The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 awal pertemuan1



Awal pertemuan, Ray dengan Roberta atau Berta adalah ketika Berta yang kala itu merupakan pegawai baru di Ash- Group bertemu dengan Ray di sebuah Lift. Tampak jika wanita yang kala itu Ray belum mengetahui namanya sedang kesusahan membawa berkas- berkas yang di duga Ray berasal dari pegawai lainnya yang merasa lebih senior dan menyerahkan tugas mereka begitu saja kepada Berta.


“ tolong, lantai 30.” ucap wanita itu.


Ray tak menyangka jika ada yang berani menyuruhnya, selama ini, bahkan para pegawai Ray enggan menyuruh Ray dan hanya mendekati dirinya untuk mencoba dekat dengan dirinya dan keluarganya.


‘ mungkin karena pandangannya terhalang sehingga wanita itu tak melihatku.’ batin Ray dan tanpa di suruh lagi, Ray langsung menekan ke lantai 30 dan lantai nya. Selama ini, berbeda dengan perusahaan lain- perusahaan yang di bangun Allan memang tak mementingkan status- atasan atau bawahan jadi semua lift di sama- ratakan. Entah untuk pegawai dari kalangan atas atau pegawai biasa semua orang menggunakan lift yang sama.


“ kau mau ke lantai berapa?” tanya wanita itu lagi.


“40.” ucap Rey acuh.


“ begitu? bisakah kau membantuku membawakan berkas ini? Ini sungguh berat.” pinta wanita itu.


Lagi- lagi Ray di buat kaget dengan permintaan pegawai wanita itu. Namun Ray tetap membantu wanita itu membawakan berkas itu setengah dari yang di bawa wanita itu.


“ fyuh. Terima kasih. Ini lebih baik.” ucap Wanita itu terseyum.


“ aku Roberta Ayu, kau bisa memanggilku Berta.” ucap wanita itu menampilkan senyumnya.


“ aku.., “ ucap Ray terhenti- bahkan setelah wanita itu mengetahui wajahnya, wanita itu masih tak mengenalinya.


“ kau?” ulang Berta.


“ Rick, ya, namaku Rick.” ucap Ray tiba- tiba, entah mengapa ia terpikirkan ide gila, untuk mengetahui maksud dari wanita yang bahkan tak mengenalinya sebagai direktur utama sekaligus pewaris dari Ash- group ini.


“ Rick? Aku mau bersalaman denganmu sayang aku masih membawa barang berat ini.” canda Berta.


“ tak apa.” ucap Ray, membalas senyum Berta.


“ apa kau baru bekerja di perusahaan ini?” tanya Ray setelah menatap Berta sekilas.


“ ooo..” ucap Ray.


“ Erm.., Berta.” panggil Ray setelah menimbang akan bertanya atau tidak.


“ ya?” tanya Berta.


“ apa kau tahu siapa direktur utama di perusahaan ini?” tanya Ray.


“ erm...?” ucap Berta seolah berpikir.


“ yang aku tahu, ia masih muda namun sudah memiliki prestasi, tampan dan di sukai hampir seluruh pegawai di perusahaan ini.” ucap Berta setelah terjeda sejenak.


“ apa kau tak tahu wajahnya?” heran Ray.


“ tidak dan tak ingin tahu.” ucap Berta singkat.


“ kenapa? Kau tidak ingin dekat dengan beliau dan membuatmu gampang naik tingkat?” heran Ray karena begitulah niat para pegawai yang berusaha mendekati Ray.


“ bagiku, hubungan antara aku dan para petinggi itu bagaikan langit dan bumi, aku tak kan pernah  berharap jika aku sampai dekat dengan para petinggi itu. lagi pula aku ingin naik tingkat bukan karena dekat dengan siapapun, melainkan karena usahaku sendiri- karena aku memang layak untuk naik tingkat.” ucap Berta.


Ini kali pertama, Ray bertemu dengan wanita seperti Berta. Di saat para wanita lain berlomba- lomba mendekati Ray, Berta satu- satunya wanita yang tak tertarik akan hal itu- bahkan Berta sampai sekarang tak tahu seperti apa rupa Ray.


0o0


hai! hai! hai!


hari ini author lagi senang banget nie, jadi setelah ini akan author usahakan up lagi lho , kalo lulus review tapi ^_^