
Disisi lain ada Nina yang sedari jam makan siang menunggu mobil Allan lewat. Semenjak Nina menemui Allan pertama kali ia memutuskan untuk mendekati Allan, ia memang terkenal Playgirl, tidak ada pria yang tidak di dekatinya. Dan ia akan merasa iri jika ada teman wanitanya yang di sukai oleh para pria. Sama seperti ketika Rena yang terlihat di sukai oleh kakak tingkat- nya atau teman- teman seangkatannya dan terlihat dekat dengan mereka, ia tanpa segan- segan akan mendekat ke Rena untuk mencari tahu kelemahan wanita tersebut, lalu dengan tidak tahu malu menyebarkan kelemahannya yang membuat dia dijahui. Bukan hanya Rena tentu saja, hampir semua teman wanitanya di perlakukan seperti itu.
Dan tak ada yang menyadari soal kelakuan Nina karena memang wanita itu pandai bersilat lidah untuk mempengaruhi orang jika ia memang ingin berteman dengan mereka.
Sama seperti dengan Dika, awalnya kebetulan memang Nina- lah yang lebih dulu berkencan dengan Dika. Dan saat Nina sudah bosan, Dika akan di buang- nya dengan alasan Dika berselingkuh, padahal Nina- lah yang sedang berselingkuh dengan Dika, sampai sekarang entah sudah berapa pria yang jatuh kepelukan Nina karena wanita itu sangat pandai mempengaruhi orang, dan saat tahu Rena berkencan dengan Dika, Nina membuat skenario jika Rena yang merebut Dika dan menyebarkan rumor tidak mengenakkan tentang Rena agar orang- orang yang kelihatannya menyukai Rena akan menjahui Rena karena Rumor tersebut.
Dan kali ini Nina ingin merayu Allan agar bisa di pamerkan ke teman- teman sosialita Nina. Bukan semata- mata ingin membuat Rena sakit hati karena ia yakin jika Rena tidak akan mendapatkan pria setaman dan se- elegan Allan.
“ ah, itu sudah Lewat.” ucap Nina pada dirinya sendiri, semenjak pertama kali bertemu di taman, ia memang sudah menghafalkan ciri- ciri mobil Allan. Dan setelah membayar cake- nya, ia bergegas mengikuti mobil Allan dan tidak mengetahui jika Rena bersama dengannya.
---
“ ini benar- benar kamu yang masak?” ucap Allan tak percaya.
“ iya, apa tidak enak, tuan?” ucap Rena setelah di belikan makanan yang diinginkan Rena, Allan memilih makan buatan Rena di taman dekat kantor.
“ ~hem, ini enak. Aku tidak menyangka kau pandai memasak.” ucap Allan terus menikmati masakan Rena.
“ iya tuan, semenjak mommy saya meninggal saya- lah yang memasak untuk Daddy saya.” ucap Rena meneruskan memakan yang di belikan Alan.
“ jadi itu yang membuatmu jadi lebuh tegar?” ucapan Allan membuat Rena bingung.
“ tuan seperti sudah tau bertemu dengan saya saja.” ucap Rena bingung.
Sementara itu Nina yang mengikuti Allan hampir saja kehilangan jajeknya dan mencari di sekitar taman, saat menemukan siluet- nya, Nina bergegas memanggilnya.
‘ sial.’ maki Allan, ia berusaha menghindar dengan berputar- putar mengelilingi kota agar tidak bisa di ikuti Nina namun kelihatannya Allan meremehkan kemampuan mengendarai Nina.
“ lho, Nina? Kamu ga ngajar?” ucap Rena dengan nada biasa. Bahkan setelah semua ini wanita ini tidak bisa membenci Nina.
“ lagi istirahat.” ucap Nina ketus membuat Allan geram sendiri. Melihat Allan duduk berdua dengan Rena membuat Nina mengeser dudu Rena dan duduk di tengah mereka.
“ tuan, Allan. Anda sedang makan apa?” tanya Nina Genit, ia berusaha tidak mempedulikan Rena.
“ kau tidak bisa lihat? Aku makan masakan buatan Rena.” ucap Allan acuh.
“ Tuan, dari pada makan buatan Rena bagaimana jika lain kali saya bawakan masakan dari resto C, disana enak sekali Tuan. Sekali- sekali kita kesana.” ucap Nina masih tidak mempedulikan Rena.
“ kita?” ucap Allan dengan smirk smile- nya.
“ iya, tuan. Saya akan merekomendasikan makanan yang enak.” ucap Nina. Membuat Allan berdiri.
“ tidak usah kau ajak, aku sudah berkali- kali merasakan masakan di resto itu.” ucap Allan meraih tangan Rena.
“ dan nona, jika kau ingin menggoda- ku dari pada menawariku masakan restoran bagaimana jika kau menawarkan masakanmu, itu jika kau bisa masak.” ledek Allan meninggalkan Nina sendiri.
“ sial! Awas saja! Berani sekali kau menolak- ku, selama ini tidak ada yang pernah menolakku, aku akan membuat perhitungan, lihat saja!” umpat Nina.
COMENT KEK NANTI AKU BIKIN BOOM UP