
πΈπΈweekendπΈπΈ
Sama seperti biasa, Alea akan mengunjungi Apartment ku untuk sekedar mengobrol atau berbincang hangat padaku. Karena aku dan Alea sama- sama berasal dari Indonesia- Alea dan aku cepat akrab. Aku sendiri bukan orang yang supel, sehingga tak memiliki banyak teman- apa lagi mengingat tatapan iri para rekan sekantorku waktu tahu dengan cepat aku menduduki kursi seketaris meski aku belum ada beberapa bulan bekerja di Ash Group.
Yang membuat aku bersyukur adalah karena Alea masih mau menemui ku di Apartment ku dan berteman denganku.
β bagaimana harimu saat berbelanja dengan Nn Emily?β sapa Alea.
β menyenangkan.β ucapku senang.
β karena ia membelikanmu banyak barang berharga?β tanya Alea melihat banyak tas kertas di kamarku.
β tentu saja tidak! Kau tahu sendiri aku tak begitu suka memakai barang- barang mewah, jika kau suka- kau bisa mengambil apa yang kau suka, semua masih ada di dalam tas- tas kertas itu.β ucapku.
β tidak usah, Berta. Kaulah yang di berikan Nn Emily, tak sopan jika aku yang malah memakai nya.β ucap Alea.
β bagaimana jika sebagai gantinya aku akan membelikanmu nanti saat gajian?β tawarku.
β kalau itu aku takkan menolaknya.β ucapan Alea membuatku tertawa.
β ngomong- ngomong kau belum menceritakan soal kemarin, sebenarnya, apa yang membuatmu senang?β heran Alea.
β tidak, aku hanya senang melihat suasana keluarga mereka.β ucapku.
β suasana keluarga? Kau bertemu dengan tn Allan dan Ny Rena?β ucap Alea membulatkan matanya.
β kenapa kau terkejut seperti itu?β heranku.
β kau benar- benar beruntung.β ucap Alea dengan tatapan terkejutnya.
β ya harus ku akui aku memang beruntung. Tapi yang membuatku senang adalah suasana keluarganya.β ucapku jujur.
β apa kau tak pernah merasakan suasana keluarga hingga hanya karena merasakan suasana keluarga Ashton membuatmu senang?β heran Alea.
β Aku iri pada suasana keluarga mereka yang seolah sangat dekat satu sama lain. Meski anak- anak mereka sudah dewasa sekalipun.β ucapku mengenang.
β sedangkan aku...? keluarga ku selalu menganggap prestasi adalah segalanya. Jika aku berprestasi mereka akan memanjakan dan mengakui aku, namun jika tidak..β ucapku mengantung.
β jika tidak?β heran Alea.
β mereka takkan segan- segan memandang rendah aku. Awalnya aku tak pernah menyadarinya. Namun perilaku mereka yang selalu tampak jika mereka memandangku berbeda membuatku menyadarinya. β
β apa kau yakin jika itu bukan perasaanmu?β ucap Alea berusaha membuatku tak berprasangka buruk.
β Kau tahu Alea? Aku mungkin polos, namun aku bukan orang bodoh. Pernah suatu kali aku mendatangi pesta pernikahan saudara jauhku, hampir semua saudara di ajak berfoto bersama, tapi kau tahu? Mereka melewati meja dimana tempat aku berada dan tak mengajakku berfoto. β ucapku mulai merasa sedih.
β benarkah itu?β ucap Alea prihatin.
β bahkan tatapan remeh itu jelas terlihat di mata mereka. Kau tahu? Adikku bahkan meremehkanku!β
β ya, bahkan ia dengan terang- terangan mengatai ku stupid.β ucapku bersedih.
β WHAT! Kau? Stupid? Jika kau bodoh kau takkan bekerja di ASH group! Bahkan dalam waktu kurang dari satu bulan kau sudah duduk di kursi seketaris pribadi! Aku rasa yang bodoh itu adikmu!β geram Alea.
β sudahlah! Kenapa kau yang marah? Aku saja yang merasakan tak pernah semarah itu?β ucapku menenangkan Alea.
β kenapa kau tak mengatakan saja kepada keluargamu jika kau di angkat menjadi seketaris pribadi direktur?β heran Alea. β dengan begitu kau pasti akan meruntuhkan kesombongan adikmu.β
β apakah dengan begitu aku akan meruntuhkan kesombongan mereka?β tanyaku. Alea hanya terdiam.
β jika aku melakukan itu, maka aku tak ada bedanya dengan mereka. Takkan ada yang berakhir baik jika kita membalas kesombongan dengan kesombongan juga. biar Tuhan sendiri yang meruntuhkan kesombongan mereka, yang harus kulakukan adalah menikmati hidup.β ucapku. tertawa.
β lagi pula aku tak tahu akan bertahan lama atau tidak di kursi seketaris yang akan ku duduki nanti.β batinku.
Namun lamunku buyar kala merasakan Alea yang memelukku.
β baiklah, jika keluarga mu tak menyayangi mu biar aku saja yang menyayangimu.β ucap Alea tulus.
β terima kasih.β jawabku.
β uu.., adikku manis.β ucap Alea menguyel pipi ku.
β adik? Hei! Aku bahkan lebih tua dari mu.β ucapku tak terima, karena memang, aku lebih tua dari Alea- ya, meski hanya satu tahun.
β coba saja tanya orang- orang, bagi mereka wajah siapa yang pantas menjadi kakak, kau atau aku?β goda Alea.
β memang salah memiliki wajah yang awet muda?β geram ku.
β tidak salah, enak malah, takkan ada yang percaya jika kau hampir kepala 3. orang pasti masih akan mengira jika kau ini masih anak sekolah, bahkan aku yakin jika seragam adikku yang masih sekolah masih pantas kau pakai.β canda Alea.
β lalu rambut panjangku akan aku kepang dua begitu?β ucapku membalas Alea.
β ha ha ha, pasti lucu.β tawa Alea.
πΈπΈπΈπΈ
Begitulah hari itu aku hanya menghabiskan waktu di Apartment dan bercanda ria bersama Alea.
β sayang sekali, orang tua ku sudah kembali ke Indonesia, sesekali jika mereka berkunjung lagi aku akan mengajakmu menemui keluargaku.β ucap Alea.
β dengan senang hati.β jawabku.
πΈπΈπΈ
koq sepi?
gara2 author jarang up ya?