakan pintu.
“ Tama? Tama, ini aku, Andre. Aku datang meminta maaf, Tama.” panggil Andre sambil mengetuk pintu.
“ jika kau tak bukakan aku yang akan masuk, Tama.” ucap Andre yang tahu jika mommy nya memiliki kunci cadangan untuk setiap kamar.
Namun ketika Andre mencoba membuka pintu Tama, pintu itu terbuka dan tak terkunci.
“ Tama? Aku masuk.” ucap Andre memasuki kamar wanita itu. Namun yang di lihat Andre adalah kamar yang rapi dan kosong. Andre yang terkejut langsung menemui Patricia.
“ Mommy!” panggil Andre.
“ kau baru sadar dari tadi Mommy dan Daddy di sini?” ucap Patricia acuh.
“ mom! Kemana Tama?” tanya Andre- tak mempedulikan ucapan Patricia.
“ dia mulai kemarin Mommy kirim untuk kuliah di luar negeri.” ucap Patricia menyeruput coffee nya.
“ ap? Kenapa tiba- tiba?” ucap Andre terkejut.
“ kemana mommy mengirimnya pergi?” tanya Andre.
“ takkan mommy beri tahu!” ucap Patricia menyilangkan lengannya di depan dadanya.
“ kenapa mommy seenaknya seperti itu?” geram Andre.
“ kau yang kenapa?” ucap Patricia menaikkan nada bicaraya.
“ mommy memang mendekatkanmu dengan Tama karena mommy berharap ia bisa merubahmu. Mommy berharap sifat mu yang perayu wanita itu berubah dengan adanya wanita sepolos dan setulus Tama. Tapi mommy tak menyangka jika kau akan merusak wanita seperti Tama. Dia salah apa- hingga kau melakukan ini padanya?” ucap Patricia dengan pandangan penuh kekecewaan pada Andre.
“ mommy.” ucap Andre lirih, ini kali pertama ia melihat mommy nya sekecewa itu pada dirinya.
“ ia wanita yang baik dan kau merusak masa depannya.” ucap Patricia mulai menangis.
“ mom.” ucap Andre lirih mendekati Patricia.
“ pergi! Kau membuatku kecewa!” ucap Patricia.
“ dad.” ucap Andre meminta bantuan Denny.
“ untuk sementara menjauhlah dulu dari mommy- mu, ia butuh waktu, Andre.” ucap Denny mengelus punggung istrinya. Andre menatap kedua orang tuanya. Ia tak menyangka jika apa yang ia lakukan akan membuatnya di usir oleh orang tuanya sendiri. Dan yang membuat Andre semakin hampa adalah perasaan mengganjal ketika tahu jika Tama pergi. Andre menggertakkan gginya, menuju mobil Sportnya dan melajukannya secepat mungkin, entah mau kemana. kemanapun asal ganjalan di hatinya menghilang.
0o0
hai! hai! hai!
author lagi seneng nie jadi up lagi lho
jangan lupa ninggalin jejak ya jika kalian pernah mampir ^_^