
“ coba kau bayangkan, pakaian apa yang cocok untuk wanita ini. Yang cocok untuk pesta, menampilkan pesonanya sebagai wanita dan mengurangi kekuangannya.” ucap Direktur kepadaku.
Aku menelisik kepada perempuan yang menjadi bodyguard wakil direktur ini. Ia sama seperti ku yang pendek, namun memiliki pundak yang tegak- ciri khas seorang yang terlatih beladiri.
Aku memutuskan memilihkan sebuah mini dress yang menonjolkan kelebihannya. Sebuah mini dress yang terbuka di bagian pundaknya menjadi salah satu pilihanku. Ia memiliki kulit yang cukup bersih, jadi aku memilih warna Navy yang akan menonjolkan kulitnya yang bersih dan mulus.
Aku memilih mini dress agar memudahkannya bergerak- karena ia merupakan bodyguard jadi penampilannya tetap membantunya dalam pekerjaannya. Di tambah sebuah stiletto sederhana agar menutupi kekurangannya dalam tinggi badan dan membuat kakinya terlihat sedikit jenjang.
Karena Tama tak terbiasa memakai hak tinggi, butuh latihan selama sehari hanya untuk melatihnya berjalan menggunakan stiletto yang menurutku tak terlalu tinggi. Aku sendiri merupakan wanita yang termasuk dalam kalangan kurang tinggi, atau bisa di bilang pendek lah, itu sebabnya, aku terbiasa menggunakan hak tinggi untuk menutupi kekurangan ku tersebut.
Aku tersenyum, aku sudah lama sekali ingin merias seseorang. Mumpung Emily sudah membelikan aku cosmetic lengkap, aku ingin sekali menunjukkan keahlianku dalam melukis wajah seseorang. Dan kurasa inilah saatnya aku menunjukkan keahlianku ini.
Pertama, setelah menyuruh Tama membersihkan seluruh tubuhnya, aku memberinya pelembab di seluruh wajah dan lehernya.
Tap tap, tepuk perlahan wajah mungil itu agar pelembab meresap sempurna di wajah mungilnya. Aplikasi foundation, lalu alis dan setelahnya countur. Aku suka sekali mengaplikasikan alis terlebih dahulu baru di beri bedak. Karena, aku takut jika alis yang ku gambar tidak simetris dan harus di tutup lagi dengan foundation, itu sebabnya, aku selalu mengaplikasikan alis terlebih dahulu, jika sudah sempurna baru aku tutup dengan countour lalu bedak.
Aku mengangkat dagu Tama, sedikit aplikasi kan make- up sederhana pada wajah dan tonjolkan riasan pada mata. Ia akan terlihat mempesona tanpa membuatnya terlihat aneh.
“ sempurna.” ucapku bangga pada hasil karya ku.
“ kau sangat pandai mendadani Tama. Tunggu sampai Andre melihat perubahan bodyguardnya yang satu ini.” ucap wakil direktur antusias. Aku memang melihat keantusiasan direktur, tapi mengapa pandangannya ke arah Tama dan denganku berbeda. Bahkan aku saja waktu itu hanya memakai riasan sederhana dan ia memandang takjub serta kagum.
Sekarang ia juga memandang kagum, namun lebih ke arah antusias karena tak sabar melihat kejutan dari wajah wakil direktur.
“ setelahnya, ganti baju dulu, baru aku akan mendadani rambutmu.” pintaku sambil memegang catok curly. Ini adalah catok yang aku bawa sendiri dari Indonesia. Karena aku sendiri memang suka berdandan- meski itu riasan sederhana sekalipun.
Dan selesai!
Saat itu kami mendadani di apartment sederhana ku, tak mungkin juga mendadani seorang gadis di kantor. Dan direktur ingin memberi kejutan kepada wakil direktur yang ternyata rumahnya berada persis di sebelah rumah direktur, dan selama ini, Tama tinggal di mess yang di sediakan oleh uncle dari wakil direktur. Jika sampai wakil direktur tahu; jika Tama di dandani, maka hal itu takkan lagi menjadi kejutan. Begitu yang di katakan Direktur kepadaku. itu sebabnya, pilihan yang paling tepat adalah apartment ku.
Beruntung ayahku tak mempermasalahakan nya. Maksudku mendadani Tama, aku sendiri hanya beralasan jika Tama adalah temanku.